Bunuh Wakil Ketua Hamas, Analis Sebut Penjajah Israel Tandakan Konfrontasi Besar

Ket. Foto: Analis Lebanon Menyatakan Israel Menandakan Konfrontasi Besar dengan Membunuh Wakil Ketua Hamas (Foto/X/@AlwiHusin)
Ket. Foto: Analis Lebanon Menyatakan Israel Menandakan Konfrontasi Besar dengan Membunuh Wakil Ketua Hamas (Foto/X/@AlwiHusin) Source: (Foto/X/@AlwiHusin)

Internasional, gemasulawesi – Diketahui jika antisipasi semakin meningkat di Lebanon dan seluruh wilayahnya setelah pembunuhan wakil ketua Hamas, Saleh Al-Arouri terjadi dalam serangan yang dilakukan Israel terhadap gedung Hamas di Beirut selatan.

Pembunuhan wakil ketua Hamas tersebut dilaporkan merupakan yang pertama kali terjadi di kubu Hizbullah di lingkungan Daniyeh sejak tahun 2006 lalu ketika perang pecah antara Hizbullah dan Israel.

2 analis politik Lebanon, Qassem Qassir dan Tony Bouloss, mengatakan jika pembunuhan tersebut merupakan peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menandakan konfrontasi besar yang mungkin akan meluas ke seluruh wilayah.

Baca Juga: Kembali Bertambah, Korban Jiwa Gempa Jepang Kini Tercatat 73 Orang

Qassem Qassir menyatakan pembunuhan Saleh Al-Arouri merupakan operasi besar dan berbahaya yang bertujuan untuk membawa kawasan ini ke dalam konfrontasi besar.

“Tidak ada informasi mengenai sifat respon terhadap pembunuhan tersebut, namun, diperkirakan akan ada peningkatan konfrontasi di semua lini,” katanya.

Sebelumnya, Hizbullah menegaskan mereka menganggapnya sebagai serangan serius terhadap Lebanon, rakyatnya, keamanan, kedaulatan dan perlawanannya.

Baca Juga: Wakil Ketua Hamas Dibunuh Penjajah Israel di Lebanon, Pemimpin Hizbullah Bersumpah Kelompoknya Tidak Akan Diam

“Kami bersumpah pembunuhan Al-Arouri tidak akan luput dari hukuman,” tekan mereka.

Analis politik Lebanon yang lain, Tony Bouloss, menerangkan jelas bahwa Israel mengambil keputusann untuk meningkatkan tingkat serangannya terhadap kelompok poros perlawanan.

“Pembunuhan Al-Arouri merupakan orang kedua yang menjadi sasaran Israel setelah membunuh seorang pejabat senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)  Iran di Damaskus yang terjadi minggu lalu,” jelasnya.

Baca Juga: Banyak Penderitaan, Penjajah Israel sedang Berdiskusi dengan Kongo untuk Memukimkan Kembali Warga Palestina dari Gaza

Bouloss mengakui dia menganggap pembunuhan Al-Arouri adalah serangan paling kejam yang terjadi di Lebanon sejak tahun 2006.

“Ini berarti Israel telah melanggar semua aturan keterlibatan dan tidak lagi memiliki garis merah dalam menghadapi Iran di wilayah tersebut,” terangnya.

Bouloss memaparkan bahwa pembunuhan tersebut menempatkan Hizbullah di persimpangan yang sulit.

Baca Juga: Sekutu Setia, Pakar Sebut AS Akan Menanggung Akibat atas Dukungan terhadap Penjajah Israel Suatu Hari Nanti

“Hal itu dikarenakan Hizbullah terpaksa memberikan tanggapan untuk menjaga reputasinya, sementara di sisi lain, Hizbullah juga tidak mendapatkan lampu hijau dari Iran, karena Iran tidak menanggapi pembunuhan tersebut,” terangnya.

Beberapa bulan yang lalu, di tanggal 28 Agustus 2023, Sekjen Hizbullah, Hassan Nasrallah, memperingatkan Israel bahwa setiap pembunuhan di wilayah Lebanon terhadap warga Lebanon, Palestina, Suriah, Iran atau siapa pun akan memicu tanggapan keras dari Hizbullah. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Menteri Penjajah Israel Serukan Pemukiman Kembali untuk Warga Palestina di Luar Gaza, AS Dilaporkan Mengecamnya

AS melalui Departemen Luar Negeri mengecam pernyataan yang dilontarkan 2 menteri Israel tentang pemukiman kembali warga Palestina.

Sesalkan Serangan terhadap Markas Bulan Sabit Merah Palestina, Ketua WHO Sebut Itu Tindakan yang Tidak Masuk Akal

Dalam pernyataannya, Ketua WHO menegaskan serangan Israel terhadap markas Bulan Sabit Merah Palestina tidak masuk akal.

Wakil Ketua Dibunuh di Lebanon, Hamas Bekukan Pembicaraan tentang Gencatan Senjata

Hamas dilaporkan memilih untuk membekukan pembicaraan tentang gencatan senjata karena wakil ketua Hamas dibunuh di Beirut, Lebanon.

Otoritas Jepang Terus Perbarui, Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Lebihi Angka 60 Orang

Laporan menyebutkan jika korban tewas akibat gempa Jepang telah melebihi angka 60 orang dengan lebih dari 300 lainnya luka-luka.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;