Hand Sanitizer vs Cuci Tangan Pakai Sabun, Pilih Mana?

waktu baca 4 menit
Illustrasi hand sanitizer vs cuci tangan pakai sabun.

Sulawesi tengah, gemasulawesi.comMana sih yang lebih efektif dan utama antara penggunaan hand sanitizer vs cuci tangan pakai sabun serta air mengalir?  

Kalau ingin mensterilkan tangan dengan waktu singkat, warga di Sulawesi Tengah pada umumnya langsung berfikir menggunakan botol atau wadah hand sanitizer.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), meski pembersih tangan berbasis alkohol presentase kandungan 60 persen atau lebih, dapat mengurangi jumlah kuman atau bakteri.

Namun, belum tentu dapat mengurangi penyebaran beberapa virus lainnya. Sehingga, pembersih berbasis alkohol atau hand sanitizer dapat digunakan untuk membersihkan tangan, tetapi tidak boleh digunakan sebagai pengganti sabun dan air.

Perbandingan antara Sabun dan Hand Sanitizer Berbasis Alkohol.

Berikut perbandingan antara hand sanitizer berbasis alkohol vs cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Data dari CDC, mencuci tangan menggunakan sabun dan air adalah cara yang paling baik dalam mencuci tangan. Meskipun begitu, mencuci tangan dengan sabun juga memiliki kekurangan. Berikut penjelasannya:

Dr. David Hooper, seorang kepala Infection Control Unit di Massachusetts General Hospital, mengatakan sanitizer mudah dan cepat jika digunakan. Penelitian juga menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih cepat dibandingkan dengan sabun dan air. Rumah sakit biasanya menggunakan hand sanitizer. Karena jika mencuci tangan dengan sabun dan air beberapa kali dalam sehari. Maka kulit akan menjadi kering, terutama jika dalam cuaca dingin.

Carol McLay, RN, seorang Konsultan Pencegahan Infeksi di Lexington, Ky, mengatakan, mencuci tangan dengan sabun merupakan hal yang paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

Meskipun sanitizer dapat mengurangi jumlah bakteri dengan cepat di tangan Anda, namun mereka tidak dapat menghilangkan semua jenis kuman.

Sedangkan, penggunaan hand sanitizer juga memiliki punya keunggulan dan kelemahan. Berikut ringkasannya.

Pembersih tangan atau berbasis alkohol bukan merupakan agen pembersih yang baik dalam memberantas kotoran. Hand sanitizer tidak pernah dimaksudkan untuk digunakan sebagai pengganti cuci tangan dalam segala situasi. Jika terdapat kotoran yang tampak pada tangan, sanitizer tidak akan efektif untuk membersihkannya.

CDC menunjukkan hand sanitizer dapat menonaktifkan banyak mikroba dengan sangat efektif jika digunakan dengan benar. Namun, banyak orang tidak menggunakan sanitizer dengan volume yang cukup atau bahkan tidak menggosok tangannya selama waktu yang direkomendasikan antara 40-60 detik.

Dua isu utama yang dapat menantang para perawat dalam memenuhi kebersihan tangan adalah waktu dan akses untuk mencuci tangan. Karena sanitizer tidak memerlukan wastafel dan pipa. Maka pembersih berbasis alkohol itu dapat diletakkan di mana saja. Bahkan juga dapat membawanya di dalam saku pakaian.

Richard T. Ellison III dari University of Massachusetts Medical School, mengatakan hand sanitizer dapat mengganti sabun dan air jika tidak ada kotoran yang terlihat pada tangan.

Antibakteri dalam alkohol sangat efektif dalam membunuh mikroorganisme. Namun, alkohol harus langsung menyentuh mikroorganisme itu. Jika pada tangan terdapat banyak kotoran, sanitizermungkin tidak akan mencapai mikroorganisme yang ada di bawah kotoran.

Mengapa kita perlu cuci tangan?

Ternyata, mencuci tangan dengan tepat dapat membantu menyingkirkan kotoran, virus dan bakteri penyebab penyakit. Seperti diare, flu, dan keracunan makanan. Bahkan, mencuci tangan disebut dapat mengurangi risiko seseorang terkena diare hingga 50 persen.

Tanpa sadar, manusia seringkali menyentuh mata, hidung, dan mulut. Ketiga organ tubuh itu bisa menjadi pintu masuk kuman penyebab penyakit.

Kuman di tangan bila tidak dicuci, dapat berpindah ke makanan, minuman atau barang-barang yang kita sentuh. Kemudian dapat berkembang biak di sana. Sehingga, membuat orang bisa sakit setelah menyentuhnya.

Sangat penting untuk cuci tangan. Alasannya, untuk melindungi anak-anak dari penularan penyakit berbahaya.

Bayangkan, setiap tahunnya, sekitar 1,8 juta anak berusia di bawah 5 tahun, meninggal dunia akibat gangguan pencernaan dan pneumonia. Apalagi, saat ini wabah virus corona sedang melanda dan sudah masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah.

Namun, jangan khawatir. Penyakit itu, sangat bisa dicegah penyebarannya apabila displin kebiasaan mencuci tangan.

Mencuci tangan dengan sabun, dapat melindungi satu dari tiga anak yang sakit akibat diare dan satu dari lima anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan, seperti pneumonia.

Baca juga: Miliki Riwayat Perjalanan ke Gowa, Satu Orang di Parigi Moutong Masuk PDP

Baca juga: Update Corona Sulawesi Tengah 06 April 2020, 262 ODP Baru

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.