Hancurkan Mata Pencaharian, UNCTAD Sebut Butuh Waktu Puluhan Tahun untuk Palestina Kembali Pulih

Ket. Foto: UNCTAD Menyebutkan Palestina Membutuhkan Waktu hingga Puluhan Tahun Lamanya untuk Pulih
Ket. Foto: UNCTAD Menyebutkan Palestina Membutuhkan Waktu hingga Puluhan Tahun Lamanya untuk Pulih Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyatakan baru-baru ini jika akan dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun lamanya untuk Palestina kembali pulih seperti hingga sebelum perang.

Namun, menurut UNCTAD, hal tersebut akan terjadi jika konflik di Jalur Gaza segera dihentikan.

Hingga kini, puluhan ribu rakyat Palestina dilaporkan tewas dalam konflik yang terjadi selama berbulan-bulan tersebut.

Baca Juga:
Ikut Serta dalam Pertemuan Kabinet Perang, Kepala Mossad Beri Pengarahan Terkait Negosiasi Terbaru

Perang juga menghancurkan banyak infrastruktur penting dan juga mata pencaharian dari sekitar 2,3 juta orang penduduknya.

“Konflik yang terjadi di Jalur Gaza telah memicu kontraksi PDB atau produk domestik bruto) Jalur Gaza sekitar 24%,” kata mereka.

Selain itu, terjadi juga penurunan PDB per kapita sekitar 26,1% yang terjadi sepanjang tahun 2023.

Baca Juga:
Tegaskan Kerja UNRWA Penting, Human Rights Watch Sebut Penangguhan Pendanaan Dapat Mempercepat Kelaparan di Gaza

Rami Allazeh yang merupakan ekonom yang bekerja di UNCTAD di wilayah pendudukan Palestina, menyampaikan jika waktu yang dibutuhkan Jalur Gaza untuk dapat kembali seperti tahun 2022 adalah hingga tahun 2092.

“Dibutuhkan banyak upaya dari komunitas internasional untuk memulihkan kembali kondisi Gaza dan juga membangunnya kembali,” ucapnya.

Dia memaparkan jika kesimpulan utama dari laporan UNCTAD adalah tingkat kehancuran di Jalur Gaza yang belum pernah disaksikan sebelumnya.

Baca Juga:
Ditangkap dari Berbagai Wilayah, Kelompok Hak Asasi Manusia Ungkap Penjajah Israel Tolak Berikan Informasi tentang Tahanan Palestina

Saat militer penjajah Israel melakukan invasi di tahun 2014 lalu, wilayah Jalur Gaza membutuhkan sekitar 3,9 milyar dolar USD untuk pulih.

“Sedangkan untuk perang kali ini, angka yang diperkirakan akan jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Allazeh menerangkan jika perkiraan tersebut dengan melihat tingkat kehancuran yang ditimbulkan oleh penjajah Israel dan juga intensitas kerusakan yang tinggi.

Baca Juga:
Susul Kehancuran Skala Besar di Jalur Gaza, Diamnya Komunitas Internasional Disebut Sulit Dipercaya

Laporan menyebutkan bahwa sebelum perang, perekonomian dari Jalur Gaza bahkan telah berantakan sebelumnya.

Disebutkan jika hal tersebut terjadi karena blokade ekonomi yang dilakukan penjajah Israel selama bertahun-tahun lamanya.

UNCTAD membeberkan jika sekitar dua per tiga penduduk Jalur Gaza hidup dalam kemiskinan sebelum konflik dimulai.

Baca Juga:
Banyak Nyawa Melayang, Ini Bagaimana Negara Anggota Uni Eropa Terpecah Terkait Perang Palestina

“Sekitar 45% menjadi pengangguran dan di bulan Desember, angka pengangguran meningkat menjadi 79,3%,” jelas mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Pro Penjajah Israel, Disebut Tidak Heran Melihat Inggris Nyatakan Pemerintahan Baru Palestina Syarat Gencatan Senjata Permanen

Dikatakan jika tidak mengherankan melihat Inggris menyatakan salah satu syarat gencatan senjata permanen adalah pemerintahan baru Palestina.

Alami Berbagai Penderitaan Akibat Perang, Ini yang Membuat Rakyat Palestina Tetap Kuat

Mengalami berbagai penderitaan akibat agresi yang dilakukan penjajah Israel, ini yang membuat masyarakat Palestina tetap kuat.

Tentang Musta’ribeen, Agen Penjajah Israel yang Menyamar Sebagai Warga Palestina dan Membunuh 3 Orang di Jenin

Membunuh 3 orang pejuang Palestina di sebuah rumah sakit, berikut ini tentang Musta’ribeen yang merupakan agen penjajah Israel.

Tetap Lakukan Agresi, Direktur Pusat Penelitian Arab dan Studi Kebijakan Sebut Penghancuran Gaza Adalah Sebuah Strategi

Direktur Pusat Penelitian Arab dan Studi Kebijakan mengatakan jika penghancuran Jalur Gaza yang dilakukan penjajah Israel adalah strategi.

Untuk Misinya Memperkuat Suara Palestina, Seorang Seniman Italia Mengubah Jalanan Napoli Jadi Kanvas

Demi misinya memperkuat suara Palestina, seorang seniman Italia mengubah jalanan Napoli menjadi kanvasnya.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;