Probolinggo, gemasulawesi - Pihak Irfan Widarto (20) asal warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terkapar tak sadarkan diri dengan korban dalam kondisi luka parah.
Irfan ditemukan setelah warga mendengarkan suara ledakan pada dini hari yang berasal dari ledakan bondhet.
Lalu korban sempat dibawa ke RSUD Dr. Moh Saleh dan sayang nyawanya tak tertolong sama sekali.
Baca Juga:
Geger! Warga Tanggul Jember Temukan Jasad Bayi Perempuan di Saluran Irigasi, Begini Kronologinya
Korban tersebut diduga terkena ledakan bondet tersebut mengalami sejumlah luka yang sangat serius.
Baca Juga:
Kabar Menarik untuk Para Gamer dari Generasi Milenial: The Sims 1 dan 2 Akan Dirilis Kembali
Ia mengalami luka bakar di bagian perut dan paha sehingga jari tangan kiri korban pun menjadi hancur.
"Kejadiannya sekitar pukul 1.30 WIB di mana saat itu posisi saya sedang di kamar mendengar suara ledakan. Lalu saya sempat balik ke kamar lagi, karena di sana masih tidak ada orang. Setelah saya berada di kamar, barulah terdengar suara orang minta tolong," ujar Usman, sebagai saksi warga setempat.
Setelah mendengar suara orang minta tolong, dirinya langsung keluar kamar lagi sambil lalu mencari sumber suara minta tolong tersebut.
Sampai akhirnya Usman melihat seseorang yang tergeletak di pinggir jalan desa seorang diri.
"Ternyata pas saya tahu tidak ada temannya. Hanya satu orang saja yang minta tolong di sini," katanya.
Namun, kebanyakan orang-orang tidak berani langsung menolong keadaan korban, karena korban mengalami luka parah.
Sampai perangkat desa dan kepala desa pun langsung datang ke lokasi hingga dibawa ke rumah sakit.
Satreskrim Polres Probolinggo Kota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan bahkan menerjunkan anjing pelacak.
Lalu belum bisa langsung dipastikan apakah korban pelemparan bondet atau bondet milik korban.
"Mohon waktu belum bisa memberikan keterangan terkait ledakan di Desa Mentor yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, karena kejadian ini masih kami selidiki dan kami dalami. Kami juga menerima laporan pada pukul 07.00 WIB pagi hari," imbuh pihak Kasi Humas Polres Probolinggo, Zainullah. (*/Ayu Sisca Irianti)