Pasukan Penjajah Israel Hancurkan Rumah Seorang Warga Palestina di Tepi Barat

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan Rumah Seorang Tahanan Palestina
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan Rumah Seorang Tahanan Palestina Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pusat Informasi Palestina mengatakan pasukan pendudukan penjajah Israel menghancurkan rumah seorang warga Palestina yang merupakan tahanan Palestina pada dini hari tanggal 2 Januari 2025 waktu setempat.

Tahanan yang bernama Muhammad Talal Abu Yassin telah berada dalam tahanan penjajah Israel sejak bulan Januari tahun lalu, dituduh melakukan serangan terhadap pasukan penjajah Israel di Tepi Barat yang diduduki.

“Sekitar 30 kendaraan militer dan 2 buldozer menyerbu Bal’a di Tulkarem dan mengepung sebuah rumah di distrik barat kota itu. Mereka kemudian mulai menghancurkan rumah milik Abu Yassin,” kata sumber-sumber lokal.

Rezim pendudukan penjajah Israel secara teratur menghancurkan rumah-rumah keluarga tahanan Palestina yang dituduh melakukan operasi anti-pendudukan yang sah.

Baca Juga:
Puluhan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al Aqsa dan Melakukan Ritual Talmud di Halamannya

Kelompok-kelompok HAM menyampaikan hal tersebut adalah hukuman kolektif dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Di sisi lain, sebuah laporan Palestina mengungkapkan penjajah Israel telah menghancurkan 970 rumah dan bangunan Palestina, mengeluarkan perintah pembongkaran kepada 765 orang lainnya dan menyita 53.055 dunum atau 53 kilometer persegi di Tepi Barat termasuk Yerusalem di tahun 2024.

Laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Tanah itu menyampaikan tentara pendudukan penjajah Israel dan para pemukim telah mencabut dan merusak 59.163 pohon dengan 52.373 di antaranya hancur total, menutup 955 jalan dan pintu masuk di berbagai wilayah yang terletak Tepi Barat, termasuk menempatkan 76 gerbang besi di luar desa dan kota.

Di sisi lain, seorang tawanan penjajah Israel yang disandera di Jalur Gaza telah mencoba bunuh diri.

Baca Juga:
Pemerintah Penjajah Israel Pertimbangkan Perintahkan Tentara Menduduki Kota Gaza

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara sayap bersenjata Jihad Islam dalam sebuah video yang diunggah di Telegram pada tanggal 2 Januari 2025 waktu setempat.

Juru Bicara Brigade Al-Quds menambahkan salah satu tim medis kelompok tersebut campur tangan dan mencegahnya meninggal, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas atau kondisi terkini sandera itu.

Pihak berwenang penjajah Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Puluhan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al Aqsa dan Melakukan Ritual Talmud di Halamannya

Masjid Al Aqsa diserbu oleh puluhan pemukim Yahudi dan mereka diketahui melakukan ritual Talmud di halamannya.

Pemerintah Penjajah Israel Pertimbangkan Perintahkan Tentara Menduduki Kota Gaza

Tentara pendudukan penjajah Israel sedang dipertimbangkan untuk menduduki Kota Gaza oleh pemerintah penjajah Israel.

WHO Evakuasi 55 Pasien Palestina dari Gaza untuk Dirawat di Uni Emirat Arab

WHO menyampaikan sebanyak 55 pasien dari Jalur Gaza dan juga 72 pengasuh telah dievakuasi dari Jalur Gaza untuk dirawat di UEA.

Militer Penjajah Israel Menahan Jenazah 198 Warga Palestina yang Terbunuh pada Tahun 2024

Sebanyak jenazah 198 warga Palestina yang terbunuh di tahun 2024 dilaporkan ditahan oleh militer pendudukan penjajah Israel.

Kepala UNRWA Sebut Kengerian Terus Berlanjut Tanpa Henti di Jalur Gaza di bawah Pengawasan Dunia

Kengerian, disebutkan oleh Kepala UNRWA Philippe Lazzarini, terus berlanjut tanpa henti di Jalur Gaza di bawah pengawasan dunia.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;