Kecelakaan Maut di Palmerah, Anak ASN Kemenhan yang Tabrak 4 Orang Saat Gunakan Mobil Dinas Resmi Ditetapkan Tersangka

Ilustrasi. Anak ASN Kemhan yang menabrak 4 orang di Palmerah telah ditetapkan sebagai tersangka, satu korban tewas.
Ilustrasi. Anak ASN Kemhan yang menabrak 4 orang di Palmerah telah ditetapkan sebagai tersangka, satu korban tewas. Source: Foto/Pixabay

Jakarta Barat, gemasulawesi - Penyelidikan insiden kecelakaan yang terjadi di Palmerah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu semakin intensif setelah polisi menetapkan anak Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertahanan (Kemhan) berinisial MSK sebagai tersangka. 

Kecelakaan beruntun ini tidak hanya menyebabkan satu korban meninggal dunia, tetapi juga melibatkan sejumlah kendaraan lain dan beberapa korban luka. 

Kasus ini mendapat perhatian besar dari masyarakat, mengingat status tersangka yang merupakan anak seorang pejabat negara dan videonya pun viral di media sosial. 

Kecelakaan tersebut bermula ketika MSK mengendarai mobil minibus berpelat nomor 6504-00 dari arah Utara menuju Selatan di Jalan Palmerah Barat II, Palmerah, Jakarta Barat. 

Baca Juga:
Harga Minyakita Terus Melambung Jelang Ramadan, DPR RI Soroti Pemerintah yang Lamban Tanggapi Kenaikan Ini

Di dekat Pasar Bintang Mas, MSK menabrak seorang pria berinisial TR yang sedang berdiri di pinggir jalan setelah baru saja menurunkan barang dari kendaraannya. 

Meskipun telah menabrak TR, MSK tidak menghentikan laju mobilnya dan terus melaju menuju Jalan Palmerah Barat Raya.

Dalam perjalanan tersebut, MSK kembali menabrak sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh TN, seorang pria yang melaju di depannya. 

Kecelakaan berlanjut ketika MSK menabrak kendaraan lain, sebuah mobil minibus yang dikendarai oleh S, seorang pria, dan MES, seorang wanita. 

Baca Juga:
Mantan Kasatreskrim Jaksel Diduga Lakukan Pemerasan Senilai Rp20 Miliar kepada 2 Pemuda di Jakarta Selatan, Begini Detail Kasusnya

Mobil tersebut berada di jalur berlawanan arah, setelah mobil yang dikemudikan MSK oleng keluar jalur. Para korban yang terlibat dalam kecelakaan ini mengalami berbagai luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat tabrakan tersebut, satu korban, TR, meninggal dunia pada 21 Januari 2025, setelah menjalani perawatan medis intensif. 

TR, yang mengalami luka parah, tidak dapat diselamatkan dan jenazahnya telah dibawa ke kampung halamannya di Karangampel, Indramayu, Jawa Barat. 

Dua korban lainnya, TN dan S, serta seorang wanita, MES, mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Baca Juga:
Tragis! Ledakan Bom Ikan di Lampung Timur Tewaskan Seorang Nelayan Berusia 21 Tahun, Begini Kronologinya

Setelah kejadian tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan dan menetapkan MSK sebagai tersangka.

MSK, yang juga mengalami luka-luka akibat dikeroyok massa di lokasi kejadian, belum bisa ditahan karena masih dalam perawatan medis. 

"Kami belum dapat menahan MSK karena kondisinya yang masih dirawat di rumah sakit," kata AKP Joko Siswanto, Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat.

Kepolisian belum membeberkan lebih rinci mengenai pasal yang akan dikenakan kepada MSK, namun penyelidikan terus dilakukan untuk menentukan faktor-faktor penyebab kecelakaan, seperti kecepatan, kelalaian pengemudi, atau faktor lain yang mungkin turut berkontribusi dalam insiden ini.

Baca Juga:
Keracunan Massal di Bima! 56 Warga Dirawat Usai Hadiri Hajatan Doa Tujuh Bulanan, Soto dan Rujak Diduga Penyebabnya

Penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian diharapkan dapat segera menemukan titik terang mengenai penyebab kecelakaan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Polisi juga tengah memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan untuk memastikan apakah ada kelalaian dalam perawatan atau penggunaan kendaraan tersebut.

Penyelidikan terhadap MSK dan pihak terkait lainnya akan terus berjalan, dan langkah hukum selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan. 

Polisi berkomitmen untuk mengungkap semua fakta yang ada dan memastikan agar hak-hak korban dapat terpenuhi. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Mantan Kasatreskrim Jaksel Diduga Lakukan Pemerasan Senilai Rp20 Miliar kepada 2 Pemuda di Jakarta Selatan, Begini Detail Kasusnya

Propam Polda Metro Jaya periksa Mantan Kasatreskrim Jaksel, AKBP Bintoro terkait dugaan pemerasan Rp 20 miliar.

Tragis! Ledakan Bom Ikan di Lampung Timur Tewaskan Seorang Nelayan Berusia 21 Tahun, Begini Kronologinya

Tragedi mengerikan menimpa seorang nelayan di Lampung Timur akibat bom ikan yang meledak. Berikut kronologi lengkapnya.

Keracunan Massal di Bima! 56 Warga Dirawat Usai Hadiri Hajatan Doa Tujuh Bulanan, Soto dan Rujak Diduga Penyebabnya

Keracunan massal terjadi di Bima, 56 warga dirawat usai makan soto ayam dan rujak dalam acara hajatan.

Direktur PT Parq Ubud Partners Terlibat Kasus Alih Fungsi Lahan Sawah yang Dilindungi Negara, Ini Langkah Tegas Polda Bali

Pembangunan vila di zona pertanian Ubud dihentikan, direktur Parq Ubud dijerat pasal tegas soal alih fungsi lahan.

Heboh! ODGJ Mendadak Masuk di Jalur Kereta Cepat Whoosh Karawang Padalarang, Begini Klarifikasi dari PT KCIC

ODGJ masuk jalur kereta cepat Whoosh, perjalanan terganggu. KCIC lakukan evakuasi cepat dan tingkatkan keamanan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;