Lebih dari 150 WargaTerluka setelah Pasukan Penjajah Israel Menembaki Orang-Orang yang Menunggu Makanan di Gaza

Ket. Foto: Lebih dari 150 Warga Dilaporkan Terluka dalam Penembakan di Kerumunan Orang yang Menunggu Makanan di Jalur Gaza
Ket. Foto: Lebih dari 150 Warga Dilaporkan Terluka dalam Penembakan di Kerumunan Orang yang Menunggu Makanan di Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Setidaknya sebanyak 13 warga Palestina meninggal dan lebih dari 150 orang terluka setelah pasukan penjajah Israel dan kontraktor keamanan Amerika Serikat menembaki kerumunan orang yang menunggu makanan di dekat 2 lokasi distribusi bantuan di Jalur Gaza.

Lokasi-lokasi tersebut 1 di sebelah timur Rafah dan satu lagi di dekat Jembatan Wadi Gaza.

Pembunuhan yang terjadi pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2025 waktu setempat, adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan yang dilakukan penjajah Israel terhadap warga sipil Palestina yang mencari makanan di pusat-pusat bantuan yang dioperasikan oleh GHF atau Yayasan Kemanusiaan Gaza yang kontroversial.

Yayasan Kemanusiaan Gaza adalah sebuah inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat yang didukung oleh penjajah Israel di zona-zona yang dikuasai oleh penjajah Israel.

Baca Juga:
Pusat Bantuan Amerika Serikat-Penjajah Israel Adalah Perangkap di tengah Bencana Kelaparan Gaza

Lebih dari 130 orang kini telah terbunuh dan lebih dari 700 orang terluka oleh pasukan penjajah Israel ketika mereka berusaha keras untuk mendapatkan bantuan makanan sejak program tersebut dimulai pada tanggal 27 Mei 2025.

Hingga kini, setidaknya 9 orang masih hilang.

Kantor Media Pemerintah Gaza dalam sebuah pernyataan mengecam lokasi distribusi itu sebagai ‘rumah pemotongan manusia’ dan menuduh pasukan penjajah Israel memancing warga Palestina yang putus asa menuju kematian mereka.

“Ini merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaam,” bunyi pernyataan itu, mendesak penyelidikan internasional yang independen dan juga penangguhan segera model pengiriman GHF.

Baca Juga:
UNICEF Sebut Runtuhnya Sistem Perawatan Kesehatan Timbulkan Ancaman Serius bagi Kehidupan Anak-Anak Gaza

Pertumpahan darah terbaru dilaporkan dimulai sekitar pukul 6 pagi waktu setempat ketika ratusan warga Palestina yang menderita kelaparan berkumpul di dekat titik bantuan di daerah al-Alam, Rafah.

Para saksi mata menyampaikan orang-orang mulai mengantre sejak pukul 04.30 pagi.

“Setelah sekitar satu setengah jam, ratusan orang bergerak menuju lokasi itu dan tentara kemudian melepaskan tembakan,” ungkap Abdallah Nour al-Din, salah satu saksi mata. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pusat Bantuan Amerika Serikat-Penjajah Israel Adalah Perangkap di tengah Bencana Kelaparan Gaza

Di tengah bencana kelaparan yang terjadi dan melanda Jalur Gaza, pusat bantuan Amerika Serikat-penjajah Israel adalah perangkap.

UNICEF Sebut Runtuhnya Sistem Perawatan Kesehatan Timbulkan Ancaman Serius bagi Kehidupan Anak-Anak Gaza

Menurut UNICEF, runtuhnya sistem perawatan kesehatan di Jalur Gaza menimbulkan ancaman yang serius untuk anak-anak di Jalur Gaza.

Penjajah Israel Mendirikan Pos Kolonial Baru di Desa al-Taybeh di Sebelah Timur Ramallah

Pos kolonial baru di Desa al-Taybeh yang terletak di sebelah timur Ramallah didirikan oleh para penjajah Israel.

Penjajah Israel Menyerang Deir Dibwan di Tepi Barat dan Melukai 10 Warga Palestina

Kota Deir Dibwan yang terletak di sebelah timur Ramallah di Tepi Barat diserang oleh penjajah Israel dan menyebabkan 10 warga terluka.

Penjajah Israel Tempatkan Blok Beton di Sekitar Beberapa Mata Air di Lembah Yordan Utara

Di sekitar beberapa mata air yang terletak di wilayah Khirbet al-Deir di Lembah Yordan utara, penjajah Israel menempatkan blok beton.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;