Polisi Temukan Fakta Mengejutkan Terkait Sosok Pria yang Menyandera Anak di Pos Polisi Pejaten Jakarta Selatan

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi mengungkap fakta mengejutkan tentang pria yang menyandera anaknya di pos polisi Pejaten, Jakarta Selatan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi mengungkap fakta mengejutkan tentang pria yang menyandera anaknya di pos polisi Pejaten, Jakarta Selatan. Source: Foto/dok. Polda Metro Jaya

Jakarta, gemasulawesi - Kasus penyanderaan seorang anak di Pos Polisi Pejaten menarik perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan mendalam. 

Seorang pria berinisial IJ (54) diamankan setelah menyandera anak perempuan berinisial S dengan senjata tajam. 

Insiden ini menjadi viral di media sosial dan menggugah kepedulian masyarakat terhadap keselamatan anak.

Dalam rekaman video yang beredar, IJ terlihat mengancam S dengan pisau di lehernya, menciptakan momen yang penuh ketegangan. 

Baca Juga:
Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Timah, Harvey Moeis Akui Terima Insentif Bulanan Senilai Ratusan Juta dari Sosok Ini

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, menjelaskan bahwa IJ adalah teman bisnis dari orang tua korban yang dikenal dengan inisial Y. 

"Pelaku adalah teman bisnis dari orang tua korban," ungkap Nurma saat diwawancarai wartawan pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa IJ berada dalam kondisi terpengaruh narkoba jenis sabu saat melakukan penyanderaan. 

Nurma menambahkan, "Jadi sebenarnya motif dia melakukan hal itu hanya karena ingin menjadikan anak ini sebagai tameng. Karena dia memakai sabu, sudah diperiksa dan dia terbukti positif pakai sabu." 

Baca Juga:
Viral Seorang Wanita Mencuri Helm di Stasiun Mojokerto, Bisa Lolos dengan Santai dari Pantauan Petugas Parkir

Ia menjelaskan bahwa IJ mengalami halusinasi, mengira bahwa dirinya sedang dikejar oleh orang lain, sehingga menjadikan S sebagai perlindungan. 

"Dia takut, halusinasinya dikejar orang. Jadi dia berhalusinasinya bahwa dia itu dikejar orang," tambah Nurma.

Proses penanganan situasi berlangsung cukup efektif. Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, mengungkapkan bahwa negosiasi dengan IJ hanya berlangsung sekitar 15 menit. 

"Hitungan menit (korban disandera, tidak lama, kita nego aja. (Negosiasi) sekitar 15 menit," ujarnya, menekankan pentingnya keterampilan negosiasi yang berhasil menghindarkan korban dari bahaya.

Baca Juga:
Viral Oknum Pendekar Pencak Silat di Tulungagung Tidak Berani Saat Ditantang Warga Duel Satu Lawan Satu, Warganet Heran

Saat ini, IJ akan dijerat dengan berbagai pasal dalam undang-undang, termasuk Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Perlindungan Anak. 

Selain itu, pelaku juga dapat dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Darurat akibat penggunaan senjata tajam. 

IJ kini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kejadian ini mengingatkan kita akan bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampaknya yang dapat membahayakan orang lain, khususnya anak-anak. 

Baca Juga:
Viral Kebakaran di Karawaci Tangerang Hanguskan Pabrik Kimia, Kepulan Asap dan Kobaran Api Besar Hebohkan Warganet

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga keamanan anak-anak di sekitar mereka. 

Semoga insiden seperti ini tidak terulang di masa depan dan langkah-langkah preventif dapat diterapkan secara efektif. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Viral Seorang Wanita Mencuri Helm di Stasiun Mojokerto, Bisa Lolos dengan Santai dari Pantauan Petugas Parkir

Viral seorang wanita terekam kamera CCTV sedang melakukan pencurian helm di area parkir Stasiun Mojokerto, Jawa Timur

Viral Oknum Pendekar Pencak Silat di Tulungagung Tidak Berani Saat Ditantang Warga Duel Satu Lawan Satu, Warganet Heran

Seorang warga di Tulungagung viral karena menantang oknum pendekar pencak silat yang kerap keroyokan namun tidak berani satu lawan satu

Viral Kebakaran di Karawaci Tangerang Hanguskan Pabrik Kimia, Kepulan Asap dan Kobaran Api Besar Hebohkan Warganet

Kebakaran pabrik kimia di kawasan Karawaci Tangerang viral dan hebohkan warga karena kepulan asap dan api pada saat kebakaran cukup besar

Dituduh Pukul Siswa, Guru di Wonosobo Dimintai Uang Damai Rp 70 Juta Oleh Orang Tua Murid, Begini Kronologinya

Begini kronologi pertikaian antara seorang guru SD di Wonosobo dengan salah satu orang tua murid, sang guru dituduh pukul siswa

Viral Fenomena Hujan Es Batu Terjadi di Depok Jawa Barat, Suara Benturan Es di Atap Genteng Warga Terdengar Keras

Fenomena hujan es batu terjadi di Depok, Jawa Barat baru-baru ini, berbarengan dengan hujan angin di beberapa wilayah Depok

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;