FPK dan Mayori Kerajaan Parigi Akan Buat Petisi Menolak Keberadaan I Made Koto Parianto Sebagai Komisioner di KPU Parigi Moutong

Arifin Lamalindu Tokoh Pemekaran Parigi moutong bersama Subhan Mayori Kerajaan Parigi membahas terkait persoalan I Made Koto Parianto
Arifin Lamalindu Tokoh Pemekaran Parigi moutong bersama Subhan Mayori Kerajaan Parigi membahas terkait persoalan I Made Koto Parianto Source: (Foto/gemasulawesi/Abdul main)

Parigi Moutong, Gema Sulawesi - Organisasi Masyarakat Front Pemuda Kaili dan Mayori Kerajaan Parigi menggelar pertemuan bersama, menyikapi permasalahan rekrutmen Komisioner KPU Kabupaten Parigi Moutong yang diduga sarat rekayasa.

Subhan selaku mayori atau pimpinan pasukan di kerajaan Parigi, sangat menyayangkan langkah yang diambil oleh pihak tim seleksi komisioner KPU Parigi moutong dengan mengabaikan sejumlah kejanggalan terhadap I Made Koto Parianto.

Subhan mengaku, sedikit terkejut atas persoalan ini, dimana menurutnya timsel terkesan mengabaikan potensi putra asli daerah.

"Jadi kami selaku Selaku tokoh adat yang ada dikerajaan Parigi masih menginginkan agar anak-anak daerah bisa menjadi skala prioritas dalam seperti ini," ungkapnya.

Baca Juga:
Giliran Front Pemuda Kaili Parigi Moutong Desak KPU RI Usut Dugaan Kongkalikong Seleksi Komisioner Terkait Kelulusan I Made Koto Parianto

Subhan menegaskan kiranya I Made Koto Parianto, agar legowo untuk mengundurkan diri jadi Komisioner.

"Kami berharap agar KPU RI bisa menganulir dan menginvestigasi khusus soal dugaan adanya permainan dalam kelulusan I made Koto Parianto," tegasnya.

Subhan juga menyebutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya bersama FPK Parigi Moutong akan melakukan langkah persuasip kepada KPU RI dan pihak penyelenggara lainnya yakni melayangkan surat petisi.

"Yang jelas dalam beberapa hari kedepan kami bersama FPK akan membuat petisi untuk disampaikan ke KPU RI dan pihak yang terkait," sebutnya.

Baca Juga:
Arifin Lamalindu Tokoh Pemekaran Parigi Moutong Soroti Kelulusan I Made Koto Parianto, Desak KPU RI Evaluasi Kembali

Menurutnya, itu dilakukan untuk memperjuangkan keadilan bagi putra putri daerah Parigi moutong yang dinilainya tidak kalah kualitasnya dengan orang yang berasal dari luar daerah.

Sementara pada kesempatan yang sama Ketua FPK Parigi Moutong Arifin Lamalindu mengatakan, persoalan I Made Koto Parianto harus segera diselesaikan serta disikapi secara serius.

“Terkait I Made Koto Parianto selaku Komisioner KPU Parigi Moutong FPK tidak akan tinggal diam," ungkap Arifin yang juga salah satu tokoh pemekaran Parigi moutong.

Menurut Arifin ada dua poin penting yang coba dilanggar oleh I Made Koto Parianto ketika menjadi Komisioner KPU di Parigi Moutong yakni terkait Integritas dan identitas.

Baca Juga:
Singkirkan Puluhan Putra Daerah, Modal KTP Pindah Domisili Berusia Empat Bulan I Made Koto Parianto Lolos Jadi Komisioner KPU Parigi Moutong

"Hasil konsensus pemekaran Parigi Moutong yang kita perjuangkan saat itu ada dua poin penting yang saya ingat. pada waktu itu kita bersepakat untuk memprioritaskan itu yakni integritas dan identitas daerah," ujarnya.

Kemudian selanjutnya kata Arifin, saat pihaknya bersama Subhan selaku Mayori di Kerajaan Parigi, tengah menyusun beberapa poin isi petisi yang diantaranya adalah menolak I Made Koto Parianto menjadi komisioner KPU Parigi Moutong.

"Jadi ada beberapa poin isi petisi kami nantinya diantaranya, menolak I made koto menjadi KPU Parigi Moutong, kemudian meminta KPU RI agar menganulir kembali hasil pengumuman I made Koto serta menginvestigasi secara penuh dugaan kecurangan atau adanya intervensi dalam proses seleksi," pungkasnya. (Abdul Main)

...

Artikel Terkait

wave
Masa Jabatan Habis, Presiden Jokowi Telah Resmi Tandatangani Keppres Pemberhentian Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak

Menurut laporan, Presiden Jokowi telah resmi menandatangani Keppres pemberhentian Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.

Hari Pemungutan Suara Sebentar Lagi, KPU Parigi Moutong Selenggarakan Pelepasan Pendistribusian Logistik Pemilu 2024

KPU Parigi Moutong mengadakan pelepasan pendistribusian logistik pemilu 2024 kemarin, tanggal 12 Februari 2024.

Jelang Voting Day, Kesbangpol Kabupaten Parigi Moutong Adakan Rapat Koordinasi Forum Pimpinan Daerah

Kemarin, bertempat di lantai II kantor Bupati, Kesbangpol Parigi Moutong dikabarkan menggelar Rapat Koordinasi Forum Pimpinan Daerah.

Mari Kunjungi Pura Luhur Uluwatu yang Menawarkan Keajaiban Matahari Terbenam di Bali dengan Keindahan Menakjubkan

Pura Luhur Uluwatu adalah tempat spiritual spektakuler dengan panorama matahari terbenam yang menakjubkan di Bali.

Pesona Gemitir Garden dengan Keindahan Bunga Marigold di Bali yang Memikat Hati dan Cocok untuk Berswafoto

Gemitir Garden dengan pesona bunga marigold di bali dengan destinasi fotografi yang menawan dan memikat hatimu.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;