2 Remaja Penjajah Israel Dijatuhi Hukuman Penjara Karena Menolak Wajib Militer sebagai Protes terhadap Perang Gaza

Ket. Foto: 2 Remaja Penjajah Israel Dipenjara Karena Menolak Wajib Militer
Ket. Foto: 2 Remaja Penjajah Israel Dipenjara Karena Menolak Wajib Militer Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – 2 remaja penjajah Israel, Iddo Elam dan Soul Behar Tsalik, dijatuhi hukuman 30 hari penjara militer minggu ini karena menolak wajib militer sebagai protes terhadap perang penjajah Israel di Jalur Gaza dan pendudukan yang sedang berlangsung di wilayah Palestina.

Para pemuda berusia 18 tahun dari Tel Aviv tersebut berlangsung dengan kelompok pemuda penjajah Israel yang terus bertambah secara terbuka menolak untuk mendaftar militer karena alasan politik sejak dimulainya perang pada bulan Oktober tahun 2023 lalu.

Didampingi oleh para pendukung, termasuk dengan keluarga, teman, dan aktivisa dari Mesarvot, sebuah jaringan solidaritas untuk para penentang wajib militer, keduanya melapor ke pusat perekrutan Tel Hashomer, di mana mereka menyatakan penolakan mereka untuk mendaftar.

Baca Juga:
Kabinet Keamanan Penjajah Israel Dilaporkan Memperpanjang Hubungan dengan Bank Otoritas Palestina

Setelah deklarasi mereka, keduanya dipindahkan ke penjara militer Neve Tzedek untuk memulai hukuman mereka, yang dapat diperpanjang.

Dalam pernyataan tertulisnya sebelum dipenjara, Elam menulis ‘selama kita terus mendaftar, mengikuti perintah, dan melaksanakan tujuan buruk pemerintah kita, kita akan hidup dalam realitas perang, aneksasi, dan kebencian’.

“Saya tidak ingin anak-anak, tidak peduli di sisi tembok mana mereka dilahirkan, takut kepada roket atau diculik dari tempat tidur mereka. Kita harus melakukan segala daya kita untuk memastikan bahwa anak-anak masa depan hidup dalam rasa aman,” tambahnya.

Baca Juga:
Puluhan Pemukim Yahudi Menodai Masjid Al Aqsa di bawah Perlindungan Pasukan Penjajah Israel

Behar Tsalik juga menyerukan diakhirinya pendudukan militer penjajah Israel dan perang di Jalur Gaza dengan menulis ‘kita harus mengakhiri perang dan kehadiran penjajah Israel di Jalur Gaza-demi kehidupan warga penjajah Israel dan Palestina’.

Wajib militer merupakan kewajiban untuk warga negara penjajah Israel yang berusia di atas 18 tahun tetapi penolakan wajib militer jarang terjadi dan sering kali dihukum berat.

Para penolak wajib militer sering kali dijatuhi hukuman penjara beberapa kali sebelum dibebaskan.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan 2 Bangunan Milik Warga Palestina di Yerusalem

Sejak tanggal 7 Oktober 2024, militer penjajah Israel telah meningkatkan hukuman untuk mereka yang menolak wajib militer.

Elam dan Behar Tsalik termasuk di antara 8 remaja yang secara terbuka menolak wajib militer sejak perang dimulai. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Kabinet Keamanan Penjajah Israel Dilaporkan Memperpanjang Hubungan dengan Bank Otoritas Palestina

Kabinet keamanan penjajah Israel memilih untuk memperpanjang selama 1 tahun lagi hubungan dengan bank Otoritas Palestina.

Puluhan Pemukim Yahudi Menodai Masjid Al Aqsa di bawah Perlindungan Pasukan Penjajah Israel

Masjid Al-Aqsa dikabarkan dinodai oleh puluhan pemukim Yahudi di bawah perlindungan pasukan penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan 2 Bangunan Milik Warga Palestina di Yerusalem

Pusat Informasi Palestina melaporkan 2 bangunan milik warga Palestina di Yerusalem dihancurkan oleh pasukan penjajah Israel.

Seorang Anak Dilaporkan Terluka saat Serangan Penjajah Israel di Tepi Barat

Seorang anak menderita luka pecahan peluru selama serangan yang dilakukan pasukan penjajah Israel ke kota dekat Jenin di Tepi Barat.

Presiden Otoritas Palestina Umumkan Siapa Penggantinya pada Masa Sementara saat Jabatannya Kosong

Siapa penggantinya pada masa sementara ketika jabatannya kosong diumumkan oleh Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;