Dapur Umum Terpaksa Ditutup Karena Blokade Penjajah Israel terhadap Jalur Gaza Terus Berlanjut

Ket. Foto: Dapur Umum Terpaksa Ditutup Karena Blokade yang Dilakukan Penjajah Israel terhadap Gaza
Ket. Foto: Dapur Umum Terpaksa Ditutup Karena Blokade yang Dilakukan Penjajah Israel terhadap Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Lembaga amal yang telah memberi makan ribuan orang terpaksa tutup karena blokade total penjajah Israel terhadap Jalur Gaza terus berlanjut.

Mereka yang masih dapat beroperasi mengurangi layanan karena kebutuhan pokok seperti gas untuk memasak, air, dan barang-barang lainnya tidak lagi tersedia.

Menurut sumber pada tanggal 17 Maret 2025 waktu setempat, pasar kehabisan produk dan sebagian besar produk yang tersedia kini tidak terjangkau.

“Dapur umum, yang dahulunya menyediakan makanan untuk ribuan orang, kini harus berjuang sendiri melawan keterbatasan waktu, kelangkaan, dan kelaparan semakin parah,” ujarnya.

Baca Juga:
Sekelompok Penjajah Israel Menyerang Penduduk Palestina di Masafer Yatta Selatan Hebron

Pemilik dapur umum setempat, Mohammed Abu Hamza, mengatakan dapur umum telah menjadi penyelamat bagi banyak keluarga pengungsi di Jalur Gaza tetapi dengan ditutupnya jalur penyeberangan perbatasan, situasi kemanusiaan memburuk secara drastis.

“Tidak ada makanan, tidak ada gas, tidak ada kayu bakar, tidak ada yang tersisa untuk menjaga dapur-dapur ini tetap beroperasi karena kelaparan semakin mencengkeram Jalur Gaza,” ungkapnya.

Di sisi lain, kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menyatakan memimpin UNRWA selama perang di Jalur Gaza adalah hal yang ‘menekankan’ karena penjajah Israel menargetkannya dengan ‘perang disinformasi’.

Pada bulan Januari, penjajah Israel mengklaim UNRWA ‘dipenuhi Hamas’ dan memutuskan hubungan dengan badan itu dan melarangnya beroperasi sehingga mempersulit koordinasi pengiriman bantuan ke Jalur Gaza.

Baca Juga:
Seorang Pemuda Palestina Terluka oleh Tembakan Pasukan Penjajah Israel di Utara Yerusalem

“Keputusan itu mengancam akan menghancurkan kelompok bantuan tersebut yang merupakan kelompok terbesar yang beroperasi di Jalur Gaza dan membahayakan kehidupan serta kelangsungan hidup warga sipil di sana,” ucapnya.

Dia menyatakan keyakinannya bahwa dia masih berada di sisi sejarah yang benar yang memberinya dorongan untuk meneruskan tugasnya.

Menurunya, dia telah diberi hak bersuara dan tentu saja dirinya perlu menggunakan hak bersuara ini.

“Itulah kewajiban minimum kami kepada para pengungsi Palestina yang tidak memiliki hak bersuara,” pungkasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Sekelompok Penjajah Israel Menyerang Penduduk Palestina di Masafer Yatta Selatan Hebron

Penduduk Palestina dan rumah mereka yang berada di Masafer Yatta, selatan Hebron, diserang oleh sekelompok penjajah Israel.

Seorang Pemuda Palestina Terluka oleh Tembakan Pasukan Penjajah Israel di Utara Yerusalem

Tembakan pasukan penjajah Israel diketahui menyebabkan seorang pemuad Palestina di Kota Al-Ram di utara Yerusalem.

Pasukan Penjajah Israel Menahan Seorang Remaja Palestina Berusia 16 Tahun selama Penggerebekan di Sa’ir

Seorang remaja Palestina yang berusia 16 tahun ditahan oleh pasukan penjajah Israel selama penggerebekan di Kota Sa’ir.

Seorang Pria Palestina Tewas dalam Serangan Pesawat Tak Berawak Penjajah Israel di Jalur Gaza Tengah

Serangan pesawat tak berawak penjajah Israel di Jalur Gaza tengah diketahui menewaskan seorang pria warga Palestina.

Pemukim Penjajah Israel Hancurkan Lahan Pertanian Palestina di Wadi al-Matwi Tepi Barat

Lahan pertanian Palestina yang terletak di Wadi al-Matwi, Tepi Barat, dilaporkan dihancurkan oleh pemukim penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;