Setelah Gorontalo, Densus 88 Antiteror Polri Kembali Tangkap 2 Terduga Teroris di Bekasi

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar membenarkan penangkapan terduga teroris di Bekasi.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar membenarkan penangkapan terduga teroris di Bekasi. Source: Foto/PMJ News

Nasional, gemasulawesi - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror kembali menggelar operasi penangkapan terduga teroris di wilayah Bekasi, Jawa Barat. 

Penangkapan ini dilakukan pada Rabu, 4 September 2024, namun rincian lebih mendalam mengenai kejadian tersebut belum sepenuhnya diungkap ke publik.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol. Aswin Siregar, mengonfirmasi adanya penangkapan tersebut dan menyebutkan bahwa saat ini kedua orang yang ditangkap sedang menjalani pemeriksaan intensif. 

Kombes Aswin menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi penangkapan maupun peran spesifik dari kedua individu yang terlibat.

Baca Juga:
Kecelakaan Mengerikan di Tanjakan Kramat Citayam Depok, 2 Wanita Pengendara Motor Alami Luka Serius Usai Tertabrak Truk yang Gagal Nanjak

“Benar bahwa ada kegiatan penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 di Bekasi. Saat ini, kami masih dalam tahap pemeriksaan mendalam terhadap kedua terduga. Kronologi dan peran mereka dalam jaringan teroris masih dalam proses penyelidikan,” jelas Kombes Pol. Aswin Siregar saat dihubungi media.

Penangkapan ini terjadi setelah operasi serupa sebelumnya di Gorontalo, di mana Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial YLK. 

Terduga ini dikenal karena pernah merencanakan aksi teror bom bunuh diri di Bursa Efek Singapura pada tahun 2015. 

Menurut keterangan Kombes Aswin, YLK menerima perintah dari pimpinan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) untuk melaksanakan serangan tersebut.

Baca Juga:
Terekam Kamera CCTV! 2 Remaja Ini Mendadak Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal di Cengkareng Jakarta Barat, Polisi Buru Pelaku

 Namun, YLK ditolak oleh Imigrasi Singapura saat mencoba memasuki negara tersebut melalui jalur laut dan akhirnya dideportasi ke Batam.

“YLK mengungkap bahwa ia mendapatkan instruksi dari AM/AZ, anggota AQAP, untuk melakukan serangan teror di Bursa Efek Singapura. Tapi ia ditolak oleh pihak Imigrasi Singapura dan dideportasi ke Batam pada 2015,” ujar Kombes Aswin.

Setelah peristiwa tersebut, YLK berusaha menghapus jejaknya dengan mengganti identitasnya. 

Polisi juga menyita beberapa barang bukti dari YLK, termasuk buletin dakwah Hizb ut-Tahrir Indonesia, paspor atas nama YLK, dan dokumen pemeriksaan Imigrasi Singapura. 

Baca Juga:
Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Senilai Rp 4,4 Miliar di Bogor Terungkap, Begini Cara Pelaku Mengelabui Korbannya

YLK sebelumnya juga pernah ditahan pada 2003 karena kepemilikan senjata api laras panjang, yang merupakan titipan dari pelaku teror Bom Bali I.

Sementara itu, penangkapan terbaru di Bekasi menunjukkan komitmen Densus 88 dalam menangani ancaman terorisme. 

Proses pemeriksaan terhadap kedua terduga teroris di Bekasi diharapkan dapat mengungkap lebih banyak informasi mengenai jaringan teror dan potensi ancaman yang ada. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tak Hanya Terhubung dengan Jaringan Al Qaeda in AQAP, Ini 4 Fakta Mengejutkkan tentang Penangkapan Terduga Teroris di Gorontalo

Kasus penangkapan terduga teroris di Gorontalo membuka tabir keterlibatannya dengan kelompok ekstremis internasional dan jejak kejahatannya.

Gegerkan Publik! Heboh Penangkapan Terduga Teroris Jaringan Internasional Al Qaeda di Gorontalo, Ini Sosoknya

Densus 88 tangkap terduga teroris di Gorontalo, memicu kepanikan publik. Pria tersebut terkait jaringan teroris internasional AQAP.

Bersama dengan Eks Narapidana Terorisme, Polisi yang Tergabung dalam Satgas Madago Raya Polda Sulteng Bentangkan Bendera Merah Putih di Gunung Biru Poso

Di Gunung Biru, Poso, polisi yang tergabung dalam Satgas Madago Raya Polda Sulteng membentangkan bendera merah putih bersama eks napiter.

Lagi! 2 Tersangka Teroris Simpatisan ISIS di Jakarta Barat Berhasil Diringkus Densus 88, Ini Sejumlah Barang Bukti yang Diamankan

Densus 88 menangkap dua tersangka teroris di Jakarta Barat, diduga simpatisan ISIS, beserta barang bukti terkait.

Fakta Baru Terungkap Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Kota Batu Malang, Densus 88 Antiteror Polri Temukan Hal Ini

Densus 88 Antiteror Polri mengungkap fakta baru terkait dengan penangkapan terduga teroris di Malang yang gemparkan warga.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;