Penjajah Israel Menyerang Seorang Penggembala Palestina dan Mencuri 250 Domba di Wadi Qelt Sebelah Barat Jericho

Ket. Foto: Penjajah Israel Menyerang Seorang Penggembala Palestina di Wadi Qelt
Ket. Foto: Penjajah Israel Menyerang Seorang Penggembala Palestina di Wadi Qelt Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Penjajah Israel menyerang seorang penggemala Palestina pada hari Selasa malam, tanggal 15 April 2025 waktu setempat, saat dia sedang menggembalakan ternaknya di Wadi Qelt di sebelah barat Jericho dan mencuri domba.

Hassan Malihat, pengawas umum Organisasi Al-Baydar untuk Pembelaan Hak-Hak Badui, menyatakan sekelompok penjajah Israel menyerang seorang penggembala Palestina secara fisik saat dia sedang menggembalakan domba milik ayahnya di dekat daerah Wadi Qelt.

Para penjajah juga menghancurkan telepon genggamnya sebelum mereka mencuri 250 domba.

Disebutkan sejak bulan Oktober 2023, penjajah Israel telah meninggalkan upayanya untuk mengusir puluhan komunitas penggembala Palestina di Lembah Yordan utara dari rumah dan tanah mereka.

Baca Juga:
Serangan Mematikan Penjajah Israel Dilaporkan Kembali Menghantam Kota Gaza

Melalui kerja sama dan kolaborasi antara polisi, pemukim, militer, dan Dewan Daerah Lembah Yordan, penjajah Israel telah mengurangi area penggembalaan yang tersedia bagi warga Palestina, memblokir pasokan air reguler, dan mengambil tindakan untuk mengisolasi Lembah Yordan dari wilayah Tepi Barat lainnya.

Kebijakan ini bukanlah hal baru, penjajah Israel telah merusak penghidupan masyarakat ini selama beberapa dekade, sebagian, dengan menolak akses warga Palestina ke hampir 80 persen Lembah Yordan yang dinyatakan sebagai zona tembak, cagar alam atau wilayah pemukiman kota.

Penjajah Israel menggunakan deklarasi zonasi ini untuk membenarkan penolakannya dalam menyetujui rencana pembangunan yang akan memungkinkan penduduk komunitas pastoral ini membangun rumah secara legal dan terhubung dengan infrastruktur air dan listrik.

Selain itu, dukungan penuh dan perlindungan dari militer dan polisi, para pemukim menjadikan penduduk komunitas ini sebagai sasaran kekerasan berat setiap hari.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menyerang Tenda Pengungsian Warga Palestina di Khan Younis

Kebijakan ini memaksakan kondisi kehidupan yang tidak memungkinkan bagi penduduk Palestina di Lembah Yordan.

Penjajah Israel dilaporkan melakukan serangan yang terkoordinasi ke komunitas Badui Arab al-Malihat di utara Jericho, mendekati wilayah itu dari utara, timur, dan selatan.

“Penggerebekan itu bukanlah insiden yang berdiri sendiri tetapi bagian dari kampanye sistematis yang lebih luas yang menargetkan komunitas Badui di seluruh Lembah Yordan,” ujar Hassan Malihat. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Serangan Mematikan Penjajah Israel Dilaporkan Kembali Menghantam Kota Gaza

Pasukan penjajah Israel kembali melakukan serangan yang mematikan di Kota Gaza yang terletak di utara Jalur Gaza, Palestina.

Pasukan Penjajah Israel Menyerang Tenda Pengungsian Warga Palestina di Khan Younis

Pasukan penjajah Israel menyerang sebuah tenda pengungsian warga Palestina di Khan Younis yang menyebabkan beberapa warga terluka.

PBB Sebut Hampir 70 Persen Warga Gaza Kini Berada di bawah Perintah Pengungsian Penjajah Israel

Menurut PBB, hampir 70 persen warga Jalur Gaza kini berada di bawah perintah pengungsian pendudukan penjajah Israel.

Lebih dari 250 Mantan Anggota Intelijen Mossad Serukan Diakhirinya Perang di Jalur Gaza

Seruan diakhirnya perang yang hingga kini masih berlangsung di Jalur Gaza dilakukan oleh lebih dari 250 mantan anggota Mossad.

Petugas Medis yang Hilang Dilaporkan Sebenarnya Masih Hidup dan Ditahan oleh Penjajah Israel

Petugas medis Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina yang hilang dikabarkan masih hidup dan ditahan oleh penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;