Seorang Seniman Sekaligus Ibu Gaza Tewas Terbunuh, Keluarga Sebut Keinginan Terakhirnya Adalah Menggendong Putrinya

Ket. Foto: Pihak Keluarga Seorang Seniman dan Ibu Gaza yang Terbunuh Mengatakan Keinginan Terakhirnya Adalah Menggendong Putrinya
Ket. Foto: Pihak Keluarga Seorang Seniman dan Ibu Gaza yang Terbunuh Mengatakan Keinginan Terakhirnya Adalah Menggendong Putrinya Source: (Foto/X/@Popitics1)

Internasional, gemasulawesi – Salah satu saudara perempuan Baraalah yang merupakan seorang ibu dan juga seniman yang tewas terbunuh di Jalur Gaza, Rawaa Abu Mohsen, menyatakan jika untuknya, kehidupan saudara perempuannya yang ingin dia ingat setelah dia meninggal.

Rawaa Abu Mohsen menegaskan jika dia tidak ingin mengingat bagaimana Baraalah meninggal.

Diketahui jika saudara perempuan Rawa Abu Mohsen, Baraalah, tewas terbunuh bersama dengan ibu mereka karena pemboman yang dilakukan penjajah Israel.

Baca Juga:
Salah Satu Dampak Serius Karena Perang, Industri Palestina Hampir Terhenti Akibat Agresi

Mengenang ikatan yang mereka miliki, Rawa mengungkapkan jika ibunya adalah orang terdekat dari Baraa, yang merupakan sapaan Baraalah.

“Seperti ibu dan anak yang lainnya, mereka juga akan bertengkar karena hal-hal yang sepele, namun, juga seperti yang lainnya, maka itu juga akan dengan segera berlalu,” katanya.

Rawaa mengakui untuknya Baraalah adalah saudara perempuannya, rekannya dan rekan dalam kenangan terindah di hidupnya.

Baca Juga:
Perang Mulai Oktober, Seorang Profesor Sebut Hamas untuk Pertama Kalinya Melepaskan Diri dari Penjara Terbuka di Gaza

“Dia selalu meminta saya untuk datang mengunjungi rumahnya bersama putri saya dan disana kami akan begadang dan berbicara,” ujarnya.

Rawaa menerangkan jika di sekolah, Baraa akan lebih memilih untuk mengekspresikan dirinya melalui gambar yang tidak pernah berhenti dilakukannya untuk menutupi buku pelajaran miliknya dan juga pekerjaan rumah yang harus dilakukannya.

Baraa diketahui awalnya berharap dapat bekerja di sebuah organisasi internasional, namun, karena kreativitasnya semakin berkembang, dia mendirikan bisnisnya sendiri.

Baca Juga:
Tidak Sendirian, Pihak Keluarga Mengenang Kepergian Seorang Calon Dokter Gigi Palestina yang Merupakan Pemimpi Besar

Disana, Baraalah akan merancang dan membuat beberapa model kecil untuk menghiasi permukaan kue.

Melakukan pekerjaan yang dia sukai, Rawa mengungkapkan Baraa akhirnya menikah dan memiliki anak yang bernama Tamara.

“Namun, keretakan muncul di tengah-tengah pernikahannya dan dia kembali tinggal bersama dengan orang tua kami dan mencari cara untuk mengembangkan bisnisnya,” terangnya.

Baca Juga:
Jadi Pusat Baru untuk Perang, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Membombardir Khan Younis di Bagian Selatan Gaza

Saat dia dan ibunya akhirnya terbunuh, menurut Rawaa, sebelumnya Baraa meminta dia untuk membawa anak-anaknya ke rumah keluarga karena lebih aman dari rumah Rawaa.

“Namun, yang menjadi ironis, rumah keluarga kami dibom keesokan harinya setelah malam kami melakukan perbincangan tersebut,” kenangnya.

Rawaa memaparkan jika pemboman itu membuat Baraa dan ibunya terluka parah.

Baca Juga:
Kecam Agresi, Presiden Aljazair Sebut Tindakan Penjajah Israel Adalah Aib untuk Seluruh Umat Manusia

“Hal terakhir yang dimintanya adalah menginginkan untuk bertemu dengan putrinya agar dapat menyusuinya, namun, dia meninggal tidak lama kemudian bersama dengan ibu kami, dengan keinginan terakhirnya adalah menggendong anaknya,” imbuhnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Termasuk Penarikan Total Tentara Penjajah Israel, PM Netanyahu Tolak Persyaratan yang Diajukan Hamas untuk Akhiri Perang

PM penjajah Israel, Benjamin Netanyahu dilaporkan menolak persyaratan yang diajukan oleh Hamas untuk mengakhiri perang Palestina.

Lawan Penjajah Israel, Sejumlah Pejabat AS Sebut Hamas Miliki Amunisi dan Tenaga yang Cukup untuk Perang Berbulan Bulan

Beberapa pejabat AS menyatakan Hamas memiliki amunisi dan juga tenaga yang cukup untuk mereka perang selama berbulan-bulan lamanya.

Biaya Rekonstruksi Diperkirakan Mencapai 500 Juta USD, 1000 Masjid Dilaporkan Hancur di Gaza Sejak Agresi

Menurut laporan, sekitar 1.000 masjid hancur di Jalur Gaza sejak perang dimulai dan biaya rekonstruksi diperkirakan 500 juta USD.

Berbeda dari yang Lain, Ritual Pagi Gaza Diawali dengan Mencari Boneka, Buku dan Orang Terdekat di Bawah Reruntuhan

Seorang warga Gaza mengungkapkan jika ritual pagi di Jalur Gaza dimulai dengan orang-orang yang mencari boneka, buku dan yang lainnya.

Remaja AS Keturunan Palestina Dibunuh di Tepi Barat, Ayahnya Sebut Penjajah Israel Adalah Mesin Pembunuh

Ayah seorang remaja Amerika keturunan Palestina yang tewas di Tepi Barat menyatakan penjajah Israel adalah mesin pembunuh.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;