Akan Mulai Berlaku pada Hari Minggu, Penjajah Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata

Ket. Foto: Penjajah Israel dan Hamas Menyepakati Gencatan Senjata
Ket. Foto: Penjajah Israel dan Hamas Menyepakati Gencatan Senjata Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Mediator Qatar menyatakan penjajah Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang 15 bulan di Jalur Gaza dan menukar tawanan penjajah Israel dengan tahanan Palestina yang ditahan di penjara penjajah Israel.

Sheikh Mohammad bin Abdulrahman bin Jassim, Al Thani, mengumumkan kesepakatan tersebut di Doha, Qatar, pada hari Rabu, tanggal 15 Januari 2025.

Dia mengatakan gencatan senjata akan mulai berlaku pada hari Minggu, tanggal 19 Januari 2025.

Hamas sebelumnya menyampaikan kepada media bahwa delegasinya menyampaikan persetujuan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan kepada para mediator.

Baca Juga:
Penjajah Israel Tangkap Pemuda yang Memasang Poster Anti Genosida di Dekat Yerusalem

“Kesepakatan itu akan dilaksanakan dalam 3 tahap. Dalam tahap awal 6 minggu, pasukan penjajah Isarel akan secara bertahap mundur dari Gaza bagian tengah dan warga Palestina akan diizinkan kembali ke rumah mereka di Jalur Gaza bagian utara,” ujarnya.

Dia menambahkan Hamas akan membebaskan 33 tawanan penjajah Israel selama 6 minggu tersebut, termasuk semua tentara wanita dan warga sipil, anak-anak dan orang tua.

Pembicaraan tahap kedua akan dimulai pada hari ke-16 tahap pertama dan diharapkan mencakup pembebasan tawanan yang tersisa dan penarikan penuh pasukan penjajah Israel dari Gaza.

Tahap ketiga diperkirakan mencakup pemulangan jenazah dan dimulainya rekonstruksi di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Lebih dari 13 Ribu Siswa Palestina Tewas dan 657 Guru serta Administrator Terbunuh Sejak Dimulainya Perang

Mengenai kesepakatan gencatan senjata tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan kepada wartawan bahwa PBB siap mendukung kesepakatan tersebut dan meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan berkelanjutan kepada warga Palestina yang tidak terhitung jumlahnya yang terus menderita.

Presiden Komisi Eropa, Von der Leyen, menyambut baik berita tentang perjanjian gencatan senjata.

“Para sandera akan dipertemukan kembali dengan orang-orang yang mereka cintai dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga sipil di Jalur Gaza,” ucapnya.

Dia menambahkan hal ini membawa harapan untuk seluruh wilayah, di mana orang-orang telah menanggung penderitaan yang sangat besar dalam waktu yang terlalu lama.

Baca Juga:
Terparah Sepanjang Sejarah! Kebakaran Hebat di California Tewaskan 25 Orang sampai Hari Kedelapan, Begini Kondisinya Sekarang

“Kedua pihak harus sepenuhnya melaksanakan perjanjian ini, sebagai batu loncatan menuju stabilitas yang langgeng di wilayah itu dan penyelesaian konflik secara diplomatik,” pungkasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Tangkap Pemuda yang Memasang Poster Anti Genosida di Dekat Yerusalem

Pemuda berusia 21 tahun yang memasang poster anti genosida di dekat Yerusalem ditangkap oleh polisi penjajah Israel.

Lebih dari 13 Ribu Siswa Palestina Tewas dan 657 Guru serta Administrator Terbunuh Sejak Dimulainya Perang

Sebanyak 13.177 siswa Palestina dan 657 guru serta administrator terbunuh sejak perang dimulai di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Terparah Sepanjang Sejarah! Kebakaran Hebat di California Tewaskan 25 Orang sampai Hari Kedelapan, Begini Kondisinya Sekarang

Kebakaran Palisades dan Eaton hanguskan ribuan hektare. Angin kencang hambat pemadaman, warga diminta tetap siaga.

Nelayan Palestina Dibunuh Pasukan Penjajah Israel di Lepas Pantai Deir el-Balah Jalur Gaza

Kapal perang penjajah Israel menembak dan membunuh seorang nelayan Palestina di lepas pantai Deir el-Balah, Jalur Gaza.

Pasukan Penjajah Israel Sita 0,75 Hektare Tanah di Desa Husan Sebelah Barat Betlehem

Sebanyak 0,75 hektare tanah atau 7,5 dunum tanah di Desa Husan yang terletak di sebelah barat Betlehem disita pasukan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;