Pemerintah Penjajah Israel Pertimbangkan Perintahkan Tentara Menduduki Kota Gaza

Ket. Foto: Pemerintah Penjajah Israel sedang Mempertimbangkan untuk Memerintahkan Tentara Menduduki Kota Gaza
Ket. Foto: Pemerintah Penjajah Israel sedang Mempertimbangkan untuk Memerintahkan Tentara Menduduki Kota Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Media lokal menyatakan pemerintah penjajah Israel sedang mempertimbangkan untuk memerintahkan tentaranya untuk menduduki Kota Gaza.

Pada tanggal 1 Januari 2025 waktu setempat, media penjajah Israel menyampaikan tindakan tersebut dilakukan di tengah kebuntuan dalam negosiasi tidak langsung yang bertujuan mencapai gencatan senjata Jalur Gaza dan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Palestina.

Menurut media tersebut, pemerintah Benjamin Netanyahu ‘puas’ dengan hasil kampanye militernya di Jalur Gaza utara.

“Eselon politik sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan perintah kepada tentara penjajah Israel untuk bergerak ke selatan dan menduduki Kota Gaza dalam waktu dekat,” kata mereka.

Baca Juga:
WHO Evakuasi 55 Pasien Palestina dari Gaza untuk Dirawat di Uni Emirat Arab

Media itu menambahkan operasi semacam itu kini mungkin dilakukan, terutama mengingat gencatan senjata di Lebanon dan tersedianya lebih banyak pasukan militer untuk melaksanakan manuver berskala besar dan berkepanjangan.

Upaya mediasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar untuk mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza sejauh ini gagal dikarenakan penolakan Netanyahu untuk menghentikan perang.

Sementara itu, pada hari Rabu, tanggal 1 Januari 2025, kelompok hak asasi manusia setempaty, Organisasi al-Baidar untuk Pertahanan Badui, mengatakan tentara penjajah Israel dan pemukim ilegal melancarkan sebanyak 2.977 serangan terhadap komunitas Badui Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada tahun 2024.

“Sebanyak 67 komunitas Badui yang terdiri dari 340 keluarga telah diusir oleh otoritas penjajah Israel di tahun 2024,” ucap mereka.

Baca Juga:
Militer Penjajah Israel Menahan Jenazah 198 Warga Palestina yang Terbunuh pada Tahun 2024

Organisasi tersebut menambahkan pelanggaran penjajah Israel dimaksudkan untuk mengusir paksa warga Palestina dari wilayah mereka, dalam proses pemindahan massal yang bertujuan menciptakan kekosongan populasi demi kepentingan pemukiman.

Kelompok HAM menyampaikan serangan terhadap komunitas Badui sebagai ‘bencana nyata’ dan menyatakan serangan itu bervariasi antara kekerasan and juga penganiayaan.

Pernyataan tersebut menyatakan pelanggaran ini mencerminkan kebijakan terorganisasi yang bertujuan untuk mengosongkan tanah Palestina dari penduduk asli dan menggantinya dengan pemukim penjajah Israel.

“Serangan-serangan ini adalah bagian dari kebijakan pembersihan etnis yang dilakukan oleh otoritas pendudukan untuk mengosongkan tanah Palestina dari pemilik sahnya dan membuat mereka hidup dalam kondisi yang terancam dan terusir secara permanen,” pungkas mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

WHO Evakuasi 55 Pasien Palestina dari Gaza untuk Dirawat di Uni Emirat Arab

WHO menyampaikan sebanyak 55 pasien dari Jalur Gaza dan juga 72 pengasuh telah dievakuasi dari Jalur Gaza untuk dirawat di UEA.

Militer Penjajah Israel Menahan Jenazah 198 Warga Palestina yang Terbunuh pada Tahun 2024

Sebanyak jenazah 198 warga Palestina yang terbunuh di tahun 2024 dilaporkan ditahan oleh militer pendudukan penjajah Israel.

Kepala UNRWA Sebut Kengerian Terus Berlanjut Tanpa Henti di Jalur Gaza di bawah Pengawasan Dunia

Kengerian, disebutkan oleh Kepala UNRWA Philippe Lazzarini, terus berlanjut tanpa henti di Jalur Gaza di bawah pengawasan dunia.

Tentara Penjajah Israel Akui Telah Membunuh Komandan Jihad Islam

Komandan Jihad Islam yang bernama Anas Muhammad Saadi Masri, telah dibunuh oleh tentara penjajah Israel pada awal Desember 2024.

Pelapor Khusus PBB Desak Profesional Medis di Seluruh Dunia untuk Putuskan Hubungan dengan Penjajah Israel

Profesional medis di seluruh dunia didesak oleh pelapor khusus PBB untuk Palestina untuk memutuskan hubungan dengan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;