Tegas! 97 Pegawai Pemkab Probolinggo yang Tak Ikut Upacara Hari Pahlawan Dijatuhi Sanksi Berjemur Selama 4 Jam

Sebanyak 97 pegawai Pemkab Probolinggo dijatuhi sanksi dijemur 4 jam karena absen dalam upacara Hari Pahlawan.
Sebanyak 97 pegawai Pemkab Probolinggo dijatuhi sanksi dijemur 4 jam karena absen dalam upacara Hari Pahlawan. Source: Foto/Beritasatu.com/Zulkiflie

Probolinggo, gemasulawesi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memberikan sanksi berat kepada 97 pegawai yang tidak hadir dalam upacara peringatan Hari Pahlawan.

Sanksi ini diberikan pada Selasa, 12 November 2024 dengan dijemur di bawah terik matahari selama empat jam, yang dijatuhkan oleh Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto. 

Menurut Ugas, pemberian sanksi ini bertujuan untuk menegakkan disiplin di kalangan pegawai Pemkab Probolinggo dan memberikan rasa keadilan bagi mereka yang sudah hadir dalam upacara dengan tepat waktu.

Sebelumnya, pada Senin, 11 November 2024, para pegawai yang absen dalam upacara Hari Pahlawan juga sudah dijatuhi sanksi serupa, yaitu dijemur selama dua jam. 

Baca Juga:
Minta Maaf atas Keterlibatan Pegawainya dalam Kasus Judi Online, Momen Menkomdigi Meutya Hafid Menangis Viral

Namun, sanksi pada hari Selasa lebih berat, yakni empat jam, untuk para pegawai yang kembali tidak hadir tanpa alasan yang jelas. 

Ugas menjelaskan bahwa sanksi ini diterapkan untuk memberikan efek jera dan memastikan agar pegawai lebih disiplin ke depannya. 

“Kedisiplinan adalah hal yang sangat penting dalam pekerjaan pemerintahan. Setiap pegawai harus menghormati tugas dan tanggung jawab mereka,” ujar Ugas.

Pemkab Probolinggo memiliki harapan besar agar tindakan tegas ini dapat membangun budaya disiplin di kalangan pegawai. Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan, sebanyak 495 pegawai diundang untuk hadir. 

Baca Juga:
Menang Praperadilan! Status Tersangka Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam Kasus Dugaan Suap Dinyatakan Gugur, Ini Alasannya

Namun, hanya 398 orang yang datang, sedangkan 97 pegawai lainnya tidak hadir tanpa alasan yang jelas. 

"Kami sudah mengundang 33 organisasi perangkat daerah (OPD) dengan masing-masing membawa 15 pegawainya, tetapi hanya sedikit yang datang. Itu sangat mengecewakan," ungkapnya.

Data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo mencatat bahwa pegawai yang absen berasal dari berbagai kalangan, termasuk pegawai PPPK dan pejabat eselon III. 

Sanksi dijemur dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB siang. 

Baca Juga:
Viral! Gegara Tak Terima Anaknya Diejek, Pengusaha di Surabaya Ini Paksa Siswa SMA Sujud dan Menggonggong di Jalan

Pemkab Probolinggo juga menyiapkan petugas medis dan ambulans untuk mengantisipasi jika ada pegawai yang pingsan akibat terlalu lama terpapar panas matahari.

Selain itu, Pemkab Probolinggo mengancam akan menunda pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi mereka yang tidak mau menjalani sanksi. 

Hal ini dilakukan agar pegawai lebih menghargai peraturan dan disiplin dalam menjalankan tugas. 

Ugas menjelaskan bahwa tujuan dari pemberian sanksi ini bukan hanya untuk mendidik pegawai agar lebih disiplin, tetapi juga untuk menjaga kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo. 

Baca Juga:
Belasan Kendaraan Ringsek Parah, Kakorlantas Polri Beberkan Temuan Baru terkait Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Ia menginginkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.

Sanksi ini juga bukan kali pertama diberlakukan. Sebelumnya, pada upacara Hari Koperasi Nasional pada Juli 2024, sejumlah pegawai juga tidak hadir tanpa alasan yang jelas, meskipun sudah ada undangan resmi. 

Ugas menegaskan bahwa ketidakhadiran pegawai yang tidak dapat dipertanggungjawabkan bisa merusak citra Pemkab Probolinggo di mata masyarakat.

 "Kami ingin membangun pemerintahan yang benar-benar disiplin dan bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat," tegasnya.

Baca Juga:
Terungkap! 2 Tersangka Baru Kasus Judi Online Ditangkap di Luar Negeri Ternyata Bukan Pegawai Komdigi, Ini Sosoknya

Pemberian sanksi ini diharapkan dapat memberi pelajaran bagi para pegawai Pemkab Probolinggo untuk selalu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Talud Setinggi 5 Meter Longsor, Rumah Warga di Kulon Progo Terbelah Menjadi Dua, Begini Kerusakan yang Dialaminya

Salah satu rumah warga di Kulon Progo terbelah menjadi dua setelah talud yang menjadi penyangganya longsor akibat air hujan

Terdampak Erupsi Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT , 11.553 Warga Terpaksa Mengungsi, Begini Kata BNPB

11.553 warga mengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi, pemerintah siapkan langkah tanggap darurat untuk keselamatan.

Langgar Aturan Operasional, 19 Truk Tambang di Tangerang Kena Tilang dan Dihadang Petugas

Tindak Tegas! Polisi tilang 13 truk tambang pasca kecelakaan maut yang memicu amukan massa di Tangerang.

Viral! Gegara Tak Terima Anaknya Diejek, Pengusaha di Surabaya Ini Paksa Siswa SMA Sujud dan Menggonggong di Jalan

Kasus pengusaha paksa siswa sujud dan menggonggong viral, jadi perhatian publik. Kejadian ini ungkap masalah bullying.

Belasan Kendaraan Ringsek Parah, Kakorlantas Polri Beberkan Temuan Baru terkait Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Kecelakaan beruntun Cipularang akibat rem truk blong. Polisi ungkap fakta penting dan lanjutkan penyelidikan.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;