Terdampak Banjir Bandang di Ternate, 13 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia dan 6 Lainnya Belum Ditemukan

Banjir bandang di Ternate menyebabkan 13 kematian dan 6 orang hilang. Evakuasi terkendala cuaca buruk dan material longsor.
Banjir bandang di Ternate menyebabkan 13 kematian dan 6 orang hilang. Evakuasi terkendala cuaca buruk dan material longsor. Source: Foto/Dok.BNPB

Ternate, gemasulawesi - Banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam. 

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Selain itu, enam orang masih belum ditemukan, menambah kepanikan dan kesedihan di kalangan keluarga dan masyarakat setempat.

Kepala Basarnas Kota Ternate, Fathur Rachman, mengungkapkan situasi terkini dan tantangan yang dihadapi dalam upaya pencarian dan penyelamatan. 

Baca Juga:
Beraksi hinga 2 Kali! Polisi Amankan Pria Pencuri Sepeda Motor di Kota Tangerang, Ini Modus Operandi Pelaku

“Kami telah menerjunkan sejumlah alat berat, termasuk ekskavator, untuk mempercepat proses pencarian korban. Namun, kondisi cuaca yang masih hujan dan material longsor berupa lumpur dan pasir membuat akses ke lokasi-lokasi pencarian menjadi sangat sulit,” jelas Fathur Rachman.

Pihak Basarnas menempatkan prioritas pada penanganan korban yang selamat dan memerlukan bantuan medis segera.

Saat ini, delapan orang yang selamat sedang dirawat di rumah sakit. Di RSUD Ternate terdapat enam orang, sementara satu orang dirawat di rumah sakit swasta dan satu orang lagi di RS TNI.

“Tim medis kami bekerja keras untuk memberikan perawatan terbaik kepada para korban,” tambah Fathur.

Baca Juga:
Dibunuh Secara Sadis oleh Orang Gila, Seorang Wanita di Kabupaten Sukabumi Meninggal Karena Kekerasan Benda Tumpul

Evakuasi menjadi fokus utama Basarnas dan tim penyelamat.

Proses ini akan dilanjutkan selama masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah, yaitu selama dua minggu. 

"Evakuasi dihentikan sementara pada pukul 19.30 WIT pada malam hari karena faktor cuaca yang buruk dan visibility (jarak pandang) yang rendah. Kami akan melanjutkan pencarian pada pagi hari, Senin, 26 Agustus 2024, pukul 07.00 WIT," ujarnya.

Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang selama dua pekan ke depan. 

Baca Juga:
Dalam Penanganan Darurat Medis, Bupati Gorontalo Sebut Pengemudi Ambulans Mempunyai Peran Penting Sebagai Garda Terdepan

Keputusan ini diambil untuk memberikan waktu yang cukup bagi upaya evakuasi dan pemulihan. 

Fathur Rachman mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari tim penyelamat. 

“Kami mengharapkan dukungan dan kesabaran dari masyarakat selama masa sulit ini. Tim kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencari dan menyelamatkan korban,” katanya.

Pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait juga telah bergerak cepat dalam memberikan bantuan darurat, termasuk kebutuhan pokok dan perawatan medis kepada korban. 

Baca Juga:
Beberapa Orang Dilaporkan Terluka dan yang Lainnya Ditangkap Selama Serangan yang Dilakukan Pemukim Penjajah Israel di Desa al-Buwaib Tepi Barat

Diharapkan, upaya kolaboratif ini dapat mempercepat proses pemulihan dan mengurangi dampak bencana bagi masyarakat Ternate. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Diterjang Banjir Bandang pada Minggu Dini Hari, Akses Jalan Lingkar Kota Ternate Dilaporkan Terputus

Akses jalan lingkar Kota Ternate dikabarkan terputus akibat diterjang oleh banjir bandang pada hari Minggu dini hari tadi.

Terdampak Banjir Bandang, Bantuan Modal Usaha dari Kemenkop Diberikan Pemkab Parigi Moutong kepada 150 Pelaku UMKM

Sebanyak 150 pelaku UMKM yang terkena dampak banjir bandang mendapatkan bantuan modal usaha dari Kemenkop.

Lebih dari 100 Hektare Rusak Dampak Banjir Bandang, Dinas TPHP Parigi Moutong Upayakan Pemulihan Lahan Persawahan

Pemulihan lahan persawahan yang rusak akibat banjir bandang diupayakan oleh Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong.

Dilakukan 2 Tahap, Anggota DPRD Sulteng Terpilih Rachmat Syah Tawainella Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Parigi Moutong

Bantuan untuk korban banjir bandang di Parigi Moutong disalurkan oleh calon anggota DPRD Provinsi Sulteng, Rachmat Syah Tawainella.

Musibah Banjir Bandang, BPBD Parigi Moutong Sebut Pihaknya Terbuka untuk Siapa Saja yang Ingin Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan

Pihak BPBD Parigi Moutong menyatakan siapa saja yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang dipersilakan.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;