Seiring Persiapan Menyerang Rafah, Penjajah Israel Dilaporkan Memperluas Zona Kemanusiaan di Jalur Gaza yang Akan Menampung 1 Juta Pengungsi

Ket. Foto: Penjajah Israel Dikabarkan Memperluas Zona Kemanusiaan di Jalur Gaza Seiring Persiapan Mereka Menyerang Rafah
Ket. Foto: Penjajah Israel Dikabarkan Memperluas Zona Kemanusiaan di Jalur Gaza Seiring Persiapan Mereka Menyerang Rafah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Dilaporkan jika penjajah Israel memperluas apa yang mereka sebut ‘zona kemanusiaan’ di Jalur Gaza yang akan menampung sekitar 1 juta pengungsi.

Dikabarkan jika hal tersebut dilakukan oleh pasukan penjajah Israel seiring dengan persiapan mereka menyerang Rafah, yang kini menjadi kamp pengungsian terbesar di Jalur Gaza.

Menurut laporan, daerah yang dipersiapkan menjadi zona kemanusiaan tersebut akan jauh lebih besar dari daerah Al-Mawasi yang berada di sebelah selatan Jalur Gaza.

Baca Juga:
5 Orang Lainnya Terluka, Pasukan Penjajah Israel Menembak dan Membunuh Seorang Warga Palestina dalam Serangan Militer di Jericho, Tepi Barat

Salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya juga menyampaikan jika zona kemanusiaan akan membentang di sepanjang pantai dan mencapai pinggiran Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.

“5 rumah sakit lapangan telah didirikan di daerah yang akan dijadikan zona kemanusiaan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, pada pekan lalu, dikabarkan jika penjajah Israel telah membuat kemajuan yang signifikan dalam persiapan untuk mengevakuasi sekitar 1 juta warga sipil dari Rafah sebelum mereka melakukan serangan darat ke kota tersebut.

Baca Juga:
Lakukan Penggerebekan dan Penggeledahan, Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Menangkap 2 Warga Palestina di Hebron, Tepi Barat

Namun, banyak pihak yang mengkhawatirkan rencana penjajah Israel tersebut dikarenakan invasi darat ke Rafah akan dengan cepat memperburuk situasi kemanusiaan yang telah mengerikan di Jalur Gaza mengingat warga Palestina harus hidup dalam perang yang telah berlangsung selama 6 bulan.

Para pemimpin dunia, yang termasuk juga dengan beberapa sekutu terdekat penjajah Israel, dan berbagai organisasi hak asasi manusia telah meminta penjajah Israel untuk membatalkan invasi ke Rafah.

PBB pada bulan Februari lalu juga telah memperingatkan penjajah Israel jika invasi Rafah dapat menyebabkan pembantaian.

Baca Juga:
Termasuk Kamp Pengungsi Palestina, Ketua UNRWA Laporkan Situasi di Tepi Barat Semakin Memburuk Setiap Harinya

Rafah merupakan sebuah daerah di Jalur Gaza yang berbatasan langsung dengan Sinai di Mesir.

Kota tersebut telah mengalami serangan udara, termasuk dengan serangan yang terjadi pada akhir pekan lalu yang menewaskan 22 orang, termasuk dengan 18 orang anak-anak.

Sebelumnya, Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan jika invasi Rafah sangat penting untuk menghancurkan Hamas.

Baca Juga:
Konflik dengan Penjajah Israel, Khamenei Puji Angkatan Bersenjata Negaranya atas Keberhasilan Mereka Melakukan Serangan ke Wilayah Zionis

“Hamas masih memiliki 4 brigade di wilayah tersebut dan juga serangkaian terowongan,” ujarnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
IDRF Sebut Truk Air Mereka Dibom di Gaza, Kanada Dilaporkan Menghubungi Penjajah Israel untuk Meminta Informasi Lebih Lanjut

Kanada telah menghubungi penjajah Israel untuk meminta informasi lebih lanjut mengenai truk air IDRF yang dibom oleh penjajah Israel di Gaza

Termasuk 4 Orang Anak, Serangan Baru Penjajah Israel di Rafah Dilaporkan Menewaskan Setidaknya 5 Warga Palestina

Serangan paling baru yang dilakukan pasukan penjajah Israel di Rafah dikabarkan menewaskan sedikitnya 5 orang warga Palestina.

Beberapa Menunggu Lama, PBB Sebut Misi Kemanusiaan di Jalur Gaza Mengalami Penundaan Hampir 5 Jam Sebelum Diizinkan untuk Dilanjutkan

PBB menyampaikan misi kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza mengalami penundaan hampir 5 jam sebelum diizinkan untuk dilanjutkan.

Terus Lakukan Penggerebekan, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Masih Melakukan Operasi di Kamp Pengungsi Nur Shams, Tepi Barat

Tentara penjajah Israel dikabarkan masih melakukan operasinya di Kamp Pengungsi Nur Shams, yang terletak di Tepi Barat.

Tegaskan Waktunya Sudah Tiba, Barbados Dilaporkan Telah Secara Resmi Mengakui Palestina Sebagai Sebuah Negara

Barbados dikabarkan telah secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara dan menjadi anggota CARICOM kesebelas yang melakukannya.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;