Cuaca Buruk Akibatkan Satu Kapal Karam di Banggai Laut

<p>Foto: Illustrasi Kapal Kebakaran dan tenggelam di Banggai Laut.</p>
Foto: Illustrasi Kapal Kebakaran dan tenggelam di Banggai Laut.

Berita banggai laut, sulawesi tengah– Berlayar dalam kondisi cuaca buruk, akibatkan satu kapal karam di Banggai Laut, Sulawesi Tengah.

Kapal karam di Banggai Laut itu adalah Kapal Motor atau KM Empat Bersaudara bermuatan sembako, semen dan lainnya.

“KM Empat Bersaudara kapal karam di Banggai Laut itu, membawa sejumlah barang. Diantaranya, 50 sak semen, 80 karung beras, serta barang-barang lain berupa sembako,” ungkap Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP Reja Simanjuntak, di Banggai Laut, Rabu 27 Januari 2021.

Ia mengatakan, KM Empat Bersaudara kapal karam di Banggai Laut itu sempat terbakar hebat. Lokasinya persis kejadian di perairan Angara Pulau Timpaua dan Pulau Kasuari, Kecamatan Bokan Kepulauan, Banggai Laut, Selasa 26 Januari 2021, sekitar pukul 17.00 WITA.

Baca juga: Basarnas Palu Kerahkan Kapal Cari Korban Speed Boat Karam

Ia menjelaskan, saat melintasi wilayah di perairan Angara Pulau Timpaua dan Pulau Kasuari, cuaca dalam kondisi buruk.

“Awal mula KM Empat Bersaudara kapal karam di Banggai Laut itu terbakar, saat kompor yang digunakan memasak terbalik,” jelasnya.

Kemudian, membakar muatan kapal hingga merembet ke badan kapal. Sehingga membuat kebakaran hebat dan kapal karam di Banggai Laut.

Kapal bermuatan sembako itu bertolak dari Kabupaten Banggai, menuju ke Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Baca juga: Kapal Bermuatan Sembako Tenggelam di Donggala Sulteng

Dari kejadian naas ini, para penumpang KM Empat Bersaudara terdiri atas tiga ABK dan seorang nakhoda, kini menjalani perawatan medis di Puskesmas Kasuari.

“Yarmi sebagai nahkoda kapal, Arip, Sarip, Karlin yang merupakan anak buah kapal (ABK), semuanya selamat atas bantuan warga Desa Kasuari,” sebutnya.

Baca juga: Nihil Hasil, Tim Hentikan Operasi SAR Korban Speed Boat Karam

Adapun kerugian KM Empat Bersaudara ditaksir mencapai Rp 1,7 miliar.

Kondisi cuaca buruk sendiri telah diperingatkan BMKG. Prakirawan menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi. Berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Dishub Usul Pengembangan Pelabuhan Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Gempa Getarkan Morowali, Kekuatan Magnitudo 3,9

BMKG Stasiun Geofisika Palu merilis gempa getarkan Morowali, Sulteng, kekuatannya magnitudo 3,9.

Rektor: Pelaku Pembobolan Situs Untad, Mahasiswa Drop Out

Rektor Universitas Tadulako Palu menyebut, diduga pelaku pembobolan situs Untad adalah mahasiswa drop out dan sudah meraup untung miliaran.

Relawan Parimo untuk Sulbar Jalani Rapid Tes, Satu Reaktif

Sejumlah relawan Parimo untuk Sulbar jalani rapid tes antibodi, setelah melaksanakan aksi kemanusiaan peduli korban gempa Majene dan Mamuju.

Penderita Tumor di Lemusa Dapat Bantuan ASN Peduli

Keluarga salah seorang anak penderita tumor di Lemusa dapat bantuan ASN peduli Parimo, Sulawesi Tengah, berupa pembangunan rumah sederhana.

Forkopincam Selamatkan Dua Warga Sambiut Dipasung Keluarga

Pemerintah Kecamatan Totikum, Banggai, Sulteng, selamatkan dua warga Sambiut dipasung keluarga selama 20 tahun lamanya.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;