Tragis! Kecewa Karena Diputuskan, Pria Mabuk di Sukabumi Nekat Bakar Rumah Kekasihnya, Ini Tindakan Polisi

Ilustrasi. Rumah janda di Sukabumi terbakar karena konflik asmara. Polisi buru pelaku, warga berhasil padamkan api cepat.
Ilustrasi. Rumah janda di Sukabumi terbakar karena konflik asmara. Polisi buru pelaku, warga berhasil padamkan api cepat. Source: Foto/Unsplash

Sukabumi, gemasulawesi - Awal tahun 2025 diwarnai insiden mengejutkan di Kampung Cikurutug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Seorang pria nekat membakar rumah seorang janda berinisial EJ (49). Hal ini dilakukannya setelah merasa kecewa karena diputuskan oleh kekasihnya tersebut. Peristiwa itu menimbulkan kerugian pada bagian depan rumah korban.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, pria tersebut sempat terlihat membeli kopi di sebuah warung sebelum menuju rumah korban. 

Cecep (45), salah satu tetangga korban, menyebut pelaku dan korban terlibat cekcok hebat sebelum kejadian. 

Baca Juga:
Viral! Tegaskan Larangan Selingkuh dan Judi, Menteri HAM Natalius Pigai: Saya 13 Tahun Tak Punya Istri, Cuma 3 Pacar

"Saat itu pelaku terlihat dalam kondisi mabuk. Setelah bertengkar, korban meninggalkan rumah untuk menghindari konflik lebih lanjut," ujarnya, dikutip pada Jumat, 3 Januari 2024.

Pelaku yang merasa emosi kemudian mengirim ancaman melalui pesan WhatsApp kepada istri Cecep. Dalam pesannya, pelaku menyatakan niat untuk membakar rumah korban. 

Setelah warga mulai tertidur, sekitar pukul 22.30 WIB, api mulai membakar bagian depan rumah korban. Beruntung, warga segera bertindak untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya.

Baca Juga:
Jelajahi Misteri iOS 18.2: Inilah Sepuluh Fitur-fitur Rahasia yang Bisa Anda Coba di iPhone dengan OS Ini

"Kami menggunakan air dari parit kecil di depan rumah untuk memadamkan api. Untungnya, warga cepat bergerak sehingga api tidak menyebar ke seluruh rumah," tambah Cecep.

Kerusakan akibat kejadian ini mencakup beberapa kursi tamu dan bagian depan rumah yang hangus terbakar. 

Pihak kepolisian dari Polsek Cireunghas dan Satreskrim Polres Sukabumi Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. 

Hingga saat ini, pelaku masih dalam pengejaran setelah melarikan diri usai melakukan pembakaran. 

Baca Juga:
Kodim Mamuju Berikan Edukasi kepada Masyarakat agar Menciptakan Lingkungan yang Sehat dan Bersih

Kasubsi Pengelola Informasi, Dokumentasi, dan Multimedia Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli Bahtiarudin menyatakan bahwa polisi sudah memiliki informasi lengkap terkait pelaku dan akan segera menangkapnya. 

"Korban telah kami mintai keterangan, dan kami sedang fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku," ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan tentang pentingnya pengendalian diri dalam menghadapi persoalan emosional. 

Tindakan nekat seperti ini tidak hanya merugikan korban, tetapi juga memberikan konsekuensi hukum berat bagi pelaku. 

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib guna mencegah kerugian lebih lanjut. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Kodim Mamuju Berikan Edukasi kepada Masyarakat agar Menciptakan Lingkungan yang Sehat dan Bersih

Masyarakat diberikan edukasi oleh Kodim 1418 Mamuju, Sulawesi Barat, agar menciptakan lingkungan yang sehat dan juga bersih.

Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Sebut Inflasi Bulanan pada Desember 2024 Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi Nasional

Inflasi bulanan pada bulan Desember 2024 lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 0,44 persen di Sulawesi Tenggara.

Polda Sulteng Selamatkan Kerugian Keuangan Negara Sebesar 4,7 Miliar Rupiah dari Kasus Tindak Pidana Korupsi selama 2024

Kerugian keuangan negara sebesar 4,7 miliar rupiah dari kasus tindak pidana korupsi diselamatkan oleh Polda Sulawesi Tengah selama 2024.

Gubernur Sulteng Menonaktifkan Penugasan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Penugasan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, dinonaktifkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura.

Soroti Penembakan di Tol Tangerang-Merak yang Tewaskan Pemilik Rental Mobil, Ridwan Hanif: Sindikatnya Harus Hukum Mati

Konten kreator otomotif, Ridwan Hanif menanggapi berita penembakan di rest area tol Tangerang-Merak yang sebabkan 1 orang meninggal

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;