Pelaku Vandalisme Polres Luwu Diduga Alami Gangguan Jiwa

<p>Ket Foto: Coretan Sarang Pungli di Polres Luwu (Foto/facebook Siti Aminah)</p>
Ket Foto: Coretan Sarang Pungli di Polres Luwu (Foto/facebook Siti Aminah)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Polisi pelaku vandalisme di Polres Luwu Aipda HR, diduga alami gangguan jiwa. Terkait hal itu Kapolda Sulawesi Selatan membesuk Aipda HR di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar.

Hal itu diungkapkan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Nana Sudjana, di Makassar, Selasa 19 Oktober 2022.

“Sebelumnya kami bertemu dengan dokter dan psikiater yang merawatnya dan saya juga mengunjungi Aipda HR untuk melihat kondisinya,” ucap Irjen Nana Sudjana.

Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, insiden vandalisme pencoretan dinding di Satlantas Polres Luwu dan Satuan Reskrim Polres Luwu dengan tulisan “sarang pungli dan sarang korupsi” itu menimbulkan kehebohan di kantor dan juga media sosial.

Nana mengaku menerima laporan dari Kapolres bahwa Aipda HR tahun lalu mengalami gangguan jiwa.

“Menurut penelusuran rekam jejak, memang benar dia berteriak beberapa kali. Di blok dan di masjid, dia kadang-kadang berteriak seperti ada gangguan kejiwaan,” ucapnya.

Menurut mantan Kapolda Sulawesi Utara itu, sekilas Aipda HR tidak terlihat seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Bahkan saat bertemu dan berbicara langsung dengan Aipda HR di RSKD Dadi, Kapolda mengaku tidak melihat tanda-tanda depresi.

Baca: Moeldoko Tinjau Lokasi Pembangunan Bandara Lantagi

Namun, jika kita melihat riwayat kesehatan, Aipda HR sering mencari pengobatan terkait gangguan jiwa tersebut. RSKD Dadi akan terus lakukan observasi dan melihat perkembangannya.

Kabid Humas Pol Komang Suartana, Kabag Humas Polda Sulsel, menambahkan: AipdaHR telah ditangani dengan baik oleh tim medis dan akan terus memantau perkembangan observasi tersebut.

Kombes Pol Komang Suartana, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, menambahkan Aipda HR telah ditangani dengan baik oleh tim dokter dan akan terus dipantau perkembangan hasil observasi tersebut. (*/Ikh)

Baca: Kuota Perempuan Minim, Seleksi Panwascam di Parigi Moutong

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Editor: Muhammad Ikhsan

 

...

Artikel Terkait

wave

Kuota Perempuan Minim, Seleksi Panwascam di Parigi Moutong

Minim kuota perempuan, Ketua kelompok Kerja (Pokja) seleksi penerimaan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Bawaslu Parigi

Moeldoko Tinjau Lokasi Pembangunan Bandara Lantagi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tinjau lokasi pembangunan Bandara Lantagi, di kecamatan Kulisusu, buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara

Terbuka Untuk Umum, Perpustakaan Digital Pelabuhan Makassar

Terbuka untuk umum, Perpustakaan Digital yang diresmikan di Terminal Penumpang Anging Mammiri Pelabuhan Makassar, oleh PT

Hadapi Bencana, BPBD Baubau Siagakan Tim Reaksi Cepat

Hadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, provinsi Sulawesi Tenggara, siagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang

Pengumuman Hasil CAT Panwascam Ditunda Sementara Waktu

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pengumuman hasil CAT Panwaslu Kecamatan (Panwascam)

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;