Berani Ajukan Kasus Genosida Penjajah Israel ke ICJ, Asisten Profesor Gaza Ucapkan Terima Kasih kepada Afrika Selatan

Ket. Foto: Seorang Asisten Profesor Mengucapkan Terima Kasihnya ke Afrika Selatan Karena Berani Mengajukan Kasus Genosida Penjajah Israel ke ICJ (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto: Seorang Asisten Profesor Mengucapkan Terima Kasihnya ke Afrika Selatan Karena Berani Mengajukan Kasus Genosida Penjajah Israel ke ICJ (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Haidar Idul Fitri yang merupakan seorang Asisten Profesor di Universitas Al-Aqsa mengatakan dalam pernyatannya baru-baru ini, jika jumlah kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan penjajah Israel telah mendorong Afrika Selatan untuk bertindak.

Menurut Haidar Idul Fitri, tim hukum Afrika Selatan mengumpulkan dokumen setebal 84 halaman yang isinya merinci bukti-bukti kejahatan yang dilakukan penjajah Israel dan meluncurkan kasusnya di ICJ.

Haidar Idul Fitri mengungkapkan jika ini adalah ‘musik’ di telinga orang Palestina yang telah banyak menderita akibat perang.

Baca Juga:
Abaikan Jumlah Korban Tewas, Misi Palestina di PBB Kecam Postingan Menlu AS tentang 100 Hari Perang Penjajah Israel

“Tidak ada negara lain, termasuk Arab atau Muslim, yang berani melewati garis merah’ ini sebelumnya,” katanya.

Haidar menyampaikan bagaimanapun, ini adalah penjajah Israel, yang merupakan bayi manja kolonial Barat.

Dia menegaskan jika setiap negara yang ada di seluruh dunia pasti sadar akan kejahatan yang dilakukan penjajah Israel di tanah Palestina, namun, tidak ada yang berani meminta pertanggungjawabannya karena mereka takut akan tindakan balasan yang akan dilakukan para sekutunya.

Baca Juga:
Seorang Nenek Palestina Dibunuh, Keluarga Sebut Ditembak dengan Sengaja dan Darah Dingin oleh Tentara Penjajah Israel

“Yang lebih penting lagi dari kasus ini adalah ini dapat mengarah ke tindakan sementara yang mencakup gencatan senjata segera dan masuknya jumlah bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza,” ujarnya.

Haidar menekankan langkah ini sangat diperlukan karena setiap harinya ada ribuan orang yang meninggal di Jalur Gaza atau wilayah lainnya di Palestina yang mengalami serangan penjajah Israel.

“Dalam banyak siklus mematikan yang kita lalui bersama ini, rakyat Palestina tidak menerima satu pun simpati atau dukungan dari Biden, Sunak, Macron dan juga yang lainnya,” terangnya.

Baca Juga:
Genosida, Hakim Ad Hoc Penjajah Israel di Sidang ICJ Miliki Rekam Jejak Panjang untuk Mendukung Apartheid Negara Zionis

Asisten Profesor tersebut mengungkapkan rakyat Palestina, termasuk dirinya, tidak akan melupakan kepengecutan yang memuakkan dari komunitas internasiona, yang telah membiarkan terjadinya genosida yang terus menerus.

Namun, Haidar menyatakan rakyat Palestina juga tidak akan pernah melupakan apa yang telah dilakukan Afrika Selatan untuk Palestina dengan dukungan yang mereka tunjukkan di pengadilan internasional.

“Terima kasih, Afrika Selatan!” serunya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Capai Tonggak Sejarah Suram Lainnya, Ini Berbagai Peristiwa Paling Signifikan dalam 100 Hari Perang Palestina

Selama 100 hari serangan yang dilakukan penjajah Israel di Palestina, terdapat beberapa peristiwa yang paling signifikan yang terjadi.

Tidak Pandang Bulu, Seorang Anak di Bawah Umur Tewas Ditembak Tentara Penjajah Israel

Laporan menyatakan seorang anak di bawah umur berusia 14 tahun tewas ditembak oleh tentara Israel di kamp pengungsi Ein Sultan di Tepi Barat

Konflik Melebar, Hizbullah Nyatakan Siap untuk Perang Tanpa Batas dengan Penjajah Israel

Sekretaris Jendeal Hizbullah, Hassan Nasrallah, menyatakan pihaknya siap untuk melakukan perang tanpa batas dengan Israel.

Usaha Bertahan Hidup, Warga Palestina Berjuang Hidupkan Kembali Pasar di Kamp Pengungsi Jabalia

Warga Palestina berjuang untuk menghidupkan kembali pasar di kamp pengungsi Jabalia yang terletak di Jalur Gaza utara.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;