Sulawesi Tengah Waspada Hujan Lebat 10 Hari Kedepan

<p>Ket Foto: Hujan Lebat (Ilustrasi Gambar)</p>
Ket Foto: Hujan Lebat (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – 10 hari kedepan Provinsi Sulawesi Tengah waspada akan terjadi hujan lebat, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau semua pihak mewaspadai dampak yang ditimbulkan dari hujan lebat seperti banjir dan juga longsor.

Nur Alim, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu mengatakan, menurut prakiraan cuaca, hujan lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Banggai dan Morowali, dan BMKG juga mengeluarkan informasi peringatan di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

13 Kabupaten atau kota yang dimaksud Bulo, Tolitoli, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara dan Kota Palu.

“Dalam 10 hari ke depan, selain peringatan dini hujan lebat di beberapa kawasan, juga ada peringatan dini hujan sangat lebat sebagai antisipasi masyarakat dan pemerintah setempat,” kata Alim saat dihubungi di Parigi, 05 Agustus 2022.

Baca: 63 Rumah Rusak Dampak dari Banjir Bandang Desa Torue

Menurut prakiraan BMKG, wilayah Sulawesi Tengah masih akan diguyur hujan dalam dua bulan ke depan atau Agustus-September, dan tahun 2022 diperkirakan tidak mengalami musim kemarau.

Alim mengatakan, saat ini cuacanya kemarau basah. Kondisi ini dipicu oleh fenomena La Nina yang aktif kembali dan berkembang sangat pesat, sehingga diperkirakan tidak akan terjadi musim kemarau karena hujan tahunan mulai November 2022 hingga Februari 2023 akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang.

Ia mengatakan, warga tidak perlu panik berlebihan dalam menanggapi peringatan cuaca BMKG karena data tersebut dikeluarkan untuk mengingatkan agar tidak lengah dalam menghadapi situasi buruk.

“Banjir bandang melanda Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong pada Kamis 28 Juli 2022. Status waspada sudah kita ingatkan melalui informasi peringatan dini, Parigi Moutong salah satunya,” ucap Alim. (*/Ikh)

Baca: BIN Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Korban Banjir Torue

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

BIN Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Korban Banjir Torue

Badan Intelejen Negara (BIN) salurkan bantuan kebutuhan air bersih warga yang terkena dampak dari bencana banjir bandang di Desa Torue,

Siswa Korban Banjir Torue Terima Bantuan Seragam Sekolah

Siswa korban banjir bandang Desa Torue terima bantuan seragam sekolah dari Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah,

Bersihkan Sisa Banjir Torue, BPBD Turunkan Enam Alat Berat

Bersihkan sisa banjir Desa Torue, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah,

Diduga Ibu Kandung Bunuh Bayinya Sendiri di Minahasa Utara

Diduga seorang ibu di Minahasa Utara, Sulawesi Utara dilaporkan tega membunuh anak kandungnya sendiri yang masih bayi.

210 Petani Sawit Luwu Utara Diberi Pelatihan Teknis Budidaya

210 Petani kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan diberi pelatihan penguatan kelembagaan dan pelatihan teknis budidaya oleh

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;