Gudang Barbuk Bahan Peledak Polda Sulawesi Tenggara Meledak

waktu baca 2 menit
Foto/Istimewa

Berita Sulawesi Tenggara, gemasulawesi – Gudang penyimpanan barang bukti (Barbuk) bahan peledak, di Markas Komando (Mako) Direktorat Pol Airud (Dit Polairud) Polda Sulawesi Tenggara, meledak. Diketahui ledakan yang terjadi cukup besar, Kamis dini Hari 8 September 2022.

Berdasarkan informasi, ada dugaan kuat bahwa ledakan itu berasal dari 30 jerigen amonium nitrat yang disimpan di gudang barang bukti (barbuk) penyimpanan bahan peledak. Akibat ledakan tersebut, beberapa rumah di dekat gudang Mako Polairud rusak.

Direktur Polairud Polda Sultra Kombes Suryo Aji mengatakan ledakan tersebut disebabkan oleh puluhan barel bahan amonium yang biasa digunakan nelayan untuk membuat bom ikan.

“Betul, ledakan ini dari barang bukti kasus bom ikan. dalam jerigen mengandung amonium nitrat,” ucap Suryo dalam keterangannya di Kota Kendari, Kamis, 8 September 2022.

Ia menjelaskan, bahan peledak tersebut merupakan barang bukti dari kasus pidana yang telah diteruskan ke Kejaksaan Kendari karena sudah memasuki Tahap II.

Ia mengatakan, ledakan terjadi pada pukul 04:15 WITA dan status barang bukti ini telah dipindahkan ke Penuntutan Tahap II. Karena mereka (kejaksaan) tidak memiliki gudang untuk menyimpannya, maka mereka menitipkan kepada kami.

Suryo mengatakan, barang bukti amonium nitrat seharusnya sudah disimpan di Rumah Penyimpan dan Penyitaan Negara (Rupbasan) Kendari saat memasuki Tahap II. Hanya saja, Rumah Penyimpanan dan Barang Sitaan Negara Kendari menolak untuk menahan barang bukti tersebut.

“Jaksa tidak mau menyimpannya, mereka mengembalikannya kepada kami dan menitipkannya kepada Polairud. Juga, Rupbasan tidak mau menerima barang-barang tersebut.

Baca: Eltinus Omaleng, Bupati Mimika Tiba Di KPK dengan Tangan Diborgol

Ketika mereka menolak untuk menerima atau menyimpan barang-barang tersebut, kami telah yang khusus Siapkan kamp untuk barang bukti, bahan peledak yang biasa digunakan nelayan,” terang Suryo.

Mengenai penyebab meledaknya puluhan tong berisi amonium nitrat yang merupakan bahan yang digunakan untuk membuat bom ikan, Kombes Suryo mengaku masih belum mengetahui dan pihaknya masih menunggu hasil dari investigasi. Tim Inafis Polda Sulawesi Tenggara.

Kombes suryo mengatakan, barang bukti yang baru saja kita ambil sekitar 30 drum, selebihnya staf masih berusaha menghitung bersama Inafis untuk bisa menentukan apa penyebabnya. Saya tidak berani menebak bahwa itu berasal dari Inafis. Yang berwenang tinggal menunggu hasil dari Tim inafis. (*/Ikh)

Baca: Tolak Harga BBM Naik, Ribuan Massa Ojol di Makassar Demo

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.