Menjadi Perjuangan Bertahan Hidup, Banyak Calon Pengantin di Gaza yang Terpaksa Mengubur Impiannya untuk Menikah Karena Perang

Ket. Foto: Banyak Calon Pengantin Gaza yang Impiannya untuk Menikah Dicuri oleh Perang
Ket. Foto: Banyak Calon Pengantin Gaza yang Impiannya untuk Menikah Dicuri oleh Perang Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Mendadak harus mengungsi di negeri sendiri mungkin tidak pernah terpikirkan untuk sebagian besar rakyat Palestina.

Perang yang hingga kini masih berlangsung merampas kehidupan normal yang dimiliki rakyat Palestina, termasuk dengan impian mengadakan pernikahan untuk beberapa orang.

Banyak calon pengantin di Jalur Gaza yang terpaksa mengandaskan mimpinya untuk menikah dikarenakan pasangan mereka meninggal terbunuh oleh penjajah Israel atau menjadi cacat seumur hidupnya.

Baca Juga:
Sidang ICJ Hari Keempat, Tiongkok Serukan Solusi 2 Negara untuk Penjajah Israel dan Palestina

Tahani Shehada merupakan salah satu warga di Jalur Gaza yang telah merencanakan pernikahannya di tanggal 14 Desember 2023 ketika perang kemudian meletus di tanggal 7 Oktober 2023 lalu.

Dia mengakui jika semuanya telah siap dan juga direncanakan dengan matang serta mendetail bersama dengan tunangannya yang bernama Nourdine.

“Kami juga telah memilih rumah yang akan kami tinggali bersama nanti setelah pernikahan diadakan dan merencanakan masa depan bersama-sama disana,” katanya.

Baca Juga:
Perang Gaza, Kondisi di RS Al Shifa Dilaporkan Semakin Memburuk Setiap Harinya dan Masih Mengerikan

Tahani Shehada mengungkapkan jika sama seperti banyak gadis lainnya, dia sering memimpikan pernikahan yang indah dan akan mempersatukannya dengan pria impiannya.

“Namun, ketika hidup Anda direncanakan di Jalur Gaza, takdir akan selalu menyiapkan skenario yang lain untuk Anda,” ujarnya.

Tahani Shehada menyampaikan jika dengan dimulainya perang di tanggal 7 Oktober 2023 lalu, dia bersama dengan keluarganya harus bergabung dengan ratusan ribu orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan pindah ke sebelah selatan Jalur Gaza.

Baca Juga:
Pendudukan Penjajah Israel, Rakyat Palestina di Yerusalem Timur Sebut Tidak Punya Pilihan Selain Tetap Kuat

Tahani Shehada menuturkan jika tunangan dan keluarganya juga melakukan hal yang sama.

“Perang ini telah merampas kesempatan saya untuk merayakan pernikahan yang telah saya nanti-nantikan,” ucapnya.

Shehada memaparkan jika dia harus kehilangan kontak dengan tunangannya selama berminggu-minggu.

Baca Juga:
Sidang ICJ Hari Ketiga, Mesir Tegaskan Pendudukan Penjajah Israel yang Berkepanjangan di Palestina Adalah Ilegal

“Kami akhirnya bertemu setelah berpisah selama 20 hari,” ungkapnya.

Tahani Shehada membeberkan setelah kejutan yang menyenangkan itu, dia kemudian mendapatkan peristiwa yang menyedihkan ketika saudara laki-lakinya ditembak oleh penembak jitu penjajah Israel.

“Impian akan hari pernikahan yang membahagiakan digantikan dengan kenyataan pahit bahwa saudara laki-laki saya tidak akan pernah melihat saya menjadi pengantin,” tuturnya.

Baca Juga:
Alasan Kekacauan dan Kekerasan Akibat Runtuhnya Ketertiban Sipil, Badan Pangan PBB Hentikan Pengiriman Bantuan ke Gaza Utara

Namuun, Tahani Shehada menegaskan jika rakyat Palestina percaya jika mereka akan dapat bermimpi kembali. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Agresi Masih Berlanjut, Kucing Jalanan Hangatkan Hari Kaum Anak di Jalur Gaza

Hari-hari anak-anak di Jalur Gaza dihangatkan dengan kehadiran kucing-kucing jalanan yang juga menjadi hiburan untuk mereka di saat perang.

Harus Tinggal di Kamp Pengungsian, Kaum Anak Jalur Gaza Menemukan Kegembiraan dengan Bermain Layangan

Kaum anak di Jalur Gaza yang kini harus tinggal di kamp pengungsian menemukan kegembiraan mereka dengan bermain layang-layang.

Sidang ICJ, Arab Saudi Sebut Penjajah Israel Tidak Merahasiakan Niat untuk Memperluas Pemukiman Ilegal

Dalam sidang hari kedua ICJ, Arab Saudi menyatakan jika penjajah Israel tidak merahasiakan niat mereka untuk memperluas pemukiman ilegal.

Musim Dingin, Anak Gaza Dilaporkan Mengenakan Hazmat untuk Tetap Hangat dan Kering

Anak-anak di Jalur Gaza kini mengenakan hazmat untuk menjaga diri mereka tetap hangat dan kering saat musim dingin saat melanda.

Situasi Semakin Memburuk, Tentara Penjajah Israel Tembaki Warga Palestina yang Mendekati Truk Bantuan di Jalur Gaza

Pasukan penjajah Israel dikabarkan menembaki warga Palestina yang mendekati truk bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;