Masih Terus Timbulkan Korban Jiwa, Pakar Sebut Pemukiman Penjajah Israel Adalah Kolonialisme Bukan Pendudukan

Ket. Foto : Pakar Nyatakan Pemukiman Israel Merupakan Kolonialisme dan Bukan Pendudukan (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto : Pakar Nyatakan Pemukiman Israel Merupakan Kolonialisme dan Bukan Pendudukan (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Jika mengacu pada keberadaan ilegal Israel dan tindakannya terhadap rakyat Palestina, maka kematian yang dapat diperkirakan dari apa yang disebut dengan proses perdamaian.

Selain itu, berakhirnya solusi 2 negara yang tidak dapat dihindari telah mengubah fokus dari mengakhiri apa yang disebut sebagai pendudukan Israel ke masalah yang lebih besar dan lebih mendalam.

“Itu adalah apa yang disebut dengan penindasan kolonial Israel di seluruh Palestina,” kata salah satu pakar, Akram Al Deek.

Baca Juga: Tidak Gentar, Ini Tanda yang Tunjukkan Hamas Masih Kuat Hadapi Penjajah Israel di Gaza

Dia menambahkan jika komunitas Palestina yang tersebar di Tepi Barat, Jalur Gaza, di wilayah Israel, di pengasingan dan Gurun Naqab telay mempersulit pengelompokan penduduk Palestina di dalam batas negara mereka.

“Membagi Tepi Barat ke dalam urutan abjad mini yang diwujudkan dalam Zona A, B dan C yang diatur di bawah yurisdiksi politik dan militer yang berbeda, memerlukan revisi serius terhadap Hukum Internasional,” ujarnya.

Dia menegaskan jika wilayah-wilayah jajahan Palestina tidak disebut dengan wilayah pendudukan Palestina karena pendudukan dalam hal ini tidak semata-mata disibukkan dengan pengambilalihan tanah orang lain dalam hal militer dan politik.

Baca Juga: Gerakan Solidaritas Internasional Meningkat, Pakar Sebut Publik Belum Benar Bebas hingga Palestina Merdeka

Menurut Al Deek, pekerjaan spasial lebih terfokus pada geografi dan penginapan, sedangkan kolonialisme melibatkan penerapan yang lebih mendalam, seperti praktik budaya, ekonomi dan psikologis.

“Meskipun pendudukan berarti pemindahan, kolonialisme menerapkan penghancuran,” ucapnya.

Selain itu, Al Deek menyampaikan bahwa jika berdasarkan definisinya, pendudukan bersifat sementara, sedangkan kolonialisme bersifat jangka panjang.

Baca Juga: Bertambah Parah Akibat Perang, Ini Dampak Sampah terhadap Kesehatan dan Lingkungan Warga Palestina

“Perbedaan yang lain adalah pendudukan mungkin melibatkan eksploitasi ekonomi tertentu atas tenaga kerja gratis dan sumber daya alam, sedangkan kolonialisme memanfaatkan hal tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, Akram Al Deek menegaskan jika apa yang disebut dengan ‘pemukiman Israel’ sebenarnya adalah koloni pemukim.

“Apa yang secara keliru dikenal sebagai pendudukan Israel pada kenyataannya adalah kolonialisme pemukim, dimana penindasan diterapkan melalui genosida dan apartheid untuk menggusur warga Palestina dan menggantikan mereka dengan populasi lain,” terangnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dengan Hampir Seluruh Penduduk Gaza Terkonsentrasi di Selatan, Ini Bencana Kemanusiaan yang Akan Terjadi Akibat Perang

Berikut ini adalah bencana-bencana kemanusiaan yang akan terjadi di Gaza selatan akibat perang Israel di wilayah tersebut.

Masih Agresi, Ini Alasan Kenapa Penjajah Israel Keras Kepala Memburu 3 Sosok Pemimpin Hamas yang Paling Dicari Zionis

Berikut ini merupakan alasan kenapa Israel tetap keras kepala mencari dan memburu 3 sosok pemimpin Hamas ini.

Penjajah Israel Masih Tidak Indahkan Kecaman, Ketiga Negara Ini Menjadi Pemasok Senjata Terbesar ke Zionis

Berikut ini merupakan daftar dari 3 negara di dunia yang menjadi pemasok senjata paling besar ke Israel.

Kota Kosong dan Menjadi Tidak Layak Huni, Ini Bagaimana Perang Mengubah Wajah Palestina

Berikut ini bagaimana perang yang terjadi sejak tanggal 7 Oktober 2023 mengubah wajah Palestina sekarang.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;