Muncul Kejanggalan dalam Kasus Nira Pranita Asih yang Meninggal Dunia Usai Cabut Gigi Bungsu, Begini Tanggapan Dinkes Ngawi

Dinkes turun tangan untuk melakukan investigasi terkait kasus seorang wanita di Ngawi yang meninggal dunia setelah cabut gigi bungsu.
Dinkes turun tangan untuk melakukan investigasi terkait kasus seorang wanita di Ngawi yang meninggal dunia setelah cabut gigi bungsu. Source: Foto/Dok. Kominfo Jatim

Ngawi, gemasulawesi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi telah memberikan pernyataan resmi mengenai kasus Nira Pranita Asih, seorang wanita berusia 31 tahun yang meninggal dunia setelah melakukan pencabutan gigi bungsu di Ngawi.

Kepala Dinkes Ngawi, dr. Yudono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah investigasi dengan memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini.

Untuk mengungkap kronologi kejadian secara akurat, Kepala Dinkes Ngawi, dr. Yudono mengungkap diperlukannya informasi yang lengkap dan detail dari berbagai sumber yang terlibat dalam penanganan pasien tersebut.

"Kami telah memanggil beberapa pihak yang terlibat dalam penanganan pasien ini, termasuk dokter gigi dengan inisial SW yang pertama kali menangani kasus ini. Namun, informasi yang kami terima masih belum lengkap karena pasien juga mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit dan ditangani oleh beberapa dokter lainnya, termasuk dokter umum di Rumah Sakit Dr. Oen," ungkap dr. Yudono.

Baca Juga:
Termasuk Lansia dan Balita, Banjir yang Melanda Desa Uevolo di Parigi Moutong Dilaporkan Menyebabkan 24 Jiwa dari 9 KK Terdampak

Lebih lanjut, dr. Yudono juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil dokter gigi dari organisasi profesi PDGI Kabupaten Ngawi untuk memberikan keterangan yang komprehensif dan tidak bersifat potongan-potongan.

Selain itu, dr. Yudono juga menyebutkan bahwa dokter pertama yang menangani pencabutan gigi bungsu Nira adalah drg. Sylvia Wardah, yang bekerja di RSUD Mantingan Ngawi dan juga memiliki klinik gigi untuk praktik mandiri.

Menurut dr. Yudono, klinik tempat drg. Sylvia bekerja sudah lama beroperasi dan tidak ada kendala administratif yang signifikan.

"Kami juga akan mengumpulkan informasi lebih lanjut dari dokter-dokter lain yang ikut menangani pasien ini. Hal ini penting agar kami dapat memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat dan menghindari kesimpulan prematur yang dapat menimbulkan ketakutan," jelas dr. Yudono.

Baca Juga:
Akui Sepakat dengan Pernyataan Jangan Ganggu, Demokrat Nilai Prabowo Akan Terbuka Jika Ada yang Memiliki Gagasan Besar untuk Bangsa

Di sisi lain, suami korban, Davin Ahmad Sofyan, juga telah melakukan koordinasi dengan Dinkes Ngawi untuk meminta keadilan atas kepergian istrinya.

Davin mengungkapkan keinginannya untuk menempuh jalur hukum jika terbukti ada malapraktik dalam penanganan medis yang menyebabkan kematian Nira.

"Saya tetap akan berjuang untuk keadilan bagi istri saya. Saya ingin dia merasakan seberapa besar rasa sakitnya kehilangan istri saya. Saya akan mengambil langkah hukum sendiri," kata Davin.

Dalam kasus ini, Dinkes Kabupaten Ngawi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dokter klinik yang menangani pencabutan gigi Nira, meskipun belum dapat memastikan adanya dugaan malapraktik.

Baca Juga:
Intiplah Keindahan Alami Pantai Ulee Rubek dengan Pesona yang Memukau dan Dijamin Menggoda Mata Para Wisatawan!

Langkah-langkah investigasi masih terus dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang lengkap dan akurat mengenai proses penanganan medis yang dialami oleh Nira. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Viral Kisah Pilu Davin Ahmad Sofyan, Sang Istri Meninggal Dunia Usai Cabut Gigi di Sebuah Klinik di Ngawi, Begini Kronologinya

Begini kronologi kisah istri Davin Ahmad Sofyan yang dikabarkan meninggal dunia usai cabut gigi bungsu di sebuah klinik di Kabupaten Ngawi.

Mengungkap Makna Filosofis Tugu Kartonyono sebagai Simbol Identitas Kota Ngawi yang Menarik Perhatian Para Wisatawan

Tugu Kartonyono dengan simbol modernitas dan tradisi di Ngawi, menarik perhatian dengan arsitektur unik dan makna filosofis yang mendalam.

Ini Dia Pesanggrahan Srigati dengan Eksplorasi Keindahan Mistis dan Warisan Sejarah Keraton di Ngawi Jawa Timur

Pesanggrahan Srigati tempat misterius penuh sejarah di Ngawi, Jawa Timur. Kisah-kisah mistis dan legenda menjadi daya tariknya.

Menyelusuri Keindahan Alam Bukit Kerek Indah dengan Destinasi Selfie Terpopuler di Ngawi yang Memikat Hati Para Pengunjung

Bukit Kerek Indah adalah destinasi selfie populer di Ngawi, menawarkan panorama alam memesona dan spot foto menarik bagi pengunjung.

Mengarungi Keajaiban Alam dengan Mempersembahkan Pesona Bukit Kerek Indah, Destinasi Wisata Tersembunyi di Ngawi

Bukit Kerek Indah di Ngawi yang merupakan salah satu surga alam yang menakjubkan dengan pepohonan hijau dan spot foto epik.

Berita Terkini

wave

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.

Kongkalikong Tambang Ilegal? Menyoal Isu Hubungan Kekerabatan Kasat Reskrim Parigi Moutong dan Aktor PETI

Siapa Andre? Bos PETI yang disebut-sebut memiliki hubungan darah dengan Kasat Reskrim Parigi Moutong Anugerah S Tarigan.

Inilah Sinopsis Film Horor Komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Melanjutkan Petualangan Mendebarkan dari Lima Sahabat

Geng Sekawan Limo kembali dalam film baru, mengisahkan petualangan mereka di Gunung Klawih yang penuh kelucuan dan ketakutan

Dugaan Kerabat Dekat Kasatreskrim Parigi Moutong Terlibat PETI Kebal Hukum, Propam Polda Turun Tangan

Kabid Propam Polda Sulteng Roy Satya Putra, S.I.K. berikan perhatian khusus terkait dugaan skandal Kasatreskrim Parigi moutong, Tarigan.


See All
; ;