Terduga Pimpinan JAD Bima Ditangkap! Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan Terkait 2 Terduga Teroris di NTB Ini

Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap dua terduga teroris JAD di NTB.
Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap dua terduga teroris JAD di NTB. Source: Foto/PMJ News

Bima, gemasulawesi - Dua anggota kelompok teroris Jamaan Anshorut Daulah (JAD) di Bima, Nusa Tenggara Barat, ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri. 

Penangkapan ini memicu perhatian publik karena mengungkap jaringan radikal yang lebih luas, termasuk metode perekrutan dan pelatihan fisik yang dilakukan oleh kelompok tersebut. 

Kedua tersangka, berinisial LHM dan DW, ditangkap di lokasi yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan.

Keterlibatan LHM, yang diduga sebagai Amir atau pimpinan spiritual kelompok, menambah berat kasus ini. 

Baca Juga:
Dalam Upaya Penanggulangan Dampak Banjir, Satpol PP Provinsi Gorontalo Menerima Peralatan Pendukung untuk Melakukan Pembersihan pada Rumah Warga yang Terdampak

LHM kerap menggunakan posisinya untuk menyebarkan paham radikal melalui khutbah Jumat yang disampaikannya kepada masyarakat umum dan anggota kelompok. 

Menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, LHM juga bertanggung jawab mengkoordinir berbagai kegiatan kelompok JAD, termasuk menggerakkan halaqoh di wilayah Bima, Sumbawa Barat, dan Pulau Lombok.

Selain LHM, tersangka DW memiliki peran penting dalam proses kaderisasi dan pelatihan fisik. 

DW aktif melatih anggota dalam kemampuan bela diri serta renang laut, yang disebut-sebut sebagai persiapan untuk aksi teror di masa depan. 

Baca Juga:
Setelah Aksi Pria Bersenjata Tajam di Pulogadung Jakarta Timur Viral, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Fakta ini mengungkap betapa sistematisnya kelompok JAD dalam membangun kekuatan fisik dan ideologis para anggotanya. 

Kedua tersangka juga diketahui telah mengikuti baiat massal kepada kelompok ISIS sebelum bergabung dengan JAD Bima.

"Sebelumnya, kedua terduga teroris ini mengikuti baiat massal kepada kelompok ISIS dan akhirnya bergabung kelompok JAD Bima," ujar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, dikutip pada Minggu, 8 September 2024.

Penangkapan ini membawa bukti tambahan berupa senapan angin dan 15 buku terkait ideologi radikal yang berhasil disita oleh Densus 88. 

Baca Juga:
Sekjen Aliansi Jurnalis Independen Sebut Pers di Sulteng Diajak Jaga Ruang Redaksi dari Intervensi Politik

Kasus ini semakin mempertegas bahwa JAD Bima merupakan bagian dari jaringan teroris yang berbahaya dan memiliki strategi perekrutan yang masif.

Erdi mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kelompok-kelompok yang menyebarkan ajaran radikal dan selalu memeriksa lembaga pendidikan yang diikuti oleh anak-anak mereka. 

Kelompok JAD telah ditetapkan sebagai kelompok teror berdasarkan keputusan pengadilan, dan masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan jaringan tersebut. 

Penangkapan ini menunjukkan betapa terstruktur dan sistematisnya upaya perekrutan yang dilakukan oleh kelompok teroris di berbagai wilayah. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Setelah Gorontalo, Densus 88 Antiteror Polri Kembali Tangkap 2 Terduga Teroris di Bekasi

Densus 88 tangkap terduga teroris di Bekasi. Simak informasi terbaru mengenai penangkapan dan investigasi terkait.

Tak Hanya Terhubung dengan Jaringan Al Qaeda in AQAP, Ini 4 Fakta Mengejutkkan tentang Penangkapan Terduga Teroris di Gorontalo

Kasus penangkapan terduga teroris di Gorontalo membuka tabir keterlibatannya dengan kelompok ekstremis internasional dan jejak kejahatannya.

Gegerkan Publik! Heboh Penangkapan Terduga Teroris Jaringan Internasional Al Qaeda di Gorontalo, Ini Sosoknya

Densus 88 tangkap terduga teroris di Gorontalo, memicu kepanikan publik. Pria tersebut terkait jaringan teroris internasional AQAP.

Bersama dengan Eks Narapidana Terorisme, Polisi yang Tergabung dalam Satgas Madago Raya Polda Sulteng Bentangkan Bendera Merah Putih di Gunung Biru Poso

Di Gunung Biru, Poso, polisi yang tergabung dalam Satgas Madago Raya Polda Sulteng membentangkan bendera merah putih bersama eks napiter.

Lagi! 2 Tersangka Teroris Simpatisan ISIS di Jakarta Barat Berhasil Diringkus Densus 88, Ini Sejumlah Barang Bukti yang Diamankan

Densus 88 menangkap dua tersangka teroris di Jakarta Barat, diduga simpatisan ISIS, beserta barang bukti terkait.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;