Militer Penjajah Israel Klaim Telah Membunuh Beberapa Pejuang Hamas

Ket. Foto: Beberapa Pejuang Hamas Dilaporkan Telah Dibunuh Penjajah Israel
Ket. Foto: Beberapa Pejuang Hamas Dilaporkan Telah Dibunuh Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Militer penjajah Israel menyampaikan, dalam koordinasi dengan Dinas Keamanan Dalam Negeri penjajah Israel, Shin Bet, telah menewaskan seorang pejuang utama Hamas yang merupakan bagian dari 1 batalion di Jabalia barat.

Dalam keterangannya kemarin, tanggal 26 November 2024, waktu setempat, diklaim bahwa Ahmad Abd el-Halim Abu Hussein, yang merupakan pejuang utama Hamas tersebut, ‘tereliminasi’ dalam serangan akhir pekan lalu dan bahwa dia bertanggung jawab atas banyak serangan roket dan mortir terhadap tentara penjajah Israel yang beroperasi di Jalur Gaza.

“Beberapa pejuang Hamas lainnya tewas dalam serangan tersebut,” kata mereka.

Baca Juga:
Serangan Penjajah Israel Sebabkan Kerusakan pada Beberapa Jembatan di Provinsi Homs Suriah

Di sisi lain, penjajah Israel dituduh menggunakan bom yang menyebarkan kubus logam kecil.

Terdapat dugaan penggunaan bom jenis baru oleh penjajah Israel di Jalur Gaza.

Direktur RS Kamal Adwan, yang merupakan Hussam Abu Safia, menyampaikan pesawat tanpa awak quadcopter penjajah Israel telah menjatuhkan bom yang berisi pecahan-pecahan kecil yang hampir tidak terlihat oleh mata telanjang tetapi dapat menyebabkan pendarahan hebat dan kerusakan pada organ-organ dalam.

Baca Juga:
Asosiasi Dokter Palestina di Eropa Telah Kumpulkan Lebih dari 150 Ribu USD untuk Mendukung Mahasiswa Kedokteran di Gaza

Beberapa dokter lain yang pernah bekerja di Jalur Gaza juga menggambarkan perawatan pasien yang terluka oleh kubus logam kecil yang meninggalkan luka masuk minimal tetapi mengakibatkan cedera internal yang parah.

Seorang ahli bedah Inggris bekerja di sebuah rumah sakit di Jalur Gaza, Dr Mohammed Tahir, menerangkan penemuan salah satu dari 3 kubus berukuran 3 mm yang terbuat dari tungsten di dalam pasien muda yang dirawatnya dalam sebuah video yang diterbitkan.

Dokter bedah Inggris, Nizam Mamode, juga baru-baru ini memberikan kesaksian kepada komite parlemen Inggris mengenai perawatan anak-anak dengan luka serupa.

Baca Juga:
Lebanon Tangguhkan Kelas Tatap Muka di Wilayah Beirut hingga Akhir Desember

Di sisi lain, DRC yang merupakan Dewan Pengungsi Denmark, memperingatkan bahwa kurangnya bantuan yang mencapai Jalur Gaza memaksa warga Palestina untuk mencari kebutuhan pokok di antara bangunan-bangunan yang hancur, yang meningkatkan risiko kematian atau cedera akibat bom yang belum meledak. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Serangan Penjajah Israel Sebabkan Kerusakan pada Beberapa Jembatan di Provinsi Homs Suriah

Beberapa jembatan di pedesaan Qusayr di Provinsi Homs, Suriah, dikabarkan rusak oleh serangan penjajah Israel.

Asosiasi Dokter Palestina di Eropa Telah Kumpulkan Lebih dari 150 Ribu USD untuk Mendukung Mahasiswa Kedokteran di Gaza

Lebih dari 150 ribu USD telah dikumpulkan oleh Asosiasi Dokter Palestina di Eropa untuk mendukung mahasiswa kedokteran di Gaza.

Lebanon Tangguhkan Kelas Tatap Muka di Wilayah Beirut hingga Akhir Desember

Kelas tatap muka di wilayah Beirut, Lebanon, ditangguhkan oleh Lebanon hingga akhir bulan Desember tahun 2024 mendatang.

Pemerintah Penjajah Israel Menjatuhkan Sanksi terhadap Surat Kabar Tertua Karena Artikelnya yang Merugikan Penjajah Israel

Pemerintah penjajah Israel menjatuhkan sanksi terhadap surat kabar tertua di penjajah Israel karena artikelnya yang merugikan.

Pemerintah Penjajah Israel Menunjuk Sekutu Netanyahu sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat

Sekutu Benjamin Netanyahu, Yechiel Leiter, ditunjuk oleh pemerintah penjajah Israel sebagai duta besar untuk Amerika Serikat.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;