Pengedar Narkoba Makassar Tewas Usai Ditangkap Polisi

<p>Ket Foto: Konfrensi Pers Terkait Tewasnya Pengedar Narkoba di Makassar Usai Ditangkap Polisi. (Foto/Istimewa)</p>
Ket Foto: Konfrensi Pers Terkait Tewasnya Pengedar Narkoba di Makassar Usai Ditangkap Polisi. (Foto/Istimewa)

Hukum, gemasulawesi – Seorang pengedar Narkoba berinisial MAA (18) tewas, usai ditangkap oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Makassar.

Akibat kasus kematian pengedar Narkoba di Makassar MAA (18), tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Makassar menjalani pemeriksaan dari Propam Polda Sulsel. Meninggalnya MAA (18) dinilai janggal karena terdapat luka lebam saat penangkapan.

“Kami sudah koordinasi dengan Biddokes, dalam memeriksa tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Makassar. Dari tujuh anggota enam diantaranya adalah yang melakukan penangkapan terhadap MAA,” ungkap Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Agoeng Adi Kurniawan pada konfrensi Pers di Mapolrestabes Makassar, Senin 16 Mei 2022.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengamankan enam orang anggota Satresnarkoba Polrestbes Makassar terkait dengan kematian MAA (18). Satu Polwan kata dia, tidak terlibat sehingga hanya akan dijadikan saksi.

Lanjut dia, terkait dugaan penganiayaan, Propam Polda Sulsel masih menyelidiki kebenaran hal itu.

“Harus dibuktikan dulu dugaan itu, dengan hasil forensik kita akan tahu kebenarannya. Apakah ada penganiayaan atau tidak terkait memar itu?” tegasnya.

Jika terbukti ada pelanggaran disiplin dan kode etik kata dia, pihak akan memberikan sanksi tegas. Apalagi keluarga MAA kata dia, telah melaporkan secara resmi terkait persoalan tersebut.

Baca: Amis Ando Tewas Setelah Ditangkap Polisi di Sultra

Terkait hasil visum et repertum terhadap MAA, Dokter Forensik Polda Sulsel, dr Denny Mathius mengatakan, masih melakukan pemeriksaan sebatas luar jenazah.

“Pihak Biddokes Polda Sulsel menemukan beberapa luka yang diduga akibat trauma benda tumpul di badan korban. Itu akan masuk dalam laporan kami terhadap hasil visum,” terangnya.

Ia menjelaskan, sementara untuk membuktikan apakah lebam dan luka pada tubuh korban akibat penganiayaan petugas, harus melalui proses autopsi.

“Untuk membuktikan penyebab kematian kita harus melakukan autopsi. Tapi pihak keluarga ternyata tidak mau diautopsi,” tuturnya.

Sementara itu terkait kasus tewasnya MAA, Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto memastikan, akan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kalau terbukti akan kita proses hukum. Saya memastikan penegakan hukum tidak pandang bulu,” tegasnya. (*/Fan)

Baca: Pengedar Narkoba Dari Palu Ditangkap di Tolitoli

...

Artikel Terkait

wave

Ade Armando Tantang Eddy Soeparno Terkait Tuduhan Penodaan Agama

Ade Armando tantang Eddy Suparno Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) terkait bentuk tuduhan penodaan agama

BRILink Desi di Desa Bambalemo Parigi Moutong Tertipu Rp26 Juta

Diduga gunakan modus hipnotis seorang wanita cantik berhasil menipu BRILink Desi Desa Bambalemo Kabupaten Parigi Moutong senilai Rp26 juta.

KPK Bantu Polda Kaltara Terkait Kepemilikan Tambang Ilegal Oknum Polisi

KPK siap membantu dan berkoordinasi dengan Polda Kaltara, terkait kasus dugaan tindak pidana kepemilikan tambang emas ilegal

Ketua LSM LEPHAM Sultra Ikut Saksikan Autopsi Jenazah Amis Ando

Ketua LSM Lembaga Pemerintah untuk Hak Asasi Manusia Sulawesi Tenggara LEPHAM La Ode Alfa'an menyaksikan gabungan Tim Dokter Ahli Forensik.

KPK Panggil Kembali Andi Arief Terkait Kasus Bupati Non Aktif PPU

KPK Panggil Kembali Andi Arief Terkait Kasus Bupati Non Aktif PPU, l Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;