Aksi ASN Bekasi Larang Tetangganya yang Beragama Kristen Beribadah di Rumah Viral, Alasan Izin Tempat Ibadah Disorot

Viral ASN Bekasi melarang ibadah di rumah karena izin, Pj Wali Kota janji tangani dengan adil.
Viral ASN Bekasi melarang ibadah di rumah karena izin, Pj Wali Kota janji tangani dengan adil. Source: Foto/tangkap layar Instagram @fakta.indo

Bekasi, gemasulawesi - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ASN Pemkot Bekasi yang melarang tetangganya yang beragama Kristen untuk berdoa di rumahnya sendiri viral di media sosial.

Kejadian ini terjadi di Perumnas 2, Bekasi Selatan dan dengan cepat beredar luas. 

ASN yang merupakan seorang Kepala Bidang di Dinas Pariwisata Bekasi beralasan bahwa tempat ibadah, meskipun di rumah pribadi, harus memiliki izin resmi.

Aksi ini memicu kontroversi, karena dinilai membatasi kebebasan beribadah. 

Baca Juga:
Kecelakaan Maut Truk ELF Nekat Hantam Satu Towing di Banyuwangi Hingga Sebabkan 4 Korban Tewas, Inilah Kronologinya

Dalam video yang tersebar, ASN tersebut dengan tegas meminta tetangganya untuk tidak melakukan kegiatan doa tanpa izin, mengklaim bahwa rumah tersebut tidak boleh dijadikan tempat ibadah.

Menanggapi viralnya video tersebut, Pj Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, menyatakan akan melakukan investigasi lebih lanjut.

Gani menyampaikan bahwa hak beribadah adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang, dan pihaknya akan memastikan bahwa aturan yang ada tidak disalahgunakan untuk membatasi kebebasan beragama.

“Kami akan memanggil semua pihak yang terkait, mendengarkan penjelasan dan mencari solusi terbaik agar tidak ada kesalahpahaman di tengah masyarakat. Harmoni dan toleransi antarumat beragama harus tetap dijaga,” ujar Gani dalam keterangannya kepada media, dikutip pada Selasa, 24 September 2024.

Baca Juga:
Heboh Kecelakaan Bus Surya Bali Tabrak 2 Truk Tronton Hingga Sebabkan 6 Korban Tewas, Begini Kronologinya

Di media sosial, beragam komentar bermunculan terkait aksi ASN di Bekasi yang melarang tetangganya untuk berdoa di rumah. 

Banyak netizen menyoroti tindakan tersebut sebagai bentuk pembatasan kebebasan beribadah. 

Sebagian pengguna media sosial mengungkapkan rasa kecewa dan menyayangkan sikap ASN tersebut.

"ASN kok intoleran, pecat lah," komentar akun @des***.

Baca Juga:
Viral Perampok Sadis Ini Menewaskan Warga Asal Bogor, Sebut Rencanakan Aksinya Sejak 2 Hari, Ini Tanggapan Wakapolres

Sebagian besar komentar mengkritik keras aksi ASN yang dianggap berlebihan, dengan menyebut bahwa kegiatan berdoa di rumah pribadi tidak seharusnya memerlukan izin resmi. 

"Ibu kalau di rumah ada pengajian, tasyakuran, sedekahan, tahlil, kalau tetangga ibu sama melarang dan minta surat izin juga gimana rasanya? Kok bisa ASN kayak gini," komentar akun @dfy***.

Di sisi lain, ada pula yang mendukung aturan tersebut, dengan alasan bahwa izin tempat ibadah diperlukan untuk menghindari potensi gangguan atau konflik antar warga.

Kontroversi ini pun memicu diskusi lebih lanjut tentang regulasi tempat ibadah di kawasan perumahan, serta perlunya pemerintah memberikan panduan yang jelas dan tidak mengurangi hak konstitusional warga untuk beribadah. 

Baca Juga:
Viral Gegara Gagal Curi Motor di Dekat Polsek Dringu Probolinggo, Pria Ini Kena Amukan Warga Setempat, Ini Kronologinya

Netizen mendesak agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini demi menjaga kerukunan umat beragama di masyarakat.

Kasus ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan pemerintah daerah, dengan fokus untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan di masyarakat yang majemuk. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Kecelakaan Maut Truk ELF Nekat Hantam Satu Towing di Banyuwangi Hingga Sebabkan 4 Korban Tewas, Inilah Kronologinya

Geger kecelakaan truk ELF nekat tabrak satu towing sehingga menyebabkan empat korban tewas di lokasi yang berada di Banyuwangi.

Heboh Kecelakaan Bus Surya Bali Tabrak 2 Truk Tronton Hingga Sebabkan 6 Korban Tewas, Begini Kronologinya

Viral kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Pati menyebabkan Bus Surya Bali menabrak 2 truk tronton yang menyebabkan enam orang meninggal.

Viral Perampok Sadis Ini Menewaskan Warga Asal Bogor, Sebut Rencanakan Aksinya Sejak 2 Hari, Ini Tanggapan Wakapolres

Viral aksi perampokan di Bogor sempat diciduk kepolisian gegara sebabkan korbannya meninggal dunia dan dijerat hukuman mati.

Viral Gegara Gagal Curi Motor di Dekat Polsek Dringu Probolinggo, Pria Ini Kena Amukan Warga Setempat, Ini Kronologinya

Viral seorang pria residivis asal Kabupaten Lumajang diamuk warga setempat lantaran melakukan pencurian motor sehingga diamuk oleh warga.

Udang Vaname Dibudidayakan Masyarakat Kabupaten Mamuju di Areal Seluas 1.800 Hektare di Kecamatan Papalang

Masyarakat Mamuju melakukan budidaya udang vaname di areal seluas 1.800 hektare di Kecamata Papalang, tepatnya Desa Bonda.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;