Program Ferienjob Jadi Kedok Perdagangan Manusia! 77 Mahasiswa Makassar Dipaksa Kerja Kasar di Jerman, Begini Kronologinya

Ilustrasi. 77 mahasiswa Makassar menjadi korban perdagangan manusia dengan modus Ferienjob di Jerman. Berikut kronologi lengkapnya.
Ilustrasi. 77 mahasiswa Makassar menjadi korban perdagangan manusia dengan modus Ferienjob di Jerman. Berikut kronologi lengkapnya. Source: Foto/Pexels

Sulawesi Selatan, gemasulawesi - Polda Sulawesi Selatan baru-baru ini mengungkap kasus perdagangan manusia atau TPPO yang melibatkan 77 mahasiswa asal Makassar. 

Mereka tergiur dengan program Ferienjob, yang dijanjikan sebagai kesempatan bekerja sesuai dengan bidang studi mereka di Jerman. 

Namun, kenyataannya sangat jauh dari janji tersebut. Setelah tiba di Jerman, para mahasiswa malah dipaksa bekerja di sektor-sektor kasar yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan mereka.

Kasus ini bermula dari laporan yang diterima Polda Sulawesi Selatan pada bulan November 2024, yang mengungkapkan adanya penyalahgunaan program Ferienjob. 

Baca Juga:
Wisata Berujung Duka! Terseret Ombak di Pantai Ilahan Pesisir Barat, Satu Warga Lampung Barat Meninggal Dunia

Program ini, yang biasanya digunakan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa bekerja di Jerman selama liburan kuliah, ternyata disalahgunakan sebagai kedok untuk perdagangan manusia.

Para mahasiswa yang tergabung dalam program ini awalnya diberi janji untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi mereka, dan bahkan dijanjikan akan mendapatkan 20 SKS sebagai kredit akademik. 

Namun, saat tiba di Jerman, mereka justru dipaksa bekerja di sektor-sektor yang sangat jauh dari perjanjian semula, seperti pekerjaan kasar di pabrik-pabrik dan tempat-tempat lainnya yang tidak ada kaitannya dengan studi akademik mereka.

Direktur Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Jamaluddin Farti, menjelaskan bahwa perusahaan yang bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Makassar bertanggung jawab atas penyalahgunaan ini. 

Baca Juga:
Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan Sebut Guru sebagai Pilar Generasi Muda

Program yang seharusnya memberikan pengalaman positif bagi mahasiswa, malah digunakan untuk memanfaatkan mereka secara tidak sah. 

“Ferienjob di Jerman memang dirancang untuk mahasiswa yang libur kuliah. Namun, yang terjadi di sini adalah eksploitasi yang jauh dari perjanjian semula,” jelas Jamaluddin pada Minggu, 24 November 2024.

Investigasi dan PenangananSetelah laporan diterima, Polda Sulsel langsung melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk pihak kampus yang mengirimkan mahasiswa dan perusahaan yang menyalurkan mereka. 

Saat ini, penyidikan sudah memasuki tahap lanjutan dan beberapa individu, baik dari pihak perusahaan maupun pihak kampus, telah diperiksa. 

Baca Juga:
Sekda Provinsi Gorontalo Sebut Secara Umum Logo HUT ke-24 Provinsi Gorontalo Perkenalkan 5 Prinsip Dasar Warga untuk Bangun Negeri

Kombes Pol Jamaluddin juga menegaskan bahwa kasus ini akan segera ditingkatkan ke penyidikan lebih lanjut dengan menetapkan tersangka.

Para mahasiswa yang menjadi korban kini tengah diberi perhatian dan dukungan, dan mereka telah kembali ke Indonesia setelah penyelamatan yang dilakukan oleh pihak berwenang. 

Penyalahgunaan program magang internasional seperti ini menjadi peringatan penting akan perlunya pengawasan yang ketat terhadap program yang mengirimkan mahasiswa ke luar negeri, guna menghindari adanya potensi eksploitasi dan penipuan.

Dengan adanya kasus ini, Polda Sulsel berharap masyarakat, terutama mahasiswa, lebih berhati-hati dalam mengikuti program-program serupa, dan pihak kampus juga diimbau untuk lebih teliti dalam bekerja sama dengan pihak-pihak luar negeri agar kejadian serupa tidak terulang. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Wisata Berujung Duka! Terseret Ombak di Pantai Ilahan Pesisir Barat, Satu Warga Lampung Barat Meninggal Dunia

Sedang berlibur di Pantai Ilahan, Pesisir Barat, tiga warga terseret ombak, satu korban meninggal dunia. Begini kronologinya.

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan Sebut Guru sebagai Pilar Generasi Muda

Guru disebutkan Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H Muhammad Tonang, sebagai pilar generasi muda.

Sekda Provinsi Gorontalo Sebut Secara Umum Logo HUT ke-24 Provinsi Gorontalo Perkenalkan 5 Prinsip Dasar Warga untuk Bangun Negeri

Disebutkan Sekdaprov secara umum logo HUT yang ke-24 Provinsi Gorontalo memperkenalkan 5 prinsip dasar untuk membangun negeri.

KPU Sigi Mengingatkan kepada Seluruh Penyelenggara Ad Hoc Datang Tepat Waktu saat Pemungutan dan Penghitungan Suara

Seluruh penyelenggara ad hoc diingatkan oleh KPU Kabupaten Sigi untuk datang tepat waktu ketika pemungutan dan penghitungan suara.

4 Paslon Pilgub Sulawesi Tenggara Nyatakan Mendukung Program Presiden Prabowo di Sulawesi Tenggara

Program Presiden Prabowo di Sulawesi Tenggara didukung oleh 4 paslon Pilgub Sultra yang menyatakan dukungannya.

Berita Terkini

wave

Cegah Banjir Susulan, Pemda Parigi Moutong Salurkan Ratusan Geobag ke Desa Moutong

Bupati Parigi Moutong salurkan bantuan geobag dan bronjong di Kecamatan Moutong guna memperkuat mitigasi darurat terhadap banjir susulan.

Pemda Parigi Moutong Gandeng UNU, Janjikan Asrama Mahasiswa di Gorontalo

Pemda Parigi Moutong gandeng UNU Gorontalo buat program beasiswa. Bupati Erwin Burase juga janjikan pembangunan asrama bagi mahasiswa.

Parigi Moutong-Gorontalo Perkuat Kerja Sama, Fokus Durian hingga Asrama Mahasiswa

Pemkab Parigi Moutong dan Pemprov Gorontalo perkuat kerja sama sektor pertanian, peternakan, hingga rencana pembangunan asrama mahasiswa.

Legislator PKS Parigi Moutong Guyur Bantuan Tunai dan Bibit Cokelat saat Reses

Legislator PKS Muhammad Basuki salurkan bantuan tunai lansia & 1.000 bibit cokelat saat reses di Parigi Moutong. Serap aspirasi warga Kampal

Warga Gio Terancam Banjir, Selpina Basrin Kawal Pembangunan Tanggul di DPRD

Anggota DPRD Parigi Moutong Selpina Basrin kawal pembangunan tanggul dan drainase di Desa Gio demi cegah banjir yang resahkan warga setempat


See All
; ;