Tegaskan Kerja UNRWA Penting, Human Rights Watch Sebut Penangguhan Pendanaan Dapat Mempercepat Kelaparan di Gaza

Ket. Foto: Human Rights Watch Menyatakan Jika Penangguhan Pendanaan untuk UNRWA Dapat Membuat Kelaparan di Gaza Terjadi Lebih Cepat
Ket. Foto: Human Rights Watch Menyatakan Jika Penangguhan Pendanaan untuk UNRWA Dapat Membuat Kelaparan di Gaza Terjadi Lebih Cepat Source: (Foto/Instagram/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Dalam pernyataan terbarunya, Human Rights Watch mengatakan jika kerja UNRWA adalah penting dalam hal mencegah bencana kemanusiaan di Jalur Gaza.

Human Rights Watch juga menegaskan jika UNRWA penting untuk mencegah bencana kelaparan terjadi di Jalur Gaza yang menjadi wilayah utama di Palestina yang dilanda perang dan dengan penangguhan pendanaan yang terjadi, dapat mempercepat kelaparan di Jalur Gaza.

Human Rights Watch yang merupakan organisasi hak asasi manusia internasional menyatakan jika keputusan yang dilakukan oleh 18 negara di dunia untuk menghentikan sementara pendanaan mereka untuk UNRWA terjadi hanya beberapa bulan setelah sebelumnya penjajah Israel memutuskan sejumlah layanan penting.

Baca Juga:
Ditangkap dari Berbagai Wilayah, Kelompok Hak Asasi Manusia Ungkap Penjajah Israel Tolak Berikan Informasi tentang Tahanan Palestina

Layanan penting yang dimaksud tersebut, seperti listrik dan juga air untuk wilayah Jalur Gaza.

Dalam pernyataan tersebut, Human Rights Watch juga memaparkan jika penjajah Israel dengan sengaja melakukan pemblokiran untuk air, makanan dan juga bahan bakar.

“Penjajah Israel juga dengan sengaja memblokir bantuan kemanusiaan yang diperlukan rakyat Palestina dan tampaknya mereka juga menghancurkan kawasan pertanian,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga:
Susul Kehancuran Skala Besar di Jalur Gaza, Diamnya Komunitas Internasional Disebut Sulit Dipercaya

Direktur Advokasi Krisis Human Rights Watch, Akshaya Kumar, membeberkan jika meskipun ada peningkatan resiko kelaparan juga perintah yang mengikat dari ICJ untuk penjajah Israel, Menlu penjajah Israel baru-baru ini mengumumkan jika dia akan memimpin untuk penutupan UNRWA.

Dia mengatakan jika kecuali negara-negara tersebut membatalkan penangguhan pendanaan mereka, maka sebenarnya mereka memiliki kontribusi untuk bencana kemanusiaan yang saat ini terjadi di Jalur Gaza.

Sementara itu, terkait perkembangan terkini di Jalur Gaza, terdapat laporan jika sejumlah warga Palestina terbunuh setelah militer penjajah Israel meluncurkan bom ke sebuah mobil milik warga sipil di jalan utama yang diketahui menghubungkan antara Khan Younis dengan Rafah.

Baca Juga:
Banyak Nyawa Melayang, Ini Bagaimana Negara Anggota Uni Eropa Terpecah Terkait Perang Palestina

Ribuan rakyat Palestina juga terpaksa melakukan pengungsian besar-besaran dari Khan Younis.

Sementara itu, UNRWA menyampaikan jika staf mereka terpaksa untuk meninggalkan fasilitas mereka di kota yang dilanda perang karena serangan penjajah Israel.

Karena perang, PBB menyatakan jika tingkat pengangguran di Jalur Gaza di bulan Desember mencapai sekitar 80%. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Pro Penjajah Israel, Disebut Tidak Heran Melihat Inggris Nyatakan Pemerintahan Baru Palestina Syarat Gencatan Senjata Permanen

Dikatakan jika tidak mengherankan melihat Inggris menyatakan salah satu syarat gencatan senjata permanen adalah pemerintahan baru Palestina.

Alami Berbagai Penderitaan Akibat Perang, Ini yang Membuat Rakyat Palestina Tetap Kuat

Mengalami berbagai penderitaan akibat agresi yang dilakukan penjajah Israel, ini yang membuat masyarakat Palestina tetap kuat.

Tentang Musta’ribeen, Agen Penjajah Israel yang Menyamar Sebagai Warga Palestina dan Membunuh 3 Orang di Jenin

Membunuh 3 orang pejuang Palestina di sebuah rumah sakit, berikut ini tentang Musta’ribeen yang merupakan agen penjajah Israel.

Tetap Lakukan Agresi, Direktur Pusat Penelitian Arab dan Studi Kebijakan Sebut Penghancuran Gaza Adalah Sebuah Strategi

Direktur Pusat Penelitian Arab dan Studi Kebijakan mengatakan jika penghancuran Jalur Gaza yang dilakukan penjajah Israel adalah strategi.

Untuk Misinya Memperkuat Suara Palestina, Seorang Seniman Italia Mengubah Jalanan Napoli Jadi Kanvas

Demi misinya memperkuat suara Palestina, seorang seniman Italia mengubah jalanan Napoli menjadi kanvasnya.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;