Heboh 7 Pria Keroyok Seorang Petugas SPBU di Surabaya Jatim, Pelaku Tak Terima Dilarang Merokok di Area SPBU

Tangkap layar momen sebelum terjadinya penyeroyokan petugas SPBU di Surabaya
Tangkap layar momen sebelum terjadinya penyeroyokan petugas SPBU di Surabaya Source: (Foto/X/@bacottetangga__)

Surabaya, gemasulawesi - Insiden kekerasan terjadi di sebuah SPBU di Surabaya ketika Aziz Muktamarudin, seorang petugas SPBU berusia 25 tahun, menjadi korban pengeroyokan oleh tujuh pria. 

Peristiwa ini bermula ketika Aziz melarang seorang pelanggan untuk merokok di dekat area pengisian bahan bakar, yang sedang digunakan untuk proses bongkar bahan bakar minyak (BBM).

Larangan itu segera memicu adu mulut antara Aziz dan pelanggan tersebut.

Perselisihan itu tidak berhenti pada adu mulut saja. Situasi memanas hingga terjadi aksi saling pukul antara keduanya.

Baca Juga:
Sierra Sky View di Gowa Menjadi Pilihan Favorit Wisatawan saat Liburan Akhir Pekan dan Hari Raya Imlek 2025

Melihat situasi tersebut, beberapa petugas SPBU lainnya berusaha melerai perkelahian.

Namun, pria yang ditegur merasa dirinya telah dikeroyok dan mengancam akan memanggil teman-temannya untuk menyelesaikan persoalan.

Tak lama setelah ancaman itu, sekitar pukul 16.00 WIB, tujuh orang pria datang berjalan kaki menuju SPBU.

Menilik pada rekaman CCTV yang diunggah ulang oleh akun X bacottetangga__ pada 27 Januari 2025, terlihat jelas adanya cekcok antara sekelompok pemuda dengan para petugas SPBU.

Baca Juga:
Pemkab Gorontalo Utara Siapkan Anggaran Sebesar 1 Miliar Rupiah untuk Merealisasikan Program Makan Bergizi Gratis

Dalam video itu, tampak para petugas berusaha menghindari kejaran kelompok pria tersebut, termasuk Aziz yang berlari menjauh untuk menghindari aksi kekerasan lebih lanjut.

Meski begitu, pengeroyokan tetap terjadi, membuat situasi di SPBU tersebut semakin kacau.

Usai insiden tersebut, Aziz segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Tegalsari dengan harapan pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku.

Aziz juga menyebut bahwa kejadian itu bukan hanya merugikan dirinya secara fisik, tetapi juga mengancam keamanan dan keselamatan orang lain di sekitar area SPBU.

Baca Juga:
Kecelakaan Maut di Palmerah, Anak ASN Kemenhan yang Tabrak 4 Orang Saat Gunakan Mobil Dinas Resmi Ditetapkan Tersangka

Ia berharap pelaku dapat segera ditangkap dan diproses secara hukum agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga sikap tenang dan menghindari kekerasan dalam menyelesaikan konflik.

Kekerasan fisik atau pengeroyokan, seperti yang dialami Aziz, bukanlah solusi, melainkan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dalam masyarakat yang beradab, setiap permasalahan seharusnya diselesaikan melalui jalur dialog atau hukum, tanpa main hakim sendiri.

Sikap saling menghormati dan menghargai aturan adalah kunci utama menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Sierra Sky View di Gowa Menjadi Pilihan Favorit Wisatawan saat Liburan Akhir Pekan dan Hari Raya Imlek 2025

Saat liburan akhir pekan dan Hari Raya Imlek 2025, Sierra Sky View di Kabupaten Gowa, Sulsel, menjadi pilihan favorit wisatawan.

Pemkab Gorontalo Utara Siapkan Anggaran Sebesar 1 Miliar Rupiah untuk Merealisasikan Program Makan Bergizi Gratis

Anggaran sebesar 1 miliar rupiah disiapkan oleh Pemkab Gorontalo Utara untuk merealisasikan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Bupati Sigi Ajak Semua Pihak Bersama-Sama Meningkatkan Pelayanan Publik kepada Masyarakat

Semua pihak diajak oleh Bupati Sigi untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dalam pembangunan daerah.

Kecelakaan Maut di Palmerah, Anak ASN Kemenhan yang Tabrak 4 Orang Saat Gunakan Mobil Dinas Resmi Ditetapkan Tersangka

Kecelakaan beruntun di Palmerah, anak ASN Kemhan MSK jadi tersangka setelah menabrak beberapa korban.

Mantan Kasatreskrim Jaksel Diduga Lakukan Pemerasan Senilai Rp20 Miliar kepada 2 Pemuda di Jakarta Selatan, Begini Detail Kasusnya

Propam Polda Metro Jaya periksa Mantan Kasatreskrim Jaksel, AKBP Bintoro terkait dugaan pemerasan Rp 20 miliar.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;