Gerebek Rumah di Dekat Khan Younis, 2 Orang Warga Amerika Dilaporkan Ditahan Pasukan Penjajah Israel

Ket. Foto: 2 Orang Warga AS Dilaporkan Ditahan oleh Pasukan Penjajah Israel
Ket. Foto: 2 Orang Warga AS Dilaporkan Ditahan oleh Pasukan Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, pasukan penjajah Israel dilaporkan menahan 2 orang bersaudara yang memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat dalam penggerebekan yang mereka lakukan di rumah mereka yang berada di Jalur Gaza.

Kedua warga Amerika Serikat tersebut diketahui masing-masing bernama Borak Alagha yang masih berusia 18 tahun dan kakaknya, Hashem Alagha yang berusia 20 tahun.

Keduanya dilaporkan lahir di daerah Chicago, Amerika Serikat.

Baca Juga:
Nyatakan Solidaritas untuk Palestina, Sekitar 100 Mahasiswa Jerman Berdemonstrasi Menentang Serangan Militer Penjajah Israel

Laporan yang sama menyampaikan jika dalam penggerebekan yang dilakukan militer penjajah Israel tersebut, ayah mereka yang memiliki kewarganegaraan Kanada juga ikut ditahan.

Lokasi kejadian, yaitu di Kota Al-Masawi yang berada di dekat Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

Sepupu mereka, Yasmeen Elagha, mengatakan kepada awak media jika para tentara yang memasuki rumah menutup mata dan juga mengikat para perempuan dan anak-anak yang berada di keluarga tersebut.

Baca Juga:
Peringatkan Komunitas Internasional, IFRC Sebut Kelaparan di Gaza Telah Mencapai Tingkat yang Melampaui Bencana

Militer penjajah Israel juga menempatkan mereka di luar rumah.

Penangkapan juga dilakukan terhadap paman yang memiliki kondisi cacat mental dan 2 orang saudara laki-laki yang telah dewasa.

“Mereka pergi dibawa militer penjajah Israel dan belum kembali,” katanya.

Baca Juga:
Mencari Perlindungan, Beberapa Pengungsi Palestina Dilaporkan Terpaksa Tinggal di Kandang Ayam

Yasmeen Elagha juga mengungkapkan jika militer penjajah Israel juga membawa pergi tetangga mereka.

Mengetahui situasi ini, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Kirby, mengatakan jika Washington akan melakukan pembicaraan dengan militer penjajah Israel tentang laporan penahana warga Amerika Serikat.

Di pihak lain, serangan yang menyasar 2 rumah di Rafah telah menyebabkan sekitar 8 orang tewas dan juga menyebabkan 18 orang lainnya terluka.

Baca Juga:
Terjadi Pertempuran Sekitar Lingkungan, WHO Sebut RS Al Shifa di Gaza Telah Kembali ke Fungsi Minimal

Pusat Informasi Palestina menyatakan jika blok apartemen yang diserang tersebut dimiliki oleh keluarga Al-Sayyid dan letaknya berada di sebelah barat RS Kuwait yang terletak di pusat Rafah.

Sementara itu, kekhawatiran dikabarkan meningkat di kalangan rakyat Palestina terhadap rencana militer penjajah Israel yang dilaporkan akan memperluas operasi daratnya ke Rafah, yang kini menjadi tempat perlindungan untuk separuh penduduk Jalur Gaza. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Semakin Banyak yang Meninggal, Survei Tunjukkan Lebih dari Separuh Warga Penjajah Israel Menentang Diakhirinya Perang

Sebuah survei terbaru menunjukkan jika lebih dari separuh warga penjajah Israel menentang untuk diakhirinya perang Palestina.

Perang Telah Berlangsung Lebih dari 4 Bulan, Spanyol Sebut Rakyat Palestina Hidup di Bawah Kelaparan, Pemboman dan Genosida

Spanyol menyampaikan jika warga Palestina kini hidup di bawah kelaparan, genosida dan juga pemboman akibat perang.

Kekerasan Meningkat, Seorang Pria Palestina di Tepi Barat Meninggal Setelah Ditembak Pasukan Penjajah Israel 2 Minggu yang Lalu

Laporan menyebutkan jika seorang pria Palestina meninggal setelah ditembak 2 minggu yang lalu oleh pasukan penjajah Israel di Tepi Barat.

Layanan Kesehatan Telah Runtuh, Norwegia Dilaporkan Mengirimkan Dana 26 Juta USD ke UNRWA

Norwegia dikabarkan telah mengirimkan dana untuk UNRWA sebanyak 26 juta USD di tengah penangguhan pendanaan yang dilakukan sejumlah negara.

Sejumlah Negara Tangguhkan Dana untuk UNRWA, Human Rights Watch Sebut Mereka Tidak Peduli terhadap Penderitaan Gaza

Human Rights Watch menyatakan sejumlah negara yang memilih untuk menangguhkan pendanaan untuk UNRWA tidak peduli terhadap penderitaan Gaza.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;