Terkait Lokasi Pencabutan Nomor Urut Peserta Pilkada 2024, KPU Sulawesi Selatan Melakukan Konsultasi dengan KPU RI

Ket. Foto: KPU Sulawesi Selatan Berkonsultasi dengan KPU Berkaitan Lokasi Pencabutan Nomor Urut Peserta Pilkada
Ket. Foto: KPU Sulawesi Selatan Berkonsultasi dengan KPU Berkaitan Lokasi Pencabutan Nomor Urut Peserta Pilkada Source: (Foto/ANTARA/Darwin Fatir.)

Makassar, gemasulawesi – KPU Provinsi Sulawesi Selatan berkonsultasi dengan KPU RI terkait dengan lokasi pencabutan nomor urut peserta Pilkada 2024 sebab kapasitas aula yang dimiliki relatif terbatas.

Dalam keterangannya, Ketua KPU Sulawesi Selatan, Hasbulllah, mengatakan untuk lokasi tersebut pencabutan nomor urut, pihaknya diperintahkan dilaksanakan di kantor KPU masing-masing.

Hasbulllah menyatakan cuma untuk kantor ini menghadirkan 2 paslon, untuk 2 pasangan calon saja kemarin pendaftaran telah tidak muat.

Baca Juga:
Fordas Provinsi Gorontalo Terus Melakukan Upaya untuk Mendorong Perubahan Perilaku Masyarakat dalam Penyelamatan Danau Limboto

“Kapasitas aula kantor KPU Sulawesi Selatan diyakini tidak dapat menampung ratusan orang pendukung pasangan calon peserta Pilkada,” ujarnya.

Dia melanjutkan sebab jika pihaknya prosesnya di aula tersebut cuma dapat memuat berapa orang.

“Itu yang coba kita komunikasikan dengan pimpinan KPU, mudah-mudahan ada solusi terkait kebijakan yang harus dilaksanakan di kantor,” katanya.

Baca Juga:
Pendaftaran untuk Pengawas Tempat Pemungutan Suara Mulai Dibuka oleh Bawaslu Kabupaten Luwu Utara

Dikutip dari Antara, kini pihaknya masih menunggu respons KPU walaupun telah disampaikan kapasitas kantor untuk pelaksanaan penetapan dan pencabutan nomor urut 2 pasang bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan relatif terbatas.

Dia menyebutkan tetapi itu merupakan kebijakan pimpinan, apa pun yang jadi kebijakannya akan pihaknya laksanakan.

“Tetapi sebelum pelaksanaannya, akan kita sampaikan juga kondisi kantor kita yang tidak memadai untuk proses pengundian nomor urut paslon atau pasangan calon,” ucapnya.

Baca Juga:
Melalui Yayasan Muslim Sinar Mas, Pj Gubernur Gorontalo Menerima Bantuan Al Qur’an dari Sinar Mas dan APP Group

Hasbulllah berharap pimpinan KPU dapat memahami kondisi kantor KPU Sulawesi Selatan yang relatif terbatas untuk menampung massa pendukung pasangan calon, sebagaimana terjadi saat tahapan pendaftaran bakal pasangan calon.

“Mudah-mudahan ada kemungkinan yang diberikan oleh KPU untuk kesempatan khusus, sebab kantor yang tertentu ini sepertinya tidak memadai,” tuturnya.

Dia melanjutkan jika disuruh pindah itu gampang, pihaknya tinggal memilih tempat atau hotel yang memadai.

Baca Juga:
Pj Bupati Pinrang Secara Langsung Menyerahkan Bantuan dalam Program Atensi untuk Lansia, Penyandang Disabilitas, dan Anak-Anak

Dia mengatakan terkait sistem pencabutan nomor urut masih menunggu Juknis atau petunjuk teknis dari KPU RI. Kendati telah ada surat yang diterima soal simulasi.

Dia menyatakan tetapi untuk aturan teknis dan selanjutnya, pihaknya tinggal menunggu teman-teman balik dari Jakarta untuk rakor.

Dia menyebutkan rencananya pihaknya akan melaksanakan pengundian nomor urut tanggal 23 setelah pelaksanaan penetapan calon 22 September 2024. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Aksi Penodongan di Depok Viral, Dua Remaja Bersenjata Tajam Ancam Pedagang Warung Madura dengan Celurit

Aksi penodongan pedagang di Depok oleh dua remaja bersenjata tajam jadi viral. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini.

Jadi Korban Perampokan Sadis, Pengemudi Taksi Online Dibuang di Pinggir Tol JORR Bekasi, Begini Modus Kejam Pelaku

Korban wanita dibuang di tol dan mobilnya dirampas. Polisi beberkan motif pelaku saat melancarkan aksinya.

Belasan Warga Sukabumi Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Myanmar, Minta Bantuan Presiden agar Segera Dipulangkan

Korban TPPO asal Sukabumi disekap di Myanmar, keluarga harap pemerintah Indonesia bertindak cepat memulangkan mereka.

Terungkap! Polisi Beberkan Motif Pegawai Minimarket di Jakarta Pusat Tusuk Rekan Kerjanya hingga Tewas, Ternyata Gegara Masalah Ini

Penusukan tragis di minimarket Jakarta Pusat, pegawai tewas akibat sakit hati atas ucapan korban yang seperti ini. Simak selengkapnya.

Tragis! Bocah 3 Tahun Terlindas Minibus dalam Insiden Tabrak Lari di Tangerang Selatan, Polisi Buru Pelaku yang Kabur

Bocah berusia 3 tahun menjadi korban tabrak lari di Tangerang Selatan, polisi masih mengejar pelaku yang kabur dari lokasi.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;