Penemuan Ikan Hiu Makan Jasad Perempuan Hebohkan Warga Alor NTT, Korban Diduga Seorang Penyelam dari Amerika Serikat

Potret ikan hiu yang memakan seorang jasad perempuan di perairan Pulai Alor – Timor Leste
Potret ikan hiu yang memakan seorang jasad perempuan di perairan Pulai Alor – Timor Leste Source: (Foto/Twitter/@ScariestProject)

Nusa Tenggara Timur, gemasulawesi - Penemuan jasad perempuan di dalam perut ikan hiu menghebohkan warga Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebenernya, penemuan jasad perempuan tersebut terjadi di Distrik Liquisa, Timor Leste. Namun, kabar tersebut juga ramai di NTT karena Distrik Liquisa berbatasan laut dengan Kabupaten Alor.

Dilansir dari unggahan akun Twitter atau X @ScariestProject, tampak jasad perempuan yang ditemukan tersebut hanya berupa tangan.

Tangan jasad tersebut tampak menggunakan perlengkapan menyelam, sehingga kuat diduga bahwa perempuan tersebut merupakan seorang penyelam.

Baca Juga:
Pembangunan Ponpes Tahfizhul Quran Hj Opy Maulidiar di Konawe Selatan Mengusung Konsep Pendidikan Kemandirian

Selain itu, ada juga foto yang memperlihatkan hiu pemakan perempuan tersebut. Ikan hiu itu tampak sudah dibelah perutnya oleh warga setempat.

"Warga Di Liquica Batas Laut Langsung Dengan Alor Temukan Mayat Seorang Perempuan Didalam Perut Ikan Hiu. Minggu (06/10/2024)." Tulis keterangan akun X @ScariestProject.

Menanggapi unggahan tersebut, beberapa warganet menduga jika perempuan yang dimakan ikan hiu tersebut adalah seorang turis asal Amerika Serikat yang sempat dikabarkan hilang ketika melakukan diving di Pulau Reong, Maluku Barat Daya.

"Bisa jadi ni yg dimakan. Hilang 26 september. Ditemukan mayat dalam tubuh hiu 6 oktober. Belum lama jaraknya cuma 10 hari," tulis balasan dari akun @den*** menanggapi dugaan turis perempuan Amerika Serikat yang jadi korban ikan hiu.

Baca Juga:
Harga Cabai Merah Keriting di Kabupaten Sleman Dilaporkan Mengalami Penurunan yang Signifikan

Salah satu warganet lain bahkan menjelaskan hal-hal yang mendukung dugaan tersebut, seperti jarak antara Pulau Reong dan Alor, hingga ukuran tangan jasad yang sepertinya ukuran orang luar negeri.

"Bisa jadi, 1. Jarak pulau Alor dan Pulau Reong cukup dekat 2. Waktu hilangnya turis & waktu penemuan potongan tubuh hanya 10 hari 3. Kalau dilihat dari ukuran tangan mayat mirip dengan ciri2 si turis yang hilang 4. Mayat memakai baju selam," tulis balasan dari akun @sep***.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa terdapat kabar jika ada seorang turis perempuan asal Amerika Serikat yang hilang di Pulai Reong pada akhir bulan September 2024.

Turis perempuan tersebut dikabarkan hilang ketika melalukan diving atau menyelam di kawasan Pulai Reong.

Akan tetapi, hal itu tentu masih menjadi dugaan oleh warganet saja, pasalnya kebenaran identitas perempuan yang dimakan ikan hiu tersebut belum diketahui secara pasti.

Untuk saat ini, pihak KBRI serta pihak berwenang di Timor Lester melakukan investigasi terkait identitas jasad yang ditemukan di dalam perut ikan hiu tersebut. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Pembangunan Ponpes Tahfizhul Quran Hj Opy Maulidiar di Konawe Selatan Mengusung Konsep Pendidikan Kemandirian

Pembangunan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Hj Opy Maulidiar di Konsel, Provinsi Sultra mengusung konsep pendidikan kemandirian.

Gunung Merapi Keluarkan 15 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya dengan Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Guguran lava dilaporkan dimuntahkan oleh Gunung Merapi yang bergerak menuju ke arah barat daya atau Kali Bebeng.

Harga Cabai Merah Keriting di Kabupaten Sleman Dilaporkan Mengalami Penurunan yang Signifikan

Penurunan harga yang signifikan dilaporkan dialami oleh cabai merah keriting atau CMK di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Sebanyak 361 Mahasiswa Universitas Terbuka Kendari Menggelar Kegiatan OSMB dan PKBJJ

Kegiatan OSMB dan PKBJJ dilaporkan digelar oleh 361 mahasiswa Universitas Terbuka Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

KPU Sulawesi Tenggara Menggandeng Kejati untuk Memberikan Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Pilkada

Kejati digandeng oleh KPU Sulawesi Tenggara untuk memberikan penyuluhan hukum tindak pidana Pilkada di Baubau.

Berita Terkini

wave

Festival Teluk Tomini 2026 Tetap Megah Meski Terdepak dari Agenda Nasional

Festival Teluk Tomini 2026 resmi dibuka. Meski absen dari kalender nasional akibat kendala anggaran, Pemda Parigi Moutong tetap tampil total

Menakar Urgensi Tenaga Ahli di Parigi Moutong: Investasi Solusi atau Beban Politik APBD?

Tenaga ahli sejatinya harus menjadi solusi bukan hanya menjadi beban APBD tanpa kontribusi terhadap kepentingan daerah.

Tekan Biaya Sosial, Anggota DPRD Serli Prioritaskan Bantuan Alat Duka di Tomini

Legislator PAN Serli tampung aspirasi PKK Tomini Utara terkait bantuan alat prasmanan & tenda guna ringankan beban biaya sosial warga desa.

Legislator Parigi Moutong Arpan Sahar Peringatkan Bahaya Narkoba Saat Reses

Legislator PDIP Arpan Sahar serap aspirasi warga Sidoan. Fokus pada bantuan tani, infrastruktur jalan, hingga edukasi bahaya narkoba.

BPBD Parigi Moutong Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Kecelakaan Laut

BPBD Parigi Moutong bekali nelayan Bantaya teknik penyelamatan mandiri dan prediksi cuaca maritim guna tekan angka kecelakaan di laut.


See All
; ;