Nelayan Hilang di Poso dalam Pencarian

<p>Foto: Nelayan Hilang di Poso dalam Pencarian.</p>
Foto: Nelayan Hilang di Poso dalam Pencarian.

Gemasulawesi– Seorang nelayan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang dikabarkan hilang di perairan Tumora Kecamatan Poso Pesisir Utara, masih dalam pencarian tim gabungan, SAR Brimob dan BASARNAS Poso.

“Kami bersama warga telah secara maksimal melakukan upaya pencarian terhadap korban, namun korban masih belum ditemukan,” ungkap Danki Kompi I Batalyon B Pelopor, Iptu Dirham H. SH, Jumat 8 Oktober 2021.

Dia mengatakan, pencarian terhadap korban bernama Moge (42) memasuki hari ketiga pencarian.

Baca juga: SAR Gabungan Bagi Dua Tim Pencarian Nelayan Hilang di Tomini

Upaya pencarian nelayan hilang di Poso dilakukan dengan memperluas area pencarian, kemungkinan pemantauan secara visual tetap dilakukan di sekitar lokasi kejadian.

Diketahui, pada Rabu 6 Oktober dilaporkan sekitar pukul 06.00 WITA, korban bersama satu orang rekannya melakukan aktifitas menombak ikan dan penyu di perairan Tumora dengan menggunakan perahu jenis katinting.

Pada saat kedua nelayan menombak bagian tubuh penyu tali yang terikat pada tombak itu melilit kaki korban. Akibatnya, korban tertarik penyu hingga kedalam laut. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui, dan masih dalam tahap pencarian oleh tim SAR.

“Kami mengimbau pada nelayan agar tidak melakukan perburuan maupun penangkapan untuk diperjual belikan seperti penyu yang dilindungi karena penyu merupakan hewan yang dilindungi,” ujarnya.

Semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Ini berarti segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya itu dilarang.

Sebelumnya, Warga Desa Sukamaju Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang hilang terseret arus saat menyeberangi Sungai Omblu, hingga kini belum ditemukan.

“Peristiwa hilangnya korban bernama Jumadi (80) pada hari Minggu 3 Oktober 2021, sekitar pukul 16.30 WITA,” ungkap personil Tagana Banggai, Burhan saat dihubungi, Senin 4 Oktober 2021.

Menurut dia, upaya pencarian telah dilakukan oleh aparat setempat bersama masyarakat, namun hingga kini korban belum juga ditemukan. Sehingga, pihaknya menyampikan hal itu kepada SAR agar mendapatkan bantuan percarian korban.

Sementara itu, Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes mengatakan, pihaknya menerima laporan dari salah satu personil Tagana, Senin pagi sekitar pukul 08.50 WITA, dan langsung menindaklajutinya dengan menurunkan anggota untuk melakukan pencarian.

 “Lokasi kejadiannya 1°16’3.66″S / 122°20’29.36″E Heading 240.40°, Jarak darat 58 km dari Pos Pencarian dan Pertolongan Luwuk,” tutupnya. (***)

Baca juga: SAR Gabungan Bagi Dua Tim Pencarian Nelayan Hilang di Tomini

...

Artikel Terkait

wave

Polisi Periksa Lima Warga Binaan Korban Penganiayaan di Lapas Parigi

Polres Parigi Moutong mulai melakukan pemeriksaan terhadap lima warga binaan diduga menjadi korban penganiayaan petugas Lapas Klas III Parigi.

Kakanwil Kemenkumham Sulteng Ambil Alih Komando Lapas Parigi

Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah ambil alih komando kepemimpinan untuk memulihkan Lapas Klas III Parigi pasca kericuhan.

Oknum Petugas Penganiaya Warga Binaan Lapas Parigi Akan Diperiksa Polisi

Oknum petugas penganiaya warga binaan Lapas Parigi akan mendapat pemeriksaan dari Kepolisian, untuk memulihkan kondisi pasca kericuhan.

Penganiayaan Oknum Petugas Diduga Picu Kericuhan Lapas Parigi

Penganiayaan oknum petugas Lapas diduga picu warga binaan membuat kericuhan di Lapas Klas III Parigi, bahkan hanya karena masalah sepele

Disdukcapil ‘Jemput Bola’ Layanan Adminduk Warga Bela Parigi Moutong

Disdukcapil ‘jemput bola’ lakukan layanan Adminduk untuk warga Bela di daerah terpencil, pembuatan akan jadi langsung di hari yang sama

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;