Wali Kota Metula di Utara Penjajah Israel Meminta Pemerintah untuk Bertindak Tegas setelah Serangan Roket

Ket. Foto: Wali Kota Metula, Penjajah Israel, Meminta Pemerintah Bertindak Tegas setelah Serangan Roket
Ket. Foto: Wali Kota Metula, Penjajah Israel, Meminta Pemerintah Bertindak Tegas setelah Serangan Roket Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Wali kota Kota Metula di utara penjajah Israel, David Azoulay, meminta pemerintah dan komando militer untuk bertindak tegas setelah serangan roket pada Sabtu pagi, tanggal 22 Maret 2025 waktu setempat.

Dia mengatakan pemerintah harus memastikan tidak ada satu pun tembakan yang ditembakkan ke komunitas utara.

“Tidak ada roket Katyusah, bahkan satu peluru pun tidak. Kami tidak akan membiarkan mereka menganggap ini sebagai hal yang wajar,” ujarnya.

Dia melanjutkan ini adalah kegagalan dan ini mencerminkan kebijakan penahanan yang sama yang berlaku sebelum 7 Oktober.

Baca Juga:
5 Anak Palestina Tewas dan Beberapa Lainnya Terluka dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Lingkungan al-Tuffah Kota Gaza

“Kami tidak akan membiarkannya. Daripada berurusan dengan hal-hal yang tidak masuk akal, mulailah fokus untuk memberikan keamanan kepada rakyat negara ini,” ucapnya.

Di sisi lain, Kantor Berita Nasional resmi Lebanon atau NNA menyampaikan pesawat tempur penjajah Israel terbang di atas wilayah timur Lebanon selatan setelah roket diluncurkan ke arah penjajah Israel utara.

NNA melaporkan pasukan darat penjajah Israel menembaki perbukitan el-Hamames dengan tembakan senjata otomatis.

Tembakan artileri penjajah Israel menargetkan distrik Nabatieh di selatan dan Kota Khiam yang terkena 3 peluru yang ditembakkan oleh tank Merkava.

Baca Juga:
Penjajah Israel Ledakkan Satu-Satunya Rumah Sakit Khusus Kanker di Jalur Gaza

Selain itu, militer penjajah Israel juga menembakkan senjata otomatis ke desa perbatasan Hula, Kfar Kila, dan Markaba.

Gencatan senjata pada tanggal 27 November 2024 sebagian besar menghentikan pertempuran selama lebih dari setahun antara Hizbullah dan penjajah Israel, termasuk perang besar-besaran selama 2 bulan di mana penjajah Israel mengirimkan pasukan darat.

Di sisi lain, penjajah Israel mengejar para penggembala Palestina di daerah Masafer Yatta, selatan Hebron.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menggerebek Rumah Seorang Warga Yerusalem dan Menjatuhkan Denda

Osama Makhamreh, aktivis media, menyatakan para penjajah Israel menyerbu daerah Tel Ma’in dan mengejar para penggembala saat mereka sedang mengelola tanah mereka.

Penjajah Israel juga melepaskan ternak mereka ke lahan pertanian di daerah Sha’b al-Batm, Wadi Ma’in, dan beberapa desa serta reruntuhan di Masafer Yatta. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

5 Anak Palestina Tewas dan Beberapa Lainnya Terluka dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Lingkungan al-Tuffah Kota Gaza

Serangan udara penjajah Israel di lingkungan al-Tuffah, Kota Gaza, menyebabkan 5 orang anak Palestina meninggal dunia.

Penjajah Israel Ledakkan Satu-Satunya Rumah Sakit Khusus Kanker di Jalur Gaza

Satu-satunya rumah sakit khusus kanker di Jalur Gaza diledakkan oleh penjajah Israel dan juga sekolah kedokteran yang bersebelahan.

Pasukan Penjajah Israel Menggerebek Rumah Seorang Warga Yerusalem dan Menjatuhkan Denda

Rumah seorang warga Yerusalem dan putranya digerebek oleh pasukan penjajah Israel yang juga menjatuhkan denda kepada mereka.

Serangan Penjajah Israel di Gaza Menewaskan Lebih dari 70 Orang Termasuk Seorang Bayi yang Baru Lahir

Lebih dari 70 warga Palestina tewas dalam serangan terbaru penjajah Israel di Jalur Gaza termasuk dengan seorang bayi yang baru lahir.

Pasukan Penjajah Israel Tutup Jalan Utama di Jalur Gaza dan Mencegah Warga Palestina Melintasinya

Jalan utama di Jalur Gaza, Jalan Salah al-Din, ditutup oleh pasukan penjajah Israel dan mencegah warga Palestina melintasinya.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;