Di Bawah Reruntuhan, Menemukan 7000 Warga Palestina yang Diyakini Terkubur Kini Semakin Sulit

Ket. Foto : Dilaporkan Menemukan 7000 Warga Palestina yang Banyak Diyakini Orang Palestina yang Lain Terkubur di Bawah Reruntuhan Kini Semakin Sulit (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto : Dilaporkan Menemukan 7000 Warga Palestina yang Banyak Diyakini Orang Palestina yang Lain Terkubur di Bawah Reruntuhan Kini Semakin Sulit (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Salah satu warga Jalur Gaza, Yasser Abu Shamala, mengakui dia pergi ke tempat rumah keluarganya pernah berdiri di Khan Younis yang berada di selatan Jalur Gaza.

Yasser Abu Shamala mengungkapkan jika dia akan mulai menggali puing-puing dengan tangan kosong dan mengangkat potongan beton untuk mencoba menemukan anggota keluarganya terkubur di bawah puing-puing.

Diketahui jika rumah keluarga Yasser Abu Shamala dibom oleh pasukan Israel pada tanggal 26 Oktober 2023 lalu.

Baca Juga: Kurangnya Pasokan Medis, 1000 Anak Telah Jalani Amputasi Tanpa Anastesi di Gaza

Serangan itu menghancurkan rumah keluarganya dan juga membunuh orang tua, saudara laki-laki dan sepupunya.

Serangan itu juga menewaskan 22 orang dan banyak lagi yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Anggota keluarga Abu Shamala termasuk ke dalam di antara lebih dari 7.000 orang yang dilaporkan hilang di Gaza.

Baca Juga: Masih Belum Tunjukkan Tanda Akan Berakhir, Ini Bagaimana Arab Saudi Mendekati Perang Palestina

Laporan menyebutkan angka 7.000 tersebut termasuk juga dengan 4. 900 anak-anak dan wanita.

“Orang yang hilang kami yakini terjebak di bawah bangunan yang dibom,” kata salah satu pejabat Hamas di Gaza yang tidak disebutkan namanya.

Meskipun kegagalan lebih sering ditemukannya, Abu Shamala tetap menolak untuk menyerah untuk menemukan keluarganya.

Baca Juga: Beberapa Kali Pindah, Pengungsi Palestina Ungkap Mereka Hidup dalam Mimpi Buruk

Dia tetap ingin menemukan kerabatnya dan menemukan mereka dari bawah reruntuhan rumah.

“Saya berharap dapat menguburkan mereka di kuburan dengan ritual Islam yang benar,” ujarnya.

Israel diketahui telah menjatuhkan ribuan bom sejak tanggal 7 Oktober 2023 yang menjadi hari pertama dimulainya perang.

Baca Juga: Tolak Usulan Israel untuk Bangun Perbatasan Cerdas dengan Jalur Gaza, Mesir Mencapnya Sebagai Penghinaan

Perang kali ini juga diyakini sebagai yang paling destruktif dan juga fatal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini.

Sebuah pendapat di Gaza menyebutkan ketika perang terus berlanjut, menemukan dan menyelamatkan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan menjadi semakin sulit.

Pertahanan Sipil Gaza diketahui bertugas untuk menyelamatkan orang-orang setiap kali sebuah bom dijatuhkan, namun, kemampuan mereka untuk melakukan penyelamatan dibatasi oleh kurangnya peralatan canggih.

Baca Juga: Tewaskan Banyak Rakyat Palestina, Ini Berbagai Senjata Kontroversial yang Digunakan Penjajah Israel dalam Perang Gaza

“Peralatan yang kami gunakan sudah sangat ketinggalan zaman dan Pertahanan Sipil belum menerima peralatan baru sejak tahun 2006, serta Pertahanan Sipil juga harus bekerja dengan peralatan yang paling sedikit,” jelas Kapten Raed Saqr yang berasal dari Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Pertahanan Sipil Gaza. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Banyak Penderitaan, Pakar Berpendapat Israel Tidak Akan Mencapai Apa yang Tidak Dapat Dicapai Melalui Perang Damai

Salah satu pakar mengeluarkan pernyataan bahwa Israel tidak akan mencapai apa yang tidak dapat dicapai melalui perang dengan damai.

Pejabat Tertinggi Hamas, Ini Tentang Yahya Sinwar yang Jadi Salah Satu Orang Paling Dicari Penjajah Israel

Berikut ini tentang Yahya Sinwar yang merupakan pejabat tertinggi Hamas dan juga menjadi orang yang paling dicari oleh Israel.

Dikelilingi Gempuran, Ini Bagaimana Petugas Pertolongan Pertama di Gaza Hadapi Pemutusan Komunikasi

Berikut ini adalah bagaimana petugas pertolongan pertama yang bertugas di Gaza menghadapi pemutusan komunikasi oleh Israel.

Rasa Sakit Tanpa Batas, Anak Yatim Piatu di Gaza Alami Kepedihan Tak Terbayangkan

Agresi yang terus dilakukan Israel menyebabkan banyak anak yang menjadi yatim piatu dan membuat mereka harus menanggung kepedihan luar biasa

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;