Geger! Rp131 Juta Dana Madrasah Hilang, Polisi Kejar Pelaku Pencurian di Ciputat Timur, Begini Modusnya

Ilustrasi. Aksi pencurian di madrasah Ciputat Timur mengakibatkan kerugian Rp131 juta. Pelaku masuk dengan mencongkel jendela lantai dua.
Ilustrasi. Aksi pencurian di madrasah Ciputat Timur mengakibatkan kerugian Rp131 juta. Pelaku masuk dengan mencongkel jendela lantai dua. Source: Foto/Freepik

Tangerang, gemasulawesi - Sebuah aksi pencurian berani terjadi di salah satu madrasah di Ciputat Timur, Tangerang Selatan. 

Kejadian ini mengakibatkan kerugian hingga Rp131 juta. Uang tunai yang disimpan di ruang Tata Usaha (TU) menjadi target pelaku, yang diduga masuk dengan cara mencongkel jendela.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Kemas MS Arifin, menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terungkap ketika salah satu saksi tengah melakukan patroli rutin di area sekolah. 

"Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi adanya tindak pidana pencurian dengan pemberatan," ujarnya pada Rabu, 4 Desember 2024.

Baca Juga:
Komentari Viralnya Kasus Gus Miftah dengan Penjual Es Teh di Magelang, Dokter Tifa Beri Peringatan ke Presiden Prabowo

Menurut keterangan polisi, kejadian bermula saat saksi berinisial A sedang mematikan lampu di seluruh ruangan sekolah. 

Ketika sampai di ruang TU, ia melihat pintu dalam keadaan terbuka. Saat memeriksa ke dalam, ruangan sudah terlihat berantakan, dan laci tempat menyimpan uang ditemukan kosong.

Saksi langsung melaporkan temuan tersebut kepada pihak sekolah yang kemudian menghubungi Polsek Ciputat Timur. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga masuk melalui jendela di lantai dua, menggunakan alat untuk mencongkel jendela agar bisa masuk ke ruang TU.

Baca Juga:
Banjir di Sagaranten Sukabumi Hanyutkan Beberapa Mobil di Desa Curugluhur, Warga Histeris di Tengah Derasnya Arus Air

"Pelaku tampaknya sudah mengetahui lokasi penyimpanan uang sehingga langsung menyasar laci di ruang Tata Usaha," ungkap Kemas.

Uang tunai sebesar Rp131 juta yang disimpan di ruang TU tersebut merupakan dana operasional sekolah. Hilangnya jumlah uang sebesar itu tentu menjadi pukulan berat bagi pihak madrasah.

Polisi kini terus menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan bukti-bukti di TKP dan memeriksa saksi-saksi. 

"Kami sedang mendalami modus operandi dan mengidentifikasi kemungkinan keterlibatan lebih dari satu pelaku," tambah Kemas.

Baca Juga:
Viral Jembatan Lalay di Sukabumi Terbawa Arus Sungai Cimandiri, Besi Penghubung Hanyut Tak Kuat Menahan Derasnya Air

Selain itu, polisi juga mengimbau pihak sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan keamanan lingkungan, terutama pada fasilitas umum yang berisiko tinggi menjadi sasaran kejahatan. 

Langkah-langkah preventif seperti pemasangan CCTV dan patroli rutin dinilai penting untuk menghindari kejadian serupa.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan di institusi pendidikan perlu menjadi perhatian utama. 

Selain berfokus pada kegiatan belajar-mengajar, pihak sekolah juga diharapkan dapat memastikan sistem keamanan yang memadai, terutama untuk melindungi aset penting yang disimpan di lingkungan sekolah.

Baca Juga:
Mahfud MD Benarkan Ada Intervensi Polisi di Pilkada Serentak 2024, Sebut Bisa Dirasakan di Daerah Tertentu

Polsek Ciputat Timur berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dan mengembalikan rasa aman di masyarakat. 

"Kami akan terus mengejar pelaku dan memastikan kasus ini terungkap secepat mungkin," tegas Kemas. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Komentari Viralnya Kasus Gus Miftah dengan Penjual Es Teh di Magelang, Dokter Tifa Beri Peringatan ke Presiden Prabowo

Pegiat medsos, Dokter Tifa berikan peringatan kepada Presiden Prabowo terkait Gus Miftah, setelah viral karena diduga menghina penjual es

Banjir di Sagaranten Sukabumi Hanyutkan Beberapa Mobil di Desa Curugluhur, Warga Histeris di Tengah Derasnya Arus Air

Banjir bandang terjang desa Curugluhur, kecamatan Sagaranten, Sukabumi, Jabar. Derasnya aliran air sebabkan beberapa mobil ikut hanyut

Viral Jembatan Lalay di Sukabumi Terbawa Arus Sungai Cimandiri, Besi Penghubung Hanyut Tak Kuat Menahan Derasnya Air

Akibat derasnya aliran sungai Cimandiri, jembatan lalay di Kecamatan Warungkiara, Sukabumi Jabar roboh dan hanyut terbawa air

Mahfud MD Benarkan Ada Intervensi Polisi di Pilkada Serentak 2024, Sebut Bisa Dirasakan di Daerah Tertentu

Mahfud MD menyebut bahwa ada intervensi polisi di Pilkada serentak 2024, terjadi di beberapa daerah tertentu dan bisa dirasakan

Jelaskan Kronologi Sebelum Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, Gus Yusuf Justru Jadi Sasaran Hujatan Warganet

Gus Yusuf mendapatkan banyak hujatan dan kritik dari warganet usai menjelaskan kronologi soal viralnya Gus Miftah yang hina penjual es teh

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;