Parigi moutong, Gemasulawesi - Wakil Bupati Parigi Moutong mengingatkan bahaya nyata fenomena negara tanpa ayah atau fatherless country yang kini mengancam ketahanan generasi muda.
Absennya kehadiran psikologis maupun spiritual figur ayah di dalam rumah dituding menjadi akar runtuhnya mental anak.
"Keterlibatan aktif, kehadiran fisik, dan kedekatan emosional seorang ayah dalam proses pengasuhan anak adalah faktor determinan bagi pembentukan struktur kepribadian," ujar Wakil Bupati saat membacakan pesan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga pada Hari Keluarga Nasional di halaman Kantor Bupati, Senin, 29 Juni 2026.
Baca Juga:
Generasi Milenial Dominasi MTQ Kecamatan Parigi 2026
Ancaman global. Disrupsi teknologi digital saat ini dengan mudah menembus ruang domestik lewat gawai di genggaman anak. Pergeseran nilai sosial hingga ancaman siber mengintai institusi terkecil jika benteng pertahanan keluarga rapuh.
Malfungsi pengasuhan. Berbagai aksi kekerasan seperti tawuran pelajar, perundungan sekolah, seks bebas, hingga jeratan narkoba merupakan alarm darurat yang menyalak nyaring.
Fenomena menyimpang tersebut menjadi penanda nyata adanya kelumpuhan fungsi proteksi di dalam rumah.
"Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga," ucapnya menambahkan imbauan agar orang tua bergerak melakukan deteksi dini sebelum anak menjadi korban.
Baca Juga:
Pemerintah Halmahera Timur Pelajari Sistem Mutu Hilirisasi Industri Durian Parigi Moutong
Pilar utama. Peningkatan kualitas sumber daya manusia wajib dimulai sejak dini dari dalam rahim melalui tiga program strategis nasional.
Pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan penanganan stunting, menguatkan pendidikan karakter, serta menjaga stabilitas pelabuhan emosional anak.