Jadi Fasilitas Medis Terbesar Kedua di Gaza, Lebih dari 120 Pasien RS Nasser Dilaporkan Memerlukan Evakuasi

Ket. Foto: Lebih dari 120 Pasien di RS Nasser Dilaporkan Memerlukan Evakuasi
Ket. Foto: Lebih dari 120 Pasien di RS Nasser Dilaporkan Memerlukan Evakuasi Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan jika tim medis tidak dapat memberikan layanan kesehatan kepada pasien di RS Nasser, yang merupakan fasilitas medis terbesar kedua di Jalur Gaza.

RS Nasser diketahui terletak di selatan Khan Younis, yang kini telah hancur karena perang.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan jika ventilator di RS Nasser berhenti bekerja setelah generator rumah sakit dimatikan karena pasokan air yang terputus dan limbah yang menumpuk meluap.

Baca Juga:
Lakukan Penggerebekan, Pasukan Penjajah Israel Tangkap Sekitar 30 Pekerja dari Jalur Gaza di Tepi Barat

“Lebih dari 120 pasien di RS Nasser memerlukan evakuasi,” kata mereka.

Kementerian Kesehatan Gaza menyerukan lembaga-lembaga internasional untuk menekan penjajah Israel agar ‘melepaskan’ semua pekerja medis di Jalur Gaza.

“Juga mengambil tindakan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat diperlukan RS Nasser,” ujar mereka.

Baca Juga:
Panjangnya 10 Kilometer, Penjajah Israel Dilaporkan Telah Hancurkan Salah Satu Jaringan Terowongan Milik Hamas

Dilaporkan bahwa RS Nasser sebagian dikosongkan setelah pengepungan yang dilakukan penjajah Israel selama seminggu yang kemudian diikuti dengan penggerebekan pada awal bulan Februari.

Hal tersebut diketahui dilakukan penjajah Israel di tengah kekhawatiran yang meluas terhadap puluhan pasien dan staf RS Nasser yang masih terjebak di dalam rumah sakit ketika pasukan penjajah Israel meningkatkan pemboman mereka di wilayah tersebut.

Sementara itu, salah satu staf medis RS Al-Awda yang tidak disebutkan namanya menyampaikan jika rumah sakit tersebut berisiko ditutup setelah pasukan penjajah Israel mengepung fasilitas medis tersebut selama 18 hari.

Baca Juga:
Penjajah Israel Lanjutkan Serangan di Jalur Gaza, Hamas Dilaporkan sedang Mempelajari Proposal Gencatan Senjata

Militer penjajah Israel juga dikabarkan membunuh sejumlah staf RS Al-Awda selama pengepungan tersebut.

RS Al-Awda merupakan salah satu rumah sakit fungsional terakhir yang tersisa di Jalur Gaza utara.

Di sisi lain, terdapat video yang beredar di media sosial jika kerumuman besar rakyat Palestina yang kelaparan di Kota Gaza berebut sekantong tepung.

Baca Juga:
Sidang ICJ, Liga Arab Sebut Penjajah Israel Lakukan Dominasi Rasial terhadap Rakyat Palestina

UNFPA atau Dana Kependudukan PBB juga melaporkan jika bayi baru lahir meninggal di Jalur Gaza karena ibu mereka tidak dapat mengakses perawatan yang tepat.

Perang yang telah berlangsung sejak tanggal 7 Oktober 2023 menyebabkan puluhan ribu rakyat Palestina meninggal, dengan mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Rencana Operasi Militer Penjajah Israel Skala Penuh di Rafah, Sekjen PBB Sebut Akan Berikan Pukulan Mematikan untuk Program Bantuan

Sekjen PBB menyebutkan jika operasi militer skala penuh di Rafah akan memberikan pukulan yang mematikan untuk program bantuan.

Bencana Kemanusiaan Jalur Gaza, Lebih dari 2000 Truk Bantuan Dilaporkan Menunggu di Mesir untuk Diizinkan Masuk ke Rafah

Dilaporkan jika lebih dari 2.000 truk bantuan kemanusiaan sekarang ini sedang menunggu di Mesir untuk diizinkan masuk ke Rafah.

Sejumlah Negara Tangguhkan Dana, Presiden UNGA Serukan Dukungan Keuangan dan Politik yang Berkelanjutan untuk UNRWA

Presiden UNGA, Dennis Francis, dilaporkan menyerukan dukungan politik dan keuangan yang berkelanjutan untuk UNRWA.

Serbu Komunitas Badui di Tepi Barat, Beberapa Pemukim Penjajah Israel Mencuri Hampir 30 Domba Milik Seorang Rakyat Palestina

Beberapa pemukim penjajah Israel mencuri hampir 30 domba milik seorang rakyat Palestina saat menyerbu komunitas Badui di Tepi Barat.

Situasinya Buruk, Khan Younis di Jalur Gaza Masih Belum Memiliki Fasilitas Kesehatan yang Berfungsi

Laporan menyebutkan jika Khan Younis di Jalur Gaza hingga kini masih belum mempunyai fasilitas kesehatan yang berfungsi.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;