Betlehem Rayakan Natal untuk Tahun Kedua di bawah Bayang-Bayang Perang Gaza

Ket. Foto: Natal Dirayakan Betlehem untuk Tahun Kedua di bawah Bayang-Bayang Perang Jalur Gaza
Ket. Foto: Natal Dirayakan Betlehem untuk Tahun Kedua di bawah Bayang-Bayang Perang Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Betlehem, kota di Tepi Barat yang diduduki yang diyakini oleh umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, merayakan Natal khidmat lainnya di bawah bayang-bayang genosida penjajah Israel di Jalur Gaza.

Pada malam Natal hari Selasa, tanggal 24 Desember 2024, waktu setempat, kota itu kehilangan keceriaan liburan yang biasa, tanpa lampu maupun pohon raksasa yang menghiasi Alun-Alun Manger.

Selain itu, tidak ada kerumunan wisatawan dan juga tidak ada kelompok musik pemuda yang biasanya ikut memeriahkan acara itu.

“Tahun ini, kami membatasi kegembiraan kami,” kata Anton Salman, wali kota Betlehem kepada media.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menangkap Dokter Yordania Saat Menuju ke Jalur Gaza untuk Misi Bantuan Medis

Kegiatan doa, termasuk dengan misa tengah malam yang terkenal di Gereja Kelahiran, akan tetap diadakan di hadapan Patriark Latin Gereja Katolik, tetapi perayaannya akan lebih bersifat keagamaan dibandingkan perayaan meriah yang pernah diadakan di kota tersebut.

Para pramuka Palestina berbaris tanpa suara di jalan-jalan, berbeda dari pawai musik tiup logam mereka yang biasanya.

Beberapa membawa spanduk bertuliskan ‘Kami menginginkan kehidupan, bukan kematian’.

Sementara itu, pasukan keamanan Palestina memasang penghalang di dekat Gereja Kelahiran, yang dibangun di atas tempat di mana Yesus diyakini dilahirkan dan seorang pekerja membersihkan tong sampah.

Baca Juga:
Otoritas Pendudukan Penjajah Israel Telah Mendirikan Sedikitnya 7 Pos Pemukiman Ilegal dalam 6 Bulan Terakhir di Area B Tepi Barat

Dia menyatakan pesan Betlehem selalu merupakan pesan perdamaian dan harapan.

“Dan hari-hari ini, kami juga menginginkan pesan kami ke dunia, perdamaian dan harapan, tetapi menegaskan dunia harus bekerja untuk mengakhiri penderitaan kami sebagai orang Palestina,” ucapnya.

Seorang jurnalis mengatakan sebelum perang di Jalur Gaza, pusat kota itu dipenuhi orang saat Natal.

“Akan ada lampu di mana-mana di sini, juga akan ada panggung utama sebagai tempat lagu-lagu Natal akan dinyanyikan sebagai persiapan untuk musim perayaan ini,” tuturnya.

Baca Juga:
Istri Benjamin Netanyahu Dituduh Melakukan Intimidasi terhadap Saksi

Di Betlehem, Natal bukan sekadar perayaan untuk umat Kristiani, melainkan hari libur nasional di mana umat Muslim dan Kristiani merasa bahwa Natal adalah kesempatan bagi mereka untuk merasakan sedikit kegembiraan ketika mereka hidup di bawah pendudukan militer selama puluhan tahun. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menangkap Dokter Yordania Saat Menuju ke Jalur Gaza untuk Misi Bantuan Medis

Seorang dokter Yordania ditangkap oleh pasukan penjajah Israel oleh tentara pendudukan penjajah Israel ketika menuju ke Jalur Gaza.

Otoritas Pendudukan Penjajah Israel Telah Mendirikan Sedikitnya 7 Pos Pemukiman Ilegal dalam 6 Bulan Terakhir di Area B Tepi Barat

Sedikitnya 7 pos pemukiman ilegal dalam 6 bulan terakhir di Area B Tepi Barat yang diduduki telah didirikan oleh otoritas penjajah Israel.

Istri Benjamin Netanyahu Dituduh Melakukan Intimidasi terhadap Saksi

Istri Perdana Menteri Penjajah Israel, Sara Netanyahu, dituduh melakukan intimidasi dan juga pelecehan terhadap saksi.

Hamas Mengaku Telah Menembak Seorang Perwira Tentara Penjajah Israel di Jalur Gaza Utara

Seorang perwira tentara penjajah Israel di kamp pengungsi Jabalia yang terletak di Jalur Gaza bagian utara telah ditembak oleh Hamas.

Seorang Anak Palestina Terbunuh saat Ranjau Darat Penjajah Israel Meledak di Daerah Betlehem

Ketika ranjau darat milik penjajah Israel meledak di daerah Betlehem, Tepi barat, seorang anak Palestina dilaporkan terbunuh.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;