Pasukan Penjajah Israel Mendirikan Pos Pemeriksaan Militer di Pintu Masuk Timur Kota Beit Fajjar

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Mendirikan Pos Pemeriksaan Militer di Selatan Betlehem
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Mendirikan Pos Pemeriksaan Militer di Selatan Betlehem Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan penjajah Israel mendirikan pos pemeriksaan militer di pintu masuk timur Kota Beit Fajjar, selatan Betlehem, pada hari Rabu pagi, tanggal 12 Maret 2025 waktu setempat.

Media melaporkan pasukan penjajah Israel sedang memeriksa kendaraan, memeriksa tanda pengenal warga negara, dan menghalangi perjalanan mereka sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang parah.

Perlu dicatat bahwa pasukan penjajah Israel telah menutup pintu masuk timur kota dengan gerbang besi sejak tanggal 7 Oktober 2023 dan membukanya selama beberapa jam 10 hari yang lalu.

Di sisi lain, pemimpin oposisi penjajah Israel, Yair Lapid, menuduh Benjamin Netanyahu memprioritaskan kelangsungan hidup politik daripada upaya untuk mengamankan pembebasan tawanan yang ditahan di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Meledakkan Beberapa Bagian Rumah di Kota Qalqilya

“Menghentikan perang memiliki harga politik yang tidak ingin dibayar Netanyahu,” ujarnya.

Gadi Eisenkot, mantan Menteri Perang, menggemakan pernyataan Lapid. Dia menyampaikan Netanyahu berusaha membawa kembali tawanan tanpa membuat konsesi.

Menurut radio Angkatan Darat penjajah Israel, Eisenkot menyatakan bahwa pertimbangan politik menghalangi upaya untuk mencapai kesepakatan.

Lapid juga mengecam penghindaran wajib militer oleh kaum Yahudi ultra-Ortodoks. Dia mengatakan tidak ada ‘sifat Yahudi atau agama’ mengenai komunitas Haredi yang menghindari wajib militer dan mengkritik Partai Likud milik Benjamin Netanyahu karena tidak mengambil tindakan keras.

Baca Juga:
Buldozer Penjajah Israel Hancurkan 2 Ruang Pamer Kendaraan di Dekat Desa Surda Utara Ramallah

“Pemerintah memberi mereka pengecualian dengan mengorbankan anak-anak kita,” katanya.

Dia menambahkan bahwa hal itu adalah aib nasional.

Di sisi lain, petugas kesehatan Palestina telah mendirikan klinik darurat di reruntuhan Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya yang telah dihancurkan oleh serangan militer penjajah Israel berulang kali sejak bulan Oktober 2023.

Klinik itu sekarang berfungsi sebagai fasilitas medis operasional terakhir di Jalur Gaza utara tetapi para dokter harus mengatasi kekurangan sumber daya yang kronis di tengah blokade penjajah Israel yang sedang berlangsung di daerah tersebut. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Meledakkan Beberapa Bagian Rumah di Kota Qalqilya

Beberapa bagian rumah milik warga Palestina yang terletak di Qalqilya dilaporkan diledakkan oleh pasukan penjajah Israel.

Buldozer Penjajah Israel Hancurkan 2 Ruang Pamer Kendaraan di Dekat Desa Surda Utara Ramallah

2 ruang pamer kendaraan di dekat Desa Surda, utara Ramallah, dihancurkan oleh penjajah Israel menggunakan buldozer.

Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Warga Sipil Palestina di Selatan Hebron

Warga sipil Palestina dan harta benda mereka diserang oleh penjajah Israel di selatan Hebron di bawah perlindungan pasukan.

Seorang Wanita Lansia Palestina Dibunuh oleh Pasukan Penjajah Israel di Jenin Tepi Barat

Pasukan penjajah Israel dilaporkan membunuh seorang wanita tua Palestina dari Jenin yang dipindahkan ke rumah sakit Jenin.

Nelayan Gaza Membuat Rakit dari Pintu Kulkas Lama agar Dapat Kembali Melaut

Rakit dari pintu kulkas lama dibuat oleh nelayan Gaza agar dapat kembali ke laut dan juga terus memberi makan keluarganya.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;