Hobi Memakai Softlens? Berikut Penggunaan yang Benar

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ilustrasi Softlens. (Foto/Pixabay)

Kupas tuntas, gemasulawesi – Penggunaan atau lensa kontak tidak lagi hanya untuk mempercantik diri, tetapi juga sebagai alat bantu bagi penderita rabun jauh (myopia), hyperopia (rabun dekat) dan rabun jauh (presbyopia).

Namun sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui cara penggunaan yang benar agar tidak membuat mata iritasi, gatal dan memerah.

Fenomena ini, menurut pendiri dan CMO Eyelovin, Wella Christie, cukup ironis karena data menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna lensa kontak terbanyak di dunia.

Baca: PT ASDP Indonesia Ferry Mulakan Penjualan Tiket, Buruan Beli jangan Sampai Kehabisan

“Karena Indonesia sebenarnya adalah lensa yang paling banyak operatornya tetapi sering menggunakan kualitas yang buruk lensa kontak, atau tidak cocok, mereka belum dididik. Jadi mereka sudah menggunakan beberapa merek. Itu tidak bagus, dan tidak bagus juga untuk merek lain, ”kata Wella di acara peluncuran lensa kontak Selene.

Ya, tapi daripada menggunakan air biasa, sebaiknya gunakan air lensa kontak. Menurut Wella, cairan ini mirip dengan hand sanitizer, sehingga disebut soft lens sanitizer. Oleh karena itu, air di dalam botol harus dibuang dan tidak digunakan kembali,” ujar Wella.

Setelah digunakan atau sebelum lensa kontak disimpan atau digunakan, pastikan celupan diganti setiap hari, tujuannya agar alat tidak terkontaminasi bakteri akibat pemakaian dll.

Baca: Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Tiga Opsi Format Akan Dibahas Tahun Depan

Kuman sering terperangkap di kuku dan dapat mengkontaminasi lensa kontak, jadi pastikan mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan lensa kontak. Meski harus menggunakan kuku panjang atau kuku palsu, disarankan juga menggunakan aplikator yang disediakan. Alat untuk instalasi. Kami juga menyediakan alat instalasi,” ujar Wella.

Ada kalanya pemakaian lensa kontak berjam-jam menyebabkan mata pedih, kering, dan gatal. Kondisi ini biasanya terjadi akibat mata kering, sehingga harus ditetesi cairan khusus.

 “Rekomendasi penggunaan lensa kontak maksimal 8 jam sehari. Jika perlu pemakaian lebih, kami selalu merekomendasikan cairan tetes agar lensa kontak tidak mengering,” jelas Wenna.

Baca: Ciri-Ciri Anak Yang Memiliki Mata Minus Yang Harus Di Ketahui Oleh Orang Tua

Bila obat tetes langsung ke mata pun tidak efektif mengurangi rasa gatal, sebaiknya lensa kontak segera dilepas dan dibersihkan dengan cairan pembersih.”, pungkas Wella. (*/KSD)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.