Viral Preman Thamrin City Jakarta Pukuli Seorang Pria di Area Parkir, Diduga Karena Tidak Beri Uang ke Anak Kecil

Tangkap layar video viral yang menampilkan kejadian pemukulan yang dilakukan seorang preman di Thamrin City Jakarta
Tangkap layar video viral yang menampilkan kejadian pemukulan yang dilakukan seorang preman di Thamrin City Jakarta Source: (Foto/X/@bacottetangga__)

Jakarta, gemasulawesi - Media sosial X atau Twitter baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi kekerasan oleh seorang pria yang diduga preman di kawasan Thamrin City, Jakarta.

Dalam video yang diunggah ulang oleh akun X @bacottetangga__ pada Sabtu, 4 Januari 2025, terlihat seorang pria mengenakan celana pendek dan kaos hitam memukul seorang pria di area parkiran ruko Thamrin City.

Korban terlihat hanya berusaha menghindar tanpa memberikan perlawanan.

Namun, meskipun mencoba menghindar, korban tetap terkena pukulan hingga mengalami luka di bibir.

Baca Juga:
KPU Gorontalo Utara Nyatakan Kesiapannya Ikut Sidang Sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi

Dalam video itu, perekam yang juga menyaksikan aksi kekerasan tersebut berteriak histeris meminta pertolongan.

Teriakan itu akhirnya membuat sang preman menghentikan aksi pemukulan. Berdasarkan keterangan yang ditulis oleh akun @bacottetangga__, korban diketahui hendak melakukan servis iPhone di kawasan tersebut.

Saat memarkir kendaraannya, seorang anak kecil mendatanginya dan meminta uang.

Namun, karena korban tidak membawa uang tunai, ia tidak memberikan uang kepada anak tersebut.

Baca Juga:
Lembaga ACC Sulawesi Mendesak Aparat Penegak Hukum Tuntaskan Penanganan 144 Perkara Tindak Pidana Korupsi yang Mandek

Selang beberapa saat, seorang pria yang diduga preman tiba-tiba mendatanginya dan langsung memukul wajahnya tanpa alasan yang jelas.

Peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh preman di Thamrin City ini memicu beragam tanggapan dari warganet di media sosial.

Sebagian besar mengecam keras tindakan preman tersebut dan meminta agar pelaku dihukum dengan tegas.

Salah satu pengguna X, akun @dut***, menulis, "Paling kesel sama orang miskin modelan kek gini, udah miskin banyak tingkah lagi, ujung-ujungnya ntar juga mohon-mohon minta damai."

Baca Juga:
Heboh! Penemuan Uang Palsu Pecahan Rp50.000 di Rumah Sakit Gorontalo Gegerkan Warga, Begini Kronologinya

Komentar lain dari akun @coz*** berbunyi, "Jangan kasih damai. Penjara!".

"Ga ada yang aman ya sekarang, di mana-mana ada pemukulan, nyari duit udah sesulit itu jadi ada aja gebrakannya dalam nyari duit bahkan rela pake cara yang salah," tulis akun @cun***, yang mengartikan bahwa dia prihatin dengan situasi baru-baru ini yang terkesan tidak aman.

Kekerasan seperti ini tentu saja tidak bisa ditoleransi.

Tindakan main hakim sendiri atau melakukan penganiayaan, selain merugikan korban, juga bisa berakibat fatal bagi pelaku. Selain menghadapi proses hukum, pelaku bisa kehilangan kepercayaan dari masyarakat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

KPU Gorontalo Utara Nyatakan Kesiapannya Ikut Sidang Sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi

Kesiapan untuk mengikuti sidang sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi RI dinyatakan oleh KPU Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Lembaga ACC Sulawesi Mendesak Aparat Penegak Hukum Tuntaskan Penanganan 144 Perkara Tindak Pidana Korupsi yang Mandek

Aparat penegak hukum didesak oleh lembaga ACC untuk menuntaskan penanganan 144 perkara tindak pidana korupsi yang mandek selama 2024.

Heboh! Penemuan Uang Palsu Pecahan Rp50.000 di Rumah Sakit Gorontalo Gegerkan Warga, Begini Kronologinya

Viral di media sosial, penemuan uang palsu pecahan Rp 50.000 di Rumah Sakit Gorontalo gegerkan warga setempat.

Terkuak! Dua Pelaku Penembakan Bos Rental Mobil di Tol Tangerang Merak Berhasil Ditangkap, Salah Satunya Diduga Oknum TNI AL

Penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak mulai terungkap. Dua pelaku ditangkap, termasuk penyewa mobil dan oknum TNI AL.

Misterius! 80 Kambing di Ponorogo Mendadak Mati Tanpa Gejala Penyakit, Warga Alami Kerugian hingga Rp200 Juta

Cuaca ekstrem diduga menyebabkan puluhan kambing mati mendadak di Ponorogo. Warga alami kerugian besar.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;