Parigi Moutong Bangun Sistem IK2PK Berbasis Desa

<p>Ilustrasi pembangunan daerah</p>
Ilustrasi pembangunan daerah

Berita parigi moutong, gemasulawesiHadapi dampak pandemi virus corona dan penanganan pasca covid-19, Pemda Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) bangun sistem Informasi Ketahanan dan Kerentanan Pangan serta Kesehatan atau IK2PK berbasis desa.

“Perlu untuk melakukan persiapan dan rencana aksi pemulihan ekonomi, sosial dan kesehatan serta untuk mempermudah dalam menyusun kebijakan,” ungkap Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong Sulawesi Tengah, saat video conference rapat konsolidasi awal bersama Dinas Ketahanan Pangan Parimo dan Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W)-IPB University, Senin 18 Mei 2020.

Pemda Parigi Moutong Sulawesi Tengah bekerjasama dengan P4W IPB University akan membangun sistem IK2PK berbasis desa.

Pemda menyadari dampak paling besar dan paling rentan terhadap pandemi virus corona adalah warga pedesaan, baik secara kesehatan, ekonomi dan sosial.

Dengan melihat dari sebagian besar wilayah Kabupaten Parigi Moutong Sulteng merupakan kawasan pedesaan. Sehingga, memerlukan perhatian yang serius dalam mengantasipasi pandemi virus corona termasuk upaya recovery pasca corona.

“Permasalahan kemiskinan yang saat ini menjadi momok akan semakin berdampak dengan adanya pandemi ini,” tuturnya.

Bahkan tidak menutup kemugkinan, akan adanya penambahan jumah warga miskin baru. Pengaruh atas kehilangannya mata pencaharian maupun menurunnya nilai jual dan beli di masyarakat.

Kegiatan perekonomian pedesaan yang berbasis pertanian, sebagian besar pemasaranya ke kota.

Sementara, dengan kondisi pandemi ini perekonomian semakin turun sedikit banyak akan berpengaruh pada permintaan (demand) produk-produk dari desa. Sehingga, akan berimbas pada perekonomian desa di Parigi Moutong Sulteng.

“Permasalahan lainnya adalah masih terbatasnya fasilitas dan akses kesehatan juga menjadi salah satu permasalahan di desa,” jelasnya.

Ia melanjutkan, atas dasar kondisi itu, perencanaan dan penerapan kebijakan yang tepat sasaran sangat diperlukan dalam rangka mengantisipasi dampak pandemi lebih meluas.

Kebijakan yang tepat sasaran kata dia, memerlukan data yang akurat, update dan terpercaya.

Dengan terjadinya Pandemi virus corona saat ini akan merubah tatanan kehidupan warga. Salah satunya adalah akan merubah sistem perencanaan pembangunan secara umum.

“Sehingga, untuk mengantisipasi perubahan itu Pemda melalui Bappelitbangda Parigi Moutong sudah mempersiapkan Perencanaan Pembangunan Daerah berbasis sistem informasi digital,” terangnya.

Sistem ini nantinya akan dikembangkan dan diintegrasikan dengan beberapa unsur OPD di Pemerintah daerah Parigi Moutong Sulteng. Dengan tetap memperhatikan keterbukaan informasi publik yang membutuhkan data.

Sementara itu, perwakilan P4W IPB University Dr. Mujio, S.Pi, M.Si mengatakan, data saat ini masih numeric tidak berbasis spasial dan tidak dinamis, serta bersifat satu sector saja.

“Padahal data itu digunakan semua sektor. Dan yang terakhir adalah belum open access. Artinya data tidak bisa diakses warga,” tuturnya.

Dalam rangka untuk membangun sistem pendataan yang akurat, update dan terpercaya, Pemda melalui Bappelitbangda Parigi Moutong bekerja sama dengan P4W-IPB University akan membangun sistem informasi pendataan terkait ketahanan dan kerentanan pangan di desa-desa.

Tujuan kegiatan ini adalah membuat sistem database pangan dan kesehatan serta membangun sistem informasi pangan dan kesehatan yang terintegrasi berbasis desa.

“Manfaatnya adalah untuk mempermudah pemerintah untuk  membuat program tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi real di lapangan di desa-desa,” terangnya.

Sedangkan sasarannya adalah terbangunnya suatu perangkat lunak sistem informasi pangan dan kesehatan berbasis desa yang dapat digunakan dengan mudah, dengan persyaratan yang seminimal mungkin dari segi perangkat keras maupun dari segi sumber daya manusia yang akan menggunakan perangkat lunak itu.

Kemudian, membantu dalam mengolah data pangan dan kesehatan dan dalam pembuatan berbagai pelaporan yang diperlukan.

Selanjutnya, terbangunnya suatu sistem database untuk tingkat kabupaten, dengan memanfaatkan data-data kiriman dari OPD terkait, perangkatdesa/kelurahan, dan lain-lain.

“Terakhir, terjaganya data dan informasi sehingga dapat dilakukan analisa dan evaluasi,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Kabar Baik, Satu ODP di Parigi Moutong Telah Sehat

Situs Berita Online Sulawesi Tengah (Sulteng), Palu dan Parigi Moutong Kabar Baik, Satu ODP di Parimo Dinyatakan Telah Sehat

Tembus 115 orang, Positif Corona Sulawesi Tengah

Situs Berita Online Sulawesi Tengah (Sulteng), Palu dan Parigi Moutong Tembus 155 orang, Dua Kasus Baru Positif Corona Asal Buol

Satu Orang Positif Corona Kota Palu Telah Sembuh

Situs Berita Online Sulawesi Tengah (Sulteng), Palu dan Parigi Moutong Satu Orang Positif Virus Corona Kota Palu Telah Sembuh

Pemdes Sunat Honor Kader Desa Bolano Parigi Moutong, Apa Alasannya?

Situs Berita Online Sulawesi Tengah (Sulteng), Palu dan Parigi Moutong Pemdes Sunat Honor Kader Desa Bolano Parigi Moutong, Apa Alasannya?

Tambah Satu Asal Pasangkayu, Positif Corona Sulbar Jadi 75 Orang

Situs Berita Online Sulawesi Tengah (Sulteng), Palu dan Parigi Moutong Tambah Satu Pasangkayu Positif Corona Sulawesi Barat (Sulbar) Jadi 75

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;