TP4 Parigi Moutong Mulai Verifikasi Penerima Bantuan Bencana

<p>Contoh Bantuan Hunian Gempa.</p>
Contoh Bantuan Hunian Gempa.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Tim Pendamping Percepatan Pembangunan Perumahan atau TP4 Parigi Moutong (Parimo) mulai verifikasi penerima bantuan rumah rusak sedang dan ringan di Kabupaten Parimo.

“Penerima bantuan rumah rusak sedang dan ringan, tersebar di sejumlah kecamatan terdampak bencana 28 September 2018 silam,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parimo, Tri Nugraha, di ruang kerjanya, 21 Februari 2020.

Informasi yang dihimpun, TP4 Parigi Moutong sudah mulai melakukan verifikasi di wilayah Kecamatan Parigi dan Parigi Selatan. Verifikasi itu dilakukan guna memastikan betul data para penerima bantuan tahap dua itu.

“Mereka sudah turun ke lapangan memverifikasi data penerima, sesuai yang masuk dalam data,” jelasnya.

Selain memverifikasi, TP4 yang tersebar di empat zona itu juga akan melakukan pendampingan terhadap penerima pada saat proses pencairan. Sehingga bantuan tersebut tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan anggaran yang diberikan.

Adapun total anggaran bantuan tahap dua bagi rusak sedang dan rusak ringan di Kabupaten Parimo, sekitar Rp63.890.000.000.

“Penggunaanya harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Diketahui, untuk rusak sedang akan menerima bantuan sebesar Rp25 juta, kemudian rusak ringan Rp10 juta. Penyalurannya langsung ke rekening penerima. Adapun jumlah rusak sedang sebanyak 918, kemudian rusak ringan 4094.

Sementara itu, program bantuan rumah untuk korban terdampak bencana gempa 2018 silam mendapat sorotan DPRD. Anleg menyoroti penyaluran program rumah Dinas perumahan dan pemukiman atau Disperkim Parigi Moutong.

Pasalnya, ada keluhan warga penerima bantuan terkait banyaknya bahan bangunan untuk program rumah yang tidak terpakai atau tidak sesuai kebutuhan warga.

“Bagaimanakah proses penyaluran produk konstruksi atau material bangunan dari program itu, apakah modelnya hampir sama dengan penyaluran di BPBD,” tanya Anggota legislatif (Anleg) DPRD, H Wardi dalam rapat hearing dengan Disperkim beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, ditemukan fakta bahan material berupa pipa yang tidak terpakai. Warga penerima bantuan menganggap hal itu adalah mubazir. Sehingga, timbul kecurigaan adanya perencanaan yang asal jadi.

Selain itu, warga penerima bantuan juga menyebutkan, mereka diharuskan mengambil material konstruksi pada salah satu toko bangunan yang ditunjuk langsung Disperkim Parigi Moutong.

Idealnya, kalau penerima bantuannya dari Kelurahan Bantaya, Loji dan Maesa maka penyuplai atau toko bangunannya berada dekat dengan domisili warga. Tujuannya, agar tidak ada biaya tambahan transportasi.

“Saya membutuhkan transparansi disini. Karena, itu sudah terjadi di lapangan saat ini,” tutupnya.

Baca juga: Parigi Moutong Hadirkan Aplikasi Simading

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Parigi Moutong Hadirkan Aplikasi Simading

Parigi Moutong menghadirkan aplikasi guna merancang manajemen data terkait stunting, bernama SIMADING. Berita, Poso Palu dan Kabupaten Banggai

Jumlah Penduduk Parigi Moutong Capai 482.794 Jiwa

Laju jumlah pertumbuhan penduduk Kabupaten Parigi Moutong menurut pendataan terakhir pada tahun 2018 mencapai 482.794 jiwa. Berita, Poso Palu dan Banggai

Jaga Stabilisasi Harga, Disperindag Parigi Moutong Pantau Pasar

Disperindag Kabupaten Parigi Moutong pantau pergerakan harga satuan bahan pokok dan satuan bahan penting. Berita, Poso Palu dan Banggai.

BKPSDM: Kesiapan Ujian CAT CPNS Parigi Moutong Sudah 80 Persen

BKPSDM menyebutkan kesiapan pelaksanaan ujian CAT CPNS Parigi Moutong sudah mencapai 80 persen. Berita, Poso Palu dan Kabupaten Banggai.

Tujuh Wilayah Jadi Lokus Kecamatan Layak Anak Parigi Moutong

Tujuh wilayah menjadi lokus program kecamatan layak anak Parigi Moutong. Berita, Poso Palu dan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;